
Di akhir pekan Haru mengajak Hani ke kediaman keluarga besar nya,kakek dan bibi Haru menyambut hangat Hani seperti biasanya.
Sesaat Hani lupa akan takdir masa lalu buruk yang pernah mereka alami bersama.Karna kebaikan dan kehangatan yang di terima Hani dari keluarga ini membuat nya merasa bahwa ia memiliki keluarga baru di kehidupan nya
Hani memaksa membantu bibi Haru menyiap kan makan siang di dapur.
"Hani mulai sekarang sering sering lah datang kemari,aku sangat senang karna aku merasa putriku ada di samping ku."Ucap bibi
Hani tau kalau bibi memiliki putri yang sedang menuntut ilmu di luar negri dari Haru
"Akan ku usahakan bi,kalau bibi merindukan nya,bibi bisa menelpon ku."Hani
"Benarkah?,kau tidak keberatan?."Bibi sangat senang
"Hmm."Hani mengangguk
"Karna kau mengatakan seperti itu,maka dari sekarang jangan kaget kalau kau akan sering mendapat kan panggilan dari ku ya."Bibi memperingat kan
"Ada apa?,kenapa bibi ingin sering memanggilnya?,memang nya dia pelayan bibi?."Haru tiba tiba menyela
"Astaga...anak ini mengagetkan ku saja,sedari kapan kau ada di sini?."Ucap bibi
"Tidak penting aku di sini sejak kapan,jawab dulu pertanyaan ku,apa maksud dari pembicaraan barusan."Haru masih menuntut jawaban
"Haru...kau ini kenapa?,ini urusan wanita,kau tidak perlu tau,lagi pula ini bukanlah hal yang penting."jawab Hani
"Benarkah?,....bibi jangan coba coba merebut Hani dari ku ya."Haru memandang bibi dengan sinis
"Heyyy...anak ini,mulai kapan kau berani mengancam bibi mu ini hah?."Bibi meninggikan suara nya.tapi tak mendapat respon dari Haru
"Hani..apa yang perlu ku bantu,katakan...apa ini..aku akan mencuci nya untuk mu."Haru mengoceh menghadap Hani sambil mencari cari pekerjaan yang bisa ia lakukan
"Astaga anak ini,sekarang pun ia tak mendengarkan kata kata ku lagi."Bibi bergumam
walau seperti itu,bibi sangat senang melihat adegan di hadapan nya,ia melihat keponakan tersayang nya itu,sekarang sudah banyak berubah,dari sifat nya yang kaku dan dingin sekarang menjelma menjadi sangat hangat dan lebih manusiawi
Saat makanan sudah siap,mereka duduk bersama di meja makan,kakek pun sudah duduk di meja yang sama.Saat mereka baru mulai makan dan berbicara ringan tiba tiba datang seorang yang tidak di ingin kan kedatangan nya
"Wahhhh...apa ini acara makan keluarga?,kenapa aku tidak di undang?,bukan kah aku masih termasuk anggota keluarga ini?."Ibu Haru datang dengan masih memakai kaca mata hitamnya dan berpakaian serba glamor,ia langsung duduk di samping bibi tanpa di persilahkan
"Kenapa kau disini?,apa kau lupa jika kau bukan menantu di keluarga ini lagi?."Kakek memulai pembicaraan
"Ahhh...ayah mertua..aku tau,aku memang bukan istri dari putra anda lagi,tapi anda tidak lupa bukan,kalau aku adalah ibu dari cucu kesayangan mu ,bukan begitu putra ku?."Ibu Haru menjawab dengan percaya diri dan menghadap kan wajah nya ke Haru
Haru membuang pandangan nya tanpa bersuara
"Ahh..kau siapa nama mu?,maaf aku lupa..ahhh Hani iya Hani,aku sama sekali tidak tau kalau hubungan mu sudah sejauh ini dengan keluarga putra ku,kau benar benar hebat kau bisa..."Ibu Haru terpotong
"Hentikan!!!,kakak ipar..ah bukan kau bukan kakak ipar ku lagi,nona ratna kalau kau kesini ingin berkunjung atau menemui putra mu aku tidak keberatan,tapi tolong jangan merusak suasana yang ada disini.Hani adalah tamu kami dan kau hanya orang luar yang kebetulan adalah ibu Haru,jadi tolong jaga sikap mu."bibi memotong kata kata ibu Haru dengan tegas.
Jarang sekali bibi Haru bersikap seperti ini,Hani pun merasa kaget,di ingatan nya Bibi Haru adalah orang yang sangat lembut.Tapi yang ia lihat kali ini benar benar berbeda
"Sebenarnya kesalahan macam apa yang membuat ibu Haru sangat di benci oleh keluarga ini?."Hani bertanya di hati
__ADS_1
"Baiklah..aku minta maaf,aku salah."ibu Haru menjawab dengan santai
"Nyonya..ada gadis di luar,dia bilang ia di undang kemari."pelayan berlari menghampiri Bibi Haru
"Apa,siapa?,aku tidak mengundang siapa siapa."bibi keheranan
"Aku yang mengundang nya."jawab ibu Haru
"Apa...sebenarnya maksudmu ratna?."kakek berbicara cukup kencang
"Ayah mertua tenang lah..ayah mertua juga mengenal nya,dulu dia sangat sering datang kesini."ucap Ibu Haru
"Astaga berualah apa lagi wanita tua ini?."batin Haru memijat kepala nya
"Permisi."suara Ema datang memasuki ruang makan
Hani hanya terdiam,ia tidak mengetahui situasi macam apa yang terjadi saat ini
"Ah..Ema."bibi langsung mengenali wajah yang tidak asing itu
"Bibi,apa kabar?."Ema langsung menghampiri bibi dan membungkuk ia pun menyapa kakek yang duduk
"Kakek apa kabar?,apa kakek sehat?."imbuh Ema
"Ema,apa itu kau?."kakek juga mengenali gadis yang sangat cantik dan berkarisma ini,sangat terlihat bahwa ia sangat berpendidikan dan sukses
"Iya kek,ini aku Ema."Ema terus memberikan senyum manis nya.Membuat Hati Hani tiba tiba terasa nyeri ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi antara dirinya dan gadis cantik di hadapan nya itu
Ibu Haru melihat Hani yang menundukan kepalanya,ia merasa menang karna ia bisa menunjukan kepada Hani gadis yang ingin ia jodoh kan dengan putra nya
Haru menyadari apa yang terjadi,ia sama sekali tak memandang Ema,yang saat ini ia khawatirkan adalah kalau Hani salah paham dengan situasi ini,ia melihat gelagat Hani yang mulai berubah.Haru langsung menggenggam tangan Hani yang ia simpan di pangkuan nya
"Kau kenapa?,apa kau tidak enak badan?."Haru bertanya
"Hahh...ti tidak aku baik baik saja."Hani mengangkat kepala nya
"Apa kau sudah selesai makan?kalau sudah ayo kita keluar."Tanya Haru lagi
"Ee..ini aku..."Hani terpotong
"Haru di mana sopan santun mu,bukan kah kau seharus nya menyapa Ema,kenapa malah ngobrol sendiri?."ibu Haru memotong
"Bukan kah anda yang mengundang nya?,berarti dia adalah tamu anda,lalu kenapa membawa bawa aku?."Haru menjawab dingin
"Haru kenapa bicara begitu."Hani menghentikan kata kata Haru
"Ahh..Aku tidak pernah melihat mu,perkenal kan aku Ema aku adalah teman satu SMP Haru."Ema menghampiri Hani sambil mengulurkan tangan nya.Sontak membuat Hani langsung berdiri dari duduk nya dan menyambut tangan Ema
"Aku.aku Hani."Hani manjawab
"Aaa...tunggu apa kau sedang hamil?."Ema terkejut saat melihat perut Hani
"Apa..aa iya..aku sedang..."Hani terpotong
__ADS_1
"Hani tidak perlu menjelas kan pada nya,Ema apa kau ada masalah jika Hani sedang hamil?."Haru ikut berdiri di samping Hani
"Bu..bukan begitu...maaf kan aku Hani aku bukan bermaksud tidak sopan,aku minta maaf."ucap Ema
"Tidak papa,aku tau kau tidak bermaksud seperti itu."Hani menjawab dengan senyum getir
"Sudahlah Hani,lebih baik aku antar kau istirahat dulu."Haru langsung menarik lengan Hani menuju kamar nya
"Eh...tapi."Hani tak sempat bicara
"Haru mau pergi kemana kau,Ema sudah disini kenapa kau tinggal pergi?."ibu Haru berdiri sambil teriak
"Jaga kelakuan mu ratna!!!,ini bukan hutan tempat di mana orang bisa berteriak sesuka hatimu."Kakek bersuara
"Baiklah..maaf kan aku."ibu Haru duduk lagi
_____________________________________
"Haru kenapa kita pergi,ibu dan teman mu baru saja datang."ucap Hani
"Apa kau bodoh?,apa kau tidak tau situasi nya?."Haru berbicara dengan nada kesal
"Aku tau..ibumu ingin menunjukan gadis cantik dan luar biasa itu kepada ku,dia memang benar benar sangat cantik,dan seperti nya ia juga dari keluarga yang hebat,sangat berbeda dengan ku."Hani tertunduk
"Hani...kenapa kau bicara seperti itu?,apa nya yang berbeda,kau itu jauh lebih baik darinya,wanita tua itu hanya ingin pamer tanpa sebab saja."Haru merasa bersalah lalu memegang kedua pundak Hani
"Kau tidak perlu berbohong padaku,di lihat dari mana pun aku itu sangat jauh di bawah nya,aku bisa memaklumi apa yang sedang di lakukan ibumu."Imbuh Hani
"Hani..kumohon jangan berfikir seperti itu,aku tidak peduli dengan apa pun yang ingin di lakukan wanita tua itu,di mata ku kau itu yang terbaik,jadi jangan pikirkan hal yang sama sekali tidak penting ini,hmm."Haru terus memberi pengertian pada Hani agar ia tak salah paham
Hani hanya memberikan senyum pengertian nya yang redup,senyum nya sangat jelas di paksakan karna ia tak bisa memungkiri kalau saat ini ia benar benar khawatir atas hubungan nya.
__________________________________________
"Ema...maaf ya kau baru saja datang tapi sudah melihat keributan seperti ini."ucap bibi
"Ahh bibi,kenapa bicara seperti itu."jawab Ema
"Adik ipar,tidak perlu sungkan pada Ema,lagi pula sebentar lagi Ema juga akan tinggal disini bersama kalian,jadi Ema juga harus terbiasa,bukan begitu Ema?."ibu Haru terus saja berulah seakan ia adalah pemilik rumah,ia mengatakan sambil tersenyum merasa kemenangan ada di tangan nya
"Tante ratna,tante bicara apa?."sela Ema
"Sudah lah Ema,tidak perlu malu malu."jawab Ibu Haru
Bibi hanya membuang nafas panjang,ia sangat ingin mengamuk saat ini,tapi keberadaan Ema membuat nya menahan semua amarah nya,begitu juga dengan kakek,ia hanya terdiam tanpa bisa mengatakan apa apa
"Sebenarnya apa maksud tante ratna?,dia bilang bibi yang mengundangku kemari,tapi kenapa bibi terlihat sangat kaget saat melihat ku?,apa jangan jangan ini hanya ulah tante ratna?tapi kenapa?."Ema berbicara dalam hati nya yang kebingungan dengan keadaan ini.ia mulai menyusun sesuatu di otak nya,dan perlahan mulai sadar dengan situasi yang dihadapi nya
"Gadis yang bernama Hani itu,sebenarnya dia siapa nya Haru,tapi saat ini dia sedang hamil,dan Haru dia sangat peduli padanya,apa dia istri Haru?,kalau memang keduanya memiliki hubungan,tapi kenapa tante ratna seakan menyodor kan ku?.
Astaga!!!! apa aku..aku saat ini berperan sebagai perusak hubungan orang?."""Ema membelalakan matanya ia sangat syok setelah menyadarinya situasinya
jangan lupa like favorite dan vote ya😊
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalkan komentar👇
dan jangan lupa follow akun author 👌