
"Memang seperti ini lah aku,apa kau keberatan?,jika iya,maka cepat pergilah dari hadapan ku"Haru berucap sambil mneyunggingkan satu ujung bibir nya
"Sudah sudah jangan berdebat di sini,baik lah ibu dan Ema akan pergi".Ucap wanita yang pertama kali menyapa Haru
Iya,kedua wanita itu adalah ibu Haru dan Ema
Haru seketika mood nya berubah kesal,dan karna pekerjaan nya sudah selesai ia berpamitan untuk pergi kepada beberapa klien nya
Saat di parkiran
"Jero,aku akan membawa mobil sendiri,bisa kah kau naik taxi saja?".ucap Haru
"Tapi pak,apa anda yakin?".Jero bukan nya tidak menurut,hanya saja dia tau kalau bos nya ini sedang marah,jadi ia takut jika terjadi sesuatu saat di perjalanan
"Kenapa?,apa kau menghawatirkan ku?".tanya Haru sambil meringis karna ia tau maksud dari asistent nya itu
"ah..itu,maaf kan saya pak".Jero menundukan kepala nya
"tidak perlu khawatir,aku baik baik saja".ucap Haru
Haru melajukan mobil nya,ia langsung menuju pulang karna ingin beristirahat saja di rumah nya
Sesampai nya di rumah
"Tuan muda,itu itu....".bibik langsung menghampiri Haru yang baru saja mau masuk ke rumah nya
"Ada apa bik,kenapa kau gugup sekali?".Haru bingung
"Itu tuan muda,ada nyo..".bibik terpotong
"Haru sayang,kau sudah pulang?".Suara ibu Haru terdengar seraya keluar menghampiri Haru
"Kenapa ini,kenapa dia ada di sini bik,kenapa kau izin kan dia masuk?".Haru langsung membentak bibik yang di hadapan nya
"Ma..maaf kan saya tuan muda,nyonya memaksa,saya tidak berani menghalangi".Ucap bibik tertunduk ia meremas kedua telapak tangan nya karna takut
"Hah...kenapa anda ada di sini?,apa aku mengizin kan anda kesini?".Haru berbicara kasar pada ibu nya
"Kau itu apa apa an sih Haru?,kenapa kamu ngomong kasar sekali kepada ibu mu?".suara Ema menyahut dari dalam rumah
"Apa lagi ini,kenapa masih ada yang lain lagi?".Haru menggosok tengkuk nya kasar karna kesal
"Haru,maaf kan ibu karna tidak memberi tahumu akan datang ke sini, Ibu hanya ingin membawa Ema menemuimu,Apa kau tahu?,Ema baru saja pulang dari luar negeri setelah beberapa tahun Ia di sana". ucap Ibu Haru
" lalu apa urusan ku dengannya?,Kenapa Anda perlu repot-repot membawanya kemari?".jawab Haru dengan nada yang tetap ketus
"Haru tidak kusangka setelah beberapa tahun pun sikap dan sifat mu tetap saja seperti ini,kau itu bukan anak kecil lagi kenapa kau terus saja memperlakukan ibumu seperti ini".ucap Ema yang membela ibunya
"Sudahlah Ema,Kau itu tidak tahu apa-apa kalau kau memang tidak menyukainya maka Jangan melihat, cepat Pergilah bawa wanita tua ini pergi dari hadapanku, Aku benar-benar lelah aku ingin istirahat".ucap Haru lalu meninggalkan kedua nya
Tapi Ibu Haru tidak menyerah,saat Haru berjalan memasuki rumahnya ibunya menarik lengan Haru agar berhenti
__ADS_1
"Tunggu nak Mari kita bicara dulu, lagi pula Ibu dan Ema sudah terlanjur di sini ,Bisakah kau mendengarkan kami sebentar?, ibu dan Ema sangat merindukanmu".ucap Ibu haru memohon
Haru langsung mengibas kan lengan nya kasar agar genggaman ibu nya terlepas
"jangan menyentuh ku,lagi pula tidak ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian, jadi pergi lah ,Aku tidak ingin berbuat kasar kepada kalian, jadi tolong kalian dengarkanlah aku".Haru lalu berbalik menuju kamar nya,ia membanting pintu kamar nya keras,membuat kedua wanita ini terkejut
"Hahhh....". Ibu Haru membuang nafas panjang
" Bu Apakah ibu tidak apa-apa?, aku benar-benar tidak mengerti dengan haru, kenapa dari dulu sikapnya terus saja seperti itu,sebenarnya Ada apa dengannya?".Ema bertanya-tanya sambil memegangi bahu ibu Haru
"Iya,Ibu tidak apa-apa, Ibu sudah sering merasakan hal ini,Jadi ini bukan hal yang besar menurut Ibu, kau sendiri tidak papa kan, Maafkan Haru ya,dia sangat kasar kepadamu padahal kan kalian sudah lama tidak bertemu tapi perlakuan seperti ini yang kau dapatkan dari nya, Ibu benar-benar minta maaf padamu ya Ema". ucap Ibu Haru sambil memegangi kedua belah tangan Ema
" Iya aku tidak apa-apa Bu,Ibu tenang saja tidak usah terlalu memikirkan aku". jawab Ema
Lalu kedua wanita itu pun pergi dari rumah Haru menaiki taksi
Haru yang sangat kesal dan marah saat ini membaringkan tubuhnya di ranjang, Iya tidak melepas pakaian kerjanya hanya melonggarkan dasi yang terikat rapi di lehernya
Ema adalah teman satu sekaolah Haru Semi dan juga Dion saat di bangku Sekolah Menengah Pertama, mereka memang tidak terlalu akrab hanya saja orangtua mereka mengenal satu sama lainnya, jadi mereka terkadang berkumpul saat acara pertemuan orangtua mereka. Saat lulus sekolah menengah atas,Ema memutuskan pergi kuliah ke luar negeri dan Ia mendapatkan pekerjaan bagus disana,karena kontrak nya habis Ia memutuskan kembali ke negara asalnya setelah beberapa tahun, saat di bangku Sekolah Menengah Pertama ibu Haru memang mengetahui bahwa Ema sangat menyukai putranya, Ibu haru yang Sedari Dulu juga sangat menyukai Ema menginginkan Ema bisa bersanding dengan Putra satu-satunya,ia ingin sekali menjodohkan Haru dengan Ema, karena status sosial Ema yang tinggi pendidikan dan pekerjaannya juga sangat bagus dan tak kalah penting Dia berasal dari keluarga yang cukup berpengaruh di kota B
____________________________________________
Setelah beberapa saat Haru membaringkan tubuhnya tiba-tiba ia teringat akan janjinya kepada Hani
"Astaga!,hampir saja aku lupa menjemputnya, Untung saja belum terlambat aku harus cepat-cepat". ucap Haru tiba-tiba semangatnya kembali saat mengingat Hani,ia lalu bergegas mengganti pakaian dan menuju mobil nya
Haru melajukan mobilnya dengan sangat kencang,ia takut wanita yang ada dipikirannya itu pulang lebih dulu, saat ia sampai di halaman kantor Hani Iya sama ⁰sekali tidak melihat satu orang pun yang ada disana
Dan Ia memutuskan untuk menelpon Hani terlebih dahulu
Hani sebenar nya sangat jengkel saat ini,ia merasa di tipu oleh Haru
"Kalau dia tidak bisa menepati kata kata nya,kenapa harus bicara seperti itu pagi tadi,dan lagi dia bahkan berbicara di depan Sian dan Loly,benar benar membuat ku kesal".Hani bergumam sendiri saat duduk di halte bus karna ia sudah cukup lama menunggu Haru
tiba tiba handphone Hani berdering
"drrrtttt,drrrtttt".
"Nomor siapa ini?". ucap Hani melihat layar handphonenya yang ditelepon oleh seseorang yang Nomornya tidak dia ketahui, memang sampai sekarang Hani masih belum memiliki nomor handphone Haru,dan ia menjawabnya
"Halo dengan siapa ini?".ucap Hani
" Oh Hani Kau dimana?,Apa kau sudah pulang?, Maafkan aku aku terlambat menjemputmu, aku ada beberapa urusan tadi".ucap Haru
"Maaf ini siapa ya?". Hani masih belum mengetahui siapa pria yang menelponnya
"Apa kau Tidak mengenali suaraku?Aa...tunggu, tunggu, tunggu kau tidak memiliki nomor handphone ku?".Jawab Haru dan langsung bertanya lagi
"Maafkan saya, saya benar-benar tidak tahu anda siapa". jawab Hani sedikit berhati-hati
"Wah kau benar- benar ya,sudahlah itu tidak penting sekarang, katakan kau di mana, Apa kau sudah ada di rumah atau masih di jalan?, ucap Haru
__ADS_1
"Aku masih di halte bis arah pulang, tapi bisakah anda katakan Anda ini siapa?".Tanya Hani lagi
"Astaga... sudahlah aku akan menjemputmu tunggu di situ jangan kemana-mana!". ucap Haru Iya memijat pangkal hidungnya kesal, karna Hani tidak bisa mengenali suaranya
"Baiklah" ucap Hani lalu sambungan telepon pun terputus
" tut tut tut"
" sebenarnya siapa dia?,Kenapa dia bisa memiliki nomor handphone?". Hani terdiam sejenak
"Astaga!, Apakah itu Haru?, kurasa Iya, itu seperti suaranya". Hani berbicara sendiri
Haru lalu mencari halte bus terdekat dari kantor Hani, ia melihat gadis yang ia cari,dilihatnya wanita itu duduk sambil melihat-lihat layar handphonenya hati haru yang sedari tadi sangat kesal, tiba-tiba menjadi hangat karena melihat Hani dari kejauhan, ia memarkirkan Mobilnya di depan halte bus dimana Hani duduk dan ia turun dari mobilnya, Hani yang melihat Haru keluar dari mobil pun berdiri,Haru menghampirinya dengan langkah yang lebar dan tanpa aba-aba ia memeluk tubuh Hani,Hani yang terkejut hanya mematung tanpa membalas pelukan dari Haru
" Ada apa ini?, kenapa dia seperti ini?".batin Hani
Haru menenggelamkan wajahnya di pundak Hani tanpa kata kata,ia ingin menyandarkan sedikit bebannya kepada Hani
Setelah beberapa saat Hani pun bersuara
"Hey kenapa kau begini,ini tempat umum, orang-orang akan melihat kita".ucap Hani sambil menepuk-nepuk bahu haru agar melepaskannya
"Sebentar saja, kumohon Biarkan aku seperti ini sebentar saja". ucap haru dengan suara lirih
"Ada apa denganmu?, apa kau baik-baik saja?".tanya Hani
Haru tidak menjawab
Hani menepuk-nepuk punggung Haru pelan bermaksud menenangkan
" apa harimu berat?. tanya Hani lagi
"hm..kurasa begitu".jawab haru masih memeluk Hani
"Baiklah aku akan berbaik hati padamu,aku akan meminjam kan pelukanku tapi hanya sebentar saja ya".ucap Hani
"kenapa hanya sebentar?,apa tidak bisa lama saja?".ucap Haru
"Apa kau punya kebiasaan ngelunjak seperti ini saat di kasihani?".bentak Hani dan memukul punggung Haru sedikit keras
"tidak tidak,baik lah sebentar saja oke,hanya sebentar".Ucap Haru sambil tertawa kecil
"Hani".ucap Haru tapi ia belum melepas kan pelukan nya
"hmm".jawab Hani
"blue...aku bisa merasakan gerakan blue".ucap Haru
jangan like favorite dan vote ya😊
jangan lupa juga tinggal kan komentar👇
__ADS_1
dan follow akun author oke👌👌