
"Prankkkkkk."suara bingkai foto terjatuh karna tersenggol oleh Hani
"Astaga,maaf kan aku,aku tidak sengaja."Hani ia mendakati pecahan kaca ingin memungutnya
"Jangan mendekati itu, itu bahaya."ucap Haru yang menghampiri
"kau akan terluka jika memungutnya".imbuh nya
"Maafkan aku aku benar-benar tidak sengaja." Hani takut
"Sudah tidak apa-apa, ini hanya sebuah bingkai aku bisa menggantinya."Haru lalu memungut Foto yang tertutup di lantai dilihatnya foto itu seketika ia mengerutkan dahinya
"Siapa yang meletakkannya di sini."Haru bergumam foto itu adalah gambar Haru saat masih kecil bersama kedua orang tuanya
"Oh apa itu kau waktu kecil?." tanya Hanisempat melirik foto yang di pegang Haru
" Apa itu Ayah dan ibumu."imbuhnya
Haru lalu membuang foto tersebut ke dalam tong sampah
"Kenapa kau membuangnya."tanya Hani
"Tidak papa Itu foto sudah jelek aku tidak memerlukannya lagi."Haru beralasan
"Hei itu kan fotomu dan keluargamu Jangan mengatakan hal seperti itu, sejelek-jeleknya foto pasti mengandung kenangan."ucap Hani
"Tidak ada satu kenangan pun yang aku miliki dengan kedua orang itu, jadi aku tidak perlu menyimpan fotonya juga kan."ucap Haru
Hani hanya terdiam dia berpikir apa keluarga tidak harmonis, sehingga Haru bersikap seperti itu
"Sudahlah, tidak usah memikirkan hal-hal yang tidak penting." ucap haru
Hani hanya mengangguk, lalu ia mencari bahan pembicaraan yang lain
"Kenapa di kamarmu ada ranjang susun?,apa kau memiliki saudara?." tanya Hani
"Tidak aku anak tunggal." jawab Haru
"Lalu kenapa ada ranjang sampai 3 susun di kamarmu?." tanya Hani lagi
"Semi dan Dion sering menginap di kamarku dulu,jadi aku meminta kakek membuatnya." Jawab Haru
"Aaa begitu kah,kamarmu benar-benar sangat bagus,bahkan aku bisa melihat langit tanpa harus keluar dari rumah.Pasti akan sangat indah saat turun hujan.Keluargamu pasti sangat menyayangimu."Ucap Hani
"Ya kakek dan bibi Ku memang sangat menyayangiku. Aku beruntung memiliki mereka." jawab Haru
"Lalu bagaimana dengan kedua orang tuamu."tanya Hani lagi
"Tidak ada kenangan atau hal yang istimewa tentang mereka."Jawab Haru
"Bagaimana mungkin kau tidak memiliki kenangan tentang kedua orang tuamu?." tanya Hani
"Sudahlah Hani aku tidak ingin membicarakan tentang mereka." ucap Haru
Hani sedikit kecewa dengan jawaban Haru
"Bisakah aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Hani
"Apa?."Haru
"Sebenarnya kau menganggap diriku ini apa?." tanya Hani
__ADS_1
" Apa maksudmu Hani?." ucap Haru
"Kurasa kau memiliki banyak rahasia, terutama tentang ayah dan ibumu.Tapi kau sama sekali tidak ingin menceritakan tentang mereka kepadaku. Jujur saja saat ini aku khawatir Apa kau benar-benar menganggapku ada atau tidak, aku merasa kau masih membatasi diri dari ku."tanya Hani
"Dekkkkk".jantung Haru seperti ada yang membentur
Karena Ini pertama kalinya Ia memiliki hubungan dengan seorang wanita,ia tidak pernah berpikir sejauh itu, ia tidak pernah berpikir bahwa ia tidak mengatakan tentang keluarganya akan menyakiti pasangannya. selama ini ia tidak pernah mau membicarakan tentang ayah dan ibunya,karena memang ia tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.Tapi berbeda dengan Hani, karena saat ini Hani adalah gadis yang sangat ingin ia jaga Hati dan perasaan nya.
"Apa aku salah?, Benarkah?, apa Seharusnya aku tidak melakukan hal ini kepada Hani." tanyanya di dalam hati.Ia merasa bahwa ketidak inginan nya memberi tau tentang kehidupan orang tua nya kepada Hani,malah membuat gadis itu merasa tidak di anggap
"Oh Hani Maafkan Aku.Bukan itu maksudku aku hanya ....Entahlah aku hanya malu mengatakannya padamu, karena keluargaku sama sekali tidak bahagia, aku merasa malu membicarakan ini kepadamu."Haru menghampiri Hani dan memegang kedua tangan Hani
"Haru, Kalau kau memang benar-benar menganggap aku sebagai kekasihmu, seharusnya kau tidak malu untuk membicarakan tentang kedua orang tuamu. Kebaikanmu dan keburukanmu aku pasti akan menerimanya, kita berdua sudah memutuskan untuk bersama jadi alangkah baiknya Jangan pernah menyembunyikan apapun,Hmmm." ucap Hani mencoba mengerti
"Mmm...maaf kan aku,aku yang salah."Haru menunduk
"Tidak..kau tidak salah,hanya saja kau memang harus lebih belajar terbuka kepada ku."Hani memberikan senyum nya
"Kenapa kau manis sekali saat senyum begini?,aku ingin berterimakasih kepada kedua orang tua mu karna sudah melahirkan gadis secantik dirimu."Haru memegang kedua pipi Hani
"Baiklah,kapan kapan aku akan membawamu menemui mereka."jawab Hani,tapi posisi mereka masih belum berubah,Haru berencana mengecup bibir Hani tapi tiba tiba
"Tuan muda,nyonya meminta kalian turun." suara wanit yang sudah tua masuk tanpa mengetuk
Hani yang terkejut sontak mendorong tubuh Haru karna kaget,ia memalingkan wajah nya membelakangi bibik yang baru saja masuk
"Hahh..bibi Sila kenapa tidak mengetuk dulu?."Haru kesal
"Maaf kan bibi tuan muda,bibi lupa kalau tuan muda sedang bersama teman wanita,karna bibi sudah terbiasa mengingat kalau yang ada di kamar tuan muda hanya tuan Dion dan tuan Semi saja,maaf kan bibi sudah mengganggu kegiatan kalian."Jelas bibi Sila,walaupun ia meminta maaf tapi bibik Sila terdengar sangat tenang,karna bibik Sila memang kepala pelayan di rumah keluarga Haru,ia sudah melayani keluarga Haru selama 37 tahun
"Hahaha tidak tidak,tidak Bibi kenapa kau harus meminta maaf.Kami tidak melakukan apa-apa kok."saat ini Hani sangat Canggung dan malu,ia bahkan berbicara tanpa menatap bibi Sila
"Ya sudah bibi turunlah lebih dulu kami akan menyusul." jawab Haru
Setelah bibik Sila keluar
"Oke kalau begitu mari kita selesaikan" ucap Haru
"Apa, selesaikan apa?." tanya Hani
Haru tidak menjawab tapi dia hanya memonyongkan bibirnya saja
"Hei kamu tidak tahu tempat ya." jawab Hani malu-malu dan membuat pipi nya memerah
"Ini kan kamar ku,tidak ada tempat paling baik selain tempat ini."Haru masih berusaha
"Kau ini."Hani memukul perut Haru pelan
"Aku akan turun saja."Hani berjalan keluar kamar lebih dulu dengan langkah cepat
"Hahhh...apa ini yang namanya berkencan?,hari ini aku bahkan belum mendapat kan satu ciuman pun."gumam Haru kesal,ia lalu menyusul Hani berjalan keluar pintu.Tapi saat ia masih di tengah pintu tiba tiba Hani kembali lagi menghampiri nya dengan langkah cepat,ia berhenti di hadapan Haru
"Apa,kenapa?,kau berubah fikiran?,sini aku akan menerimanya."Haru merendah kan sedikit wajah nya karna ia memang jauh lebih tinggi dari Hani,ia membuat ancang ancang menerima ciuman dari Hani
dan
"Pukkkk"bukan nya ciuman tapi malah telapak tangan Hani lah yang mendarat ke bibir Haru,Hani bahkan sedikit memukul kan telapak tangan nya,tindakan Hani membuat Haru terkejut
"Apa ini."Haru melotot
"Hentikan pikiran mesum mu itu."ucap Hani
__ADS_1
"huhhh...aku padahal sudah berharap banyak,lalu kenapa kau kembali?."tanya Haru
"Eee..itu,tiba tiba aku gugup lagi,aku berjalan keluar dengan percaya diri,sampai melupakan bahwa kita akan bertemu kakek mu."Hani tergugup lagi
"Hehehe."Haru terkekeh
"Kau mentertawakan ku?."tanya Hani
"Hmmm."Haru mengangguk
"Hahhh,kau jahat sekali,seperti nya kau menikmati ketegangan yang kurasakan saat ini."Ucap Hani
"Hmmm."lagi lagi Haru mengangguk dan terus memandangi gadis nya itu panik
"Sini pegang tangan ku,pasti ketegangan mu akan menghilang."Haru menghentikan tawa nya dan meraih satu tangan Hani
Lalu keduanya turun ke lantai bawah menuju ruang makan.Hani melihat seorang pria yang duduk di kursi makan,ia memilik rambut putih yang bisa di lihat Hani dari belakang.Ia terus berjalan dan terus berjalan mendekati pria tersebut.Hani sudah sedikit lega karna bibi Haru sangat baik dan hangat kepada nya,walau pun ia tidak tau itu real atau di buat buat.
Tapi kakek nya?,ia sama sekali tidak tau tentang kakek nya,apa kah kakek nya akan akan menerima nya juga, sebaik bibi Haru menerimanya
Sebenar nya yang membuat Hani takut bukan hanya perkenalan nya dengan keluarga Haru,tapi karna ia melihat drama di tv keluarga pria yang kaya akan memberikan persyaratan yang aneh aneh menyangkut anak dalam kandungan nya.
Contoh nya seperti di suruh melahirkan bayinya saja tanpa boleh menikahi putra mereka,atau di suruh menikah sampai anak nya lahir saja dan meninggalkan anak nya,dan yang membuat nya lebih parah mungkin saja keluarganya akan menyuruh nya menggugurkan kandungan nya
"Tidak tidak,Hani kau pasti akan baik baik saja."batin Hani,ia menggeleng geleng kan kepalanya
"Ada apa?."Tanya Haru
"Hahh..."Hani bahkan sangat kaget mendengar suara Haru yang bertanya,karna ia terlalu gugup
"Tidak..tidak ada."Jawab Hani,dengan wajah pucat nya,Haru semakin menggenggam tangan Hani lebih erat,ia berusaha memberikan energi kepada Hani
"Kakek."Haru
"Ahh..kau disini."jawab Kakek
Tanpa melihat wajah Kakek Haru Hani lansung membungkukan tubuhnya
"Selamat malam...."Hani terhenti,lalu ia berbisik pada Haru
"Aku harus memanggil nya bagaimana?."tanya Hani
"Panggil saja aku kakek."kakek menyahut sambil tersenyum tapi ia masih belum bisa melihat dengan jelas wajah Hani,karna Hani masih menunduk.
"Ohh..iya,selamat malam kakek."Hani mengulangi sapaan nya dan menundukan tubuh nya kembali
Saat ia mengangkat kepalanya dan menatap wajah kakek Haru betapa kaget nya Hani,pria tua yang di hadapan nya ini sama sekali tidak asing baginya
"Anda?."Suara Hani keluar
"Kau?,bukan kah kau gadis itu?."Kakek juga tidak kalah terkaget
Suasana menjadi hening,Haru dan bibi juga sangat keheranan dengan situasi saat ini
"Hani,kau mengenal kakek ku?."tanya Haru
Hani hanya terdiam tanpa menjawab,ia mematung dan terus memandangi kakek Haru.
Kenangan demi kenangan buruk mulai tersusun di ingatan nya,ia merasa kembali di saat dunia nya hancur
jangan lupa like favorite dan vote ya😊
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalkan komentar👇
dan jangan lupa follow akun author 👌