Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 56


__ADS_3

Di pagi hari Haru bangun lebih dulu ia berolahraga di luar rumah tanpa berpamitan pada Hani,Hani bangun lumayan siang,saat ia keluar dari kamar ia tak mendapati Haru di mana pun


"Kemana ia pergi?,apa aku bangun terlalu siang?,jangan jangan dia sudah berangkat kerja?."Hani bergumam sendiri


Saat ia masih bingung,tiba-tiba ibu Haru masuk dari luar


"Haru,Haru di mana kamu Ibu mau bicara denganmu." Ibu Haru berteriak-teriak mencari putranya


Bibi asisten rumah tangga berlari ke arah suara tersebut


"Nyonya maaf, Kenapa nyonya kemari?." tanya Bibi gugup


Hani yang melihat hanya diam ia hanya melihati wanita yang tak pernah dilihat Sebelumnya


"Siapa wanita ini, kenapa aku merasa tidak asing?."


batin Hani tetap berdiri di tempatnya


Ibu Haru yang melihat Hani tiba-tiba terdiam, ia memandangi Hani beberapa saat lalu menghampirinya


"Kau siapa?,Kenapa kau ada di rumah Putra ku?." tanya ibu Haru


"Sa saya Hani,sa saya teman Haru." Hani menjawab tergagap karena takut


Ibu Haru memandang dari atas sampai ke bawah tubuh Hani membuat Hani semakin gugup dan risih


"Apakah itu kau?." tanya ibu Haru


"Ya maksud anda apa?."Tanya Hani


"Gadis yang ada di koran, itu kau kan?."tanya ibu


Haru lagi dengan wajahnya yang menghakimi


"Benar itu memang saya."Hani hanya menjawab lirih lalu menundukkan kepalanya


"Siapa keluargamu Apa pekerjaan mereka apa mereka pengusaha, pejabat atau semacamnya?." nada Ibu Haru menghakimi


"Maafkan Saya nyonya saya sudah tidak memiliki orang tua lagi."jawab Hani masih tertunduk


"Jadi kau hanya gadis biasa,berani sekali kau mendekati Putraku,aku yakin kau pasti menggunakan anak yang di dalam perut mu itu untuk memeras putra ku bukan, Kau pasti sama dengan gadis-gadis di luar sana yang mendekati Haru hanya menginginkan uang nya saja."ibu Haru mengatakan sambil menyunggingkan 1 bibirnya dan menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya


Mendengar kata-kata ibu Haru yang sedikit keterlaluan bibi lalu pergi ke belakang ia berinisiatif menelepon Tuan mudanya


"Drrtttt,drttttt."suara Handphone Haru


"Ada apa bi?."Tanya Haru


" Halo tuan,maaf kan saya Bisakah Anda cepat pulang ke rumah, ibu anda datang ke rumah dan sekarang dia sedang berbicara dengan Nona Hani" ucap bibi


"Apa Kenapa dia bisa masuk rumah?."Haru terkejut


"Saya tidak tahu Tuan tiba-tiba saja Nyonya sudah berada di dalam rumah,karna saya sedang berada di belakang." Jawab bibik Ia pun juga sangat takut kepada tuan mudanya


"Ya sudah tetap dampingi Hani,bibi jangan ke mana-mana, jangan sampai wanita itu menyakiti Hani."ucap Haru


"Baik Tuan."Bibi


Haru menutup teleponnya Ia berlari sekencang mungkin, karena memang dia sudah dekat dengan rumahnya

__ADS_1


Bibi Kembali ke tempat dimana Ibu Haru dan Hani berdiri ia masih melihat ibu haru mengoceh seenaknya tanpa dijawab oleh Hani


Hani hanya diam tertunduk mendapatkan kata-kata kasar dari ibu Haru dan Bibi mencoba menyala


"Nyonya anda mau minum apa biar saya buatkan." tanya bibi ragu-ragu


"Tidak, tidak perlu aku sedang tidak ingin minum Sekarang."jawab Ibu Haru


"Nyonya Anda pasti lelah, Anda duduklah dulu biar saya buatkan minum".usaha Bibi lagi


"Bibi Sudah ku bilang aku tidak ingin minum apapun Kenapa Bibi memaksa? bibi benar benar membuat ku semakin kesal,apa Bibi ingin aku pecat?."bentak ibu Haru


"Ti tidak,tidak nyonya ma maaf kan saya, saya tidak berniat membuat anda kesal." Bibi tergagap ia ketakutan bila Ibu dari tuannya itu memecatnya


"Hahhhhh". Ibu Haru membuang nafas panjang


"kau Kenapa kau masih disini Apa kau tidak tahu malu?, Kenapa kau tidak pergi dari sini?,mmmm aku tahu Kau pasti perlu uang kan, Sebutkan berapa yang kau inginkan akan kupastikan kau mendapatkannya."ucap Ibu haru lagi


Hani hanya diam tertunduk ia menahan tangisnya Ia tidak menyangka Iya mendapatkan perlakuan berbeda dari ibu Haru,sangat berbeda dari bibi dan kakek Sebelumnya


"kenapa kenapa kau diam?, kau masih menghitung Berapa jumlah nol yang harus kau ucapkan?, apa harus aku bantu?, 7 digit 8 digit jangan bilang kau cukup tidak tau malu untuk meminta 9 digit, harga dirimu tidak semahal itu kan?." ibu Haru mengatakan kata kata yang terus menyakiti Hani


"Dia bahkan lebih berharga dari semua uang yang aku miliki,berapa pun jumlah digit yang kau tawarkan tidak akan pernah cukup untuk menggantikan nya,bukan kah yang tidak tau malu itu anda?,sudah berapa kali ku katakan anda tidak di terima di rumah ini,tapi anda berani sekali mengusir calon istriku."Suara Haru terdengar,ia masih terengah engah karna berlari sangat kencang


"Haru kau sudah pulang nak?."ibu Haru


" Jangan bersikap seperti itu di hadapanku kau membuatku jijik."Haru menghampiri Hani


"Kau tidak papa kan Hani."tanya nya pada Hani


Hani hanya mengannguk


"Haru apa yang kau bicarakan,kenapa kau bicara seperti itu pada ibu di hadapan wanita ini?."Ibu Haru


"Haru bagaimana bisa kau berbicara seperti itu?,ibu tahu aku bukan ibu yang baik untukmu, tapi bagaimanapun juga ibu adalah ibumu, Ibu adalah orang yang telah melahirkanmu Ibu adalah orang yang pernah mengasuh Mu saat kecil."ibu Haru meninggikan suaranya


"Benar, Anda memang benar, Bagaimanapun aku menolak tetap saja aku tidak bisa menolak bahwa anda adalah ibuku .Aku tidak bisa menolak bahwa anda adalah orang yang melahirkanku tapi bukan berarti anda bisa mengatur hidup ku.Dari kecil aku tidak pernah sedikit pun meminta anda menjadi ibu yang baik,karna memang anda terlihat tidak pernah ingin melakukan nya,jadi terus lah bersikap seperti itu,bukan kah memiliki status sebagai ibuku sudah cukup bagus dan mudah untuk anda hidup di luar sana?.Jadi tolong jangan serakah anda sudah merebut masa kecil ku dengan penghiantan anda,karna anda aku tidak memiliki kehidupan seperti orang normal lainya,karna orang yang ku sebut ayah itu sangat mencintai anda,sampai dia lupa memiliki anak yang masih kecil saat itu,ia meninggalkan negara ini untuk melupakan anda,dan seperti nya ia juga sudah melupakan aku juga.


Jadi kumohon,miliki lah sedikit rasa malu..."Haru terpotong


"Haru,hentikan itu terlalu kasar."Hani menghentikan kata kata Haru


Ibu Haru hanya diam tanpa suara


"Hani mari kita pergi dari sini."Haru menarik tangan Hani ia menyambar kunci mobil nya lalu keluar dari rumah,dan melajukan mobil nya


Di dalam mobil Haru diam saja tampak kemarahan di wajah nya,Hani terus saja memandangi Haru,ia sudah tak memikirkan apa pun kata kata yang menyakitkan dari ibu Haru,justru ia memikirkan apa yang sedang di rasakan Haru.


"Haru hari ini aku masih cuti kerja,bagaimana kalau kau juga bolos kerja?."Hani membuyarkan suasana dan memegang tangan Haru


Haru menatap wajah Hani dan berfikir sejenak


"Kemana kau ingin pergi?."Haru


"Mmmm,aku tidak memiliki tempat yang ingin aku tuju,kalau kau?."Hani


"Kemana saja,asal dengan mu."Haru


"Baiklah,biarkan aku berfikir sebentar."Hani

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita kepantai,belakangan ini aku ingin mendengar suara ombak."Hani


"Baiklah,kita pergi kesana."Haru


Mereka berdua menuju pantai


Sesampai nya


Haru memarkir mobil nya pas di pinggir pantai,Hani keluar lebih dulu dengan sedikir berlari


"Wahhhh...tidak ada yang lebih baik dari angin laut,Haru cepat lah kemari."Hani berteriak


Haru berjalan menuju Hani yang masih berlari lari kecil


"Hati hati,kau bisa jatuh."Teriak Haru


Hani hanya menengok memberikan tawa nya


"Haru,bisa kau memfoto ku?."Hani


"Baiklah."Haru mengambil handphone nya dan memfoto Hani yang hanya memakai dress longgar selutut berwarna hijau,ia tampak manis di mata Haru dengan perut nya yang membuncit


"Haru ayo kita juga berfoto berdua."Hani


"Hm,tidak usah,aku tidak suka berfoto."Haru


"Ayolahhh,apa kau tidak mau berfoto dengan ku?,kalau kau tidak mau aku akan marah!!."Hani memasang wajah merajuk dengan memanyunkan bibir nya


"Tidak tidak jangan marah,baik lah mari kita lakukan."Haru mengalah


la mengambil foto selfi dengan kedua nya menjejerkan wajah mereka,Haru menghitung dan saat hitungan memencet Hani langsung mencium pipi Haru


"Cupppp."Sontak saja tingkah Hani membuat Haru melotot saat di foto


"Apa itu kenapa tidak memberi tahu ku dulu?,hasil nya jdi jelek kan,ayo lakukan lagi."Haru


"Apa nya yang jelek ini sangat bagus,lihat ekspresi wajah mu itu,hahaha."Hani


Haru memandangi Hani yang terus tertawa di samping nya


"Terimakasih Hani."Haru


"Hmm,kenapa kau berterimakasih?."Hani lalu menghadap ke arah Haru


"Aku tau kau bersikap seperti ini untuk menghiburku kan."Haru memang sangat sadar apa yang di lakuakan Hani,gadis ini sengaja mengajak nya pergi jauh agar ia bisa melupakan sedikit masalah nya saat ini


"Haru....mulai saat ini kita adalah satu paket,mari kita bagi masalah kita bersama,jangan menanggung nya sendiri,aku memang tidak tau cara menyelesaikan masalah mu dengan orang tua mu,jadi hanya hal kecil seperti ini lah yang bisa kulakukan untuk menghuburmu.Aku ingin menjadi seseorang yang bisa kau ajak menanggung derita dan sedih mu,mersakan rasa sakit dan perih mu,jadi berjanjilah dari sekarang jangan pernah menanggung nya sendiri,hmm."ucap Hani sambil mengusap wajah Haru dengan lembut


"Hani..".Haru


"Hmm."Hani


 


"Mari kita menikah saja."


jangan lupa like favorite dan vote ya😊


jangan lupa juga tinggalkan komentar👇

__ADS_1


dan jangan lupa follow akun author 👌


 


__ADS_2