
"Baiklah,aku ikut dengan mu"ucap Haru pelan
Ia memutuskan untuk mengikuti langkah Hani,mereka berjalan pelan karna memang masih hujan deras,Haru memegangi payung tapi ia banyak mengarahkan payung ke arah Hani
"jangan mengarah kan payung ke saya terlalu banyak,anda juga harus melindungi tubuh anda"ucap Hani
"tidak usah memikirkan ku,lagi pula tubuh ku sudah basah kuyup"jawab Haru,karna sebenar nya ia mengikuti Hani karna tidak ingin Hani kehujanan, sebab ia memberikan payung itu kepada nya
setelah sampai apartement Hani,Haru memutus kan untuk pergi,karna hari sudah mulai gelap dan hujan masih belum reda,melihat Haru yang basah kuyup,ia pun merasa kasian lagi
"anda mau kemana?"tanya Hani
"pulang,aku akan mengambil payung mu ini"ucap Haru,karna memang dari awal ia hanya berniat mengantar Hani saja dan~~~
"haciii"Haru bersin
"saya rasa anda tidak bisa pergi dengan keadaan seperti ini,ikutlah dengan saya sebentar,anda bisa mengganti pakaian dulu,setelah itu anda bisa pergi"ucap Hani
"kau yakin itu tidak papa?"tanya Haru
"memang nya kenapa?"jawab Hani
"apa tidak akan ada yang marah jika aku masuk ke dalam rumah mu?"tanya Haru lagi
"memang nya siapa yang marah,aku hanya tinggal sendiri"ucap Hani
"baiklah kalau kau memaksa"ucap Haru cepat,yang mendengar Hani mangatakan ia tinggal sendiri,tiba tiba mood nya berubah menjadi baik
"siapa yang memaksa,aku hanya kasian saja padamu,apa seharusnya aku tidak melakukan ini?,tapi aku sudah terlanjur mengatakan nya, tidak baik juga bila ku batal kan,ah sudah lah tidak perlu banyak berfikir,ia juga akan pergi setelah mengganti pakaiannya"batin Hani
Hani lalu membawa nya masuk ke apartement kecil nya,di sana hanya ada satu kamar,saat masuk ruangan,pertama terlihat adalah ruang tamu hanya ada satu sofa yang memanjang menghadap ke tv,dan di sebelah kanan ada meja makan kecil yang hanya bisa di pakai 4 orang,lalu dapur yang menggandeng
Haru hanya diam berdiri di depan pintu,karna badan nya basah kuyup,ia takut akan membasahi seluruh lantai
Hani langsung menuju kamar nya,ia mengambil handuk dan pakaian casual kering milik Sian yang di tinggal di rumah nya,karna Loly dan Sian memang sering menginap
"ini,anda bisa mengganti baju anda dengan ini,mungkin ini tidak sesuai dengan style anda tapi ini lebih baik dari pada kedinginan"ucap Hani
"baiklah"ucap Haru,lalu menuju kamar mandi yang sudah di tunjukan oleh Hani
__ADS_1
setelah selesai Haru keluar dari kamar mandi,ia melihati. sekeliling ruangan tidak menemukan Hani,lalu ia memutuskan untuk. melihat lihat ruangan tsb di lihat nya foto foto yang terpajang di lemari,banyak foto Hani bersama kedua orang tua nya saat ia kecil,dan juga beberapa foto ia bersama teman teman nya
"anda sudah selesai"suara Hani mengejutkan Haru,ia keluar dari kamar nya intuk mengganti baju nya juga
"ahh..iya"ucap Haru
"ini minumlah dulu,agar tubuh anda sedikit hangat"Hani memberikan teh hangat yang sudah ia buat sebelum nya dan di sambut oleh Haru
"apa ini baju kekasih mu"Haru tiba tiba bertanya sambil duduk di kursi makan
"apa..itu baju teman ku,kenapa apa anda tidak menyukai nya?,kalau memang iya,tahan lah sebentar saja,anda bisa mengganti nya saat sampai di rumah anda nanti"ucap Hani
"kau hanya harus menjawab iya atau bukan,kenapa kau bicara panjang lebar"ucap Haru
"benar kan,dia pasti menyebalkan seperti biasanya,harus nya aku tidak menyuruh nya masuk tadi"batin Hani
"terserah lah"jawab Hani
"berhentilah bicara formal padaku,aku tidak terlalu tua untuk kau hormati seperti itu"ucap Haru
"tapi saya rasa,kita juga tidak terlalu akrab untuk berbicara santai satu sama lain"balas Hani
"kenapa kau selalu membantah kata kata ku sih"ucap Haru mengerutkan kening nya
"bagus,begini lebih enak di dengar"ucap Haru yang mendengar Hani berbicara santai pada nya saat kesal
"apa...apa maksudmu yang bagus"hani lalu menutup mulut nya,ia tak sadar sudah berbicara santai Pada Haru
"itu...itu saya.."Hani terputus
"sudahlah seperti tadi lebih baik,lagi pula ku rasa kita akan sering bertemu mulai sekarang"ucap Haru yang berdiri lalu mendekat kan tubuh nya Di hadapan Hani
"a...a..apa maksudmu,aku berjanji ini adalah pertemuan terakhir kita,kita sudah tidak punya urusan untuk saling bertemu"ucap Hani yang tiba tiba khawatir dan memundurkan tubuh nya kebelakang
"benarkah?,bukan kah kau memiliki hutang mentraktir makan padaku?,kau belum membayar nya bukan?"ucap Haru smabil memberikan senyum nya yang tampan
"itu mana boleh,itukan hanya berlaku saat kau menandatangani kontrak saja"pekik Hani
"begitukah,tapi aku tidak mau tau,aku hanya tidak suka pada orang yang tidak membayar hutang padaku,apa kau tau dulu aku adalah rentenir yang kejam,saat orang berhutang pada ku,maka aku akan mengejar nya walau sampai ujung dunia,dan jika mereka tidak bisa membayar maka aku tidak segan segan membuat mereka sengasara,dan lagi jika mereka berani kabur,otomatis akan membuat ku semakin kerepotan,dan karna membuat ku repot,aku akan menaikan bunga pinjaman itu sesuka hatiku"ucap Haru,di telinga Hani itu hanya sebuah ancaman saja,tapi yang sebenarnya adalah,Haru sedang menceritakan masalalu nya saat belum menjadi presdir group chonch
"hahh,terserah lah,kenapa aku harus menghampirimu saat di taman tadi,dasar bodoh kau Hani...kau memancing masalah di hidup mu sendiri"batin Hani mengutuki dirinya
"oke oke,terserah kau saja"ucap Hani sudah sedikit kesal
Ia lalu duduk di sofa depan tv nya,Haru juga menyusul duduk di sebelah nya,Haru pun sebenar nya sudah merasa aneh pada dirinya sendiri,kenapa sedari tadi ia biasa saja saat berdekatan dengan Hani, ia meraih lengan Hani saat di taman,ia berjalan sangat berdekatan saat hujan,dan sekarang ia bahkan menghampiri Hani untuk duduk satu sofa bersama Hani,padahal biasa nya sekertaris di kantor nya saja,ia tidak izin kan masuk ke ruangan nya kecuali terpaksa
"Kau tidak pulang?"tanya Hani
__ADS_1
"ini masih hujan,kau tega melihat ku kehujanan"jawab Haru
"kau kan bisa pakai payung,jangan jangan kau salah paham,aku mengajak mu masuk agar kau mengganti pakaian mu saja,bukan menyuruh mu bertamu"ucap Hani ketus
"kalau kau niat menolong itu yang tulus dong,jangan setengah setengah,karna sekarang aku sudah memakai baju kering,bukan berarti aku tidak kedinginan?,lagi pula aku tidak membawa uang,bagaimana aku bisa pulang,tapi bisakah kau berikan aku selimut,ini benar benar dingin"ucap Haru
"yahhh...orang menyebalkan seperti nya mana bisa berubah dengan sekejap"batin Hani,lalu berdiri mengambil kan selimut
"ini,pakai lah,aku hanya punya satu kamar saja jadi kalau kau ingin menunggu hujan reda,kau bisa tidur di sofa ini"ucap Hani
"apa kau menyuruh ku tidur disini"Haru menunjuk sofa yang ia duduk ki
"lalu....apa kau berharap aku memberikan kamar ku?"tanya Hani
"aku tidak meminta mu memberikan kamar mu,tapi kan kita bisa di kamar mu bersama"ucap Haru yang berbicara tanpa berfikir
"whattt...apa yang ku katakan?,kenapa aku bertingkah seperti orang mesum?"batin Haru
"apa sebenar nya yang ia katakan?"batin Hani tak kalah bingung
"wahhh...kau benar benar ngelunjak ya"ucap Hani
"memang nya kenapa?,lagi pula kita juga sudah pernah tidur bersama dan bukan hanya tidur biasa tapi......."Haru terpotong
"stop!!! jangan di teruskan,itu semua hanya kecelakaan,tidak ada yang istimewa dari kejadian malam itu,jadi tolong jangan membicarakan atau mengingat nya lagi"ucap Hani agak nyaring
Haru terdiam,ia berfikir apa ini waktu yang tepat untuk menanyakan tentang bayi nya
"baik lah,aku tidak akan membicarakan nya,tapi bisakah kau jawab satu pertanyaan ku?"ucap Haru
"apa itu?"Hani mulai ketakutan
"bayi itu,apa dia anak ku?"
jangan lupa like favorite dan vote ya😊😊
jangan lupa juga tinggal kan komentar👇👇
__ADS_1