Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 63


__ADS_3

"Kau..kenapa kau di sini?." terkejut


"Apa maksud anda,tentu saja mencari Anda nyonya Ratna,Bukankah Anda harus melunasi pembayaran atas pekerjaan saya?."pria itu berbicara terus Maju ke arah Ibu Haru, Wajah Ibu Haru pucat pasi ketakutan karena pria itu membawa sebilah pisau di tangannya


"Hei Te.. tenanglah dulu jangan seperti ini,ka ka kau membuatku takut,letakan lah dulu apa yang kau pegang itu."ucap Ibu haru tergagap


"Tenang saja nyonya Ratna,Aku tidak akan menyakitimu jika kau menepati janjimu,cepat berikan uangnya atau kau ingin aku berlama-lama disini?."ancam pria itu lagi


"Baik-baiklah kau di sini aku akan mengambil uangnya." ibu Haru memundurkan tubuhnya lalu menuju ke kamar untuk mengambil uang tersebut


Di dalam kamar


"Sial Kenapa jadi seperti ini, tidak bisa,tidak bisa seperti ini aku harus memikirkan cara lagi." lalu ibu Haru mengambil handphonenya dan keluar sambil membawa uang di dalam amplop berwarna coklat


"Ini...Ini bayaranmu." Ibu Haru menjulurkan Amplop yang di tangannya tapi sebelum pria itu menyambutnya ia menariknya kembali


"Nyonya jangan bermain-main denganku Aku bisa saja berbuat nekat bila kau permainkanku."ucap pria itu


"Hahaha apa Kau pikir aku bodoh,Kalau kau mau minta bayaran yang pantas,maka bekerja lah dengan benar,coba lihat dirimu sekarang,pekerjaanmu sama sekali tidak beres,tapi berani nya kau meminta bayaran full,kau lihat ini?"Ibu baru menunjukkan handphone yang dipegangnya disana tertulis nama seseorang yang membuat pria tersebut menganga


"Nyonya apa yang kau lakukan?."pria tersebut berteriak


"kau tahu kan aku bukan orang yang baik, dengan sekali ketik Kau pasti sangat tahu apa yang akan terjadi."ibu Haru tersenyum jahat


"Tidak....tidak nyonya Ratna Tolong jangan lakukan itu aku aku berjanji tidak akan meminta uang lagi padamu."ucap pria iyu


"Apa Kau pikir yang aku lakukan ini semata-mata karena uang?,kau terelalau meremehkanku uangku sangat banyak hanya untuk membayar mu saja itu adalah hal yang sepele."jawab ibu Haru


"lalu apa keinginanmu."Jawab pria tersebut


"Mudah saja,teruskan pekerjaanmu." ucap Ibu Haru


"Apa maksudmu,apa aku harus tetap mengikuti gadis bernama Hani itu."tanya pria tersebut


"Ya kurang lebih seperti itu."ibu Haru


"Apa tidak ada yang lain?,apa anda tidak lihat apa yang terjadi pada saya saat ini?."pria itu berteriak


"Memang nya apa urusan ku?."jawab ibu Haru


"Apa!!!saya babak belur begini karna....."ia terpotong


"Tidak..aku tidak boleh bilang kalau aku sudah ketahuan oleh putra nya,bisa saja dia marah dan menelpon orang itu,Aku hanya perlu lebih berhati hati agat tidak ketahuan"batin pria tsb


"lalu apa saya hanya harus mengikutinya seperti sebelum nya saja?."tanya nya


"Heemm..ya...tapi aku juga ingin kau melakukan sesuatu." ibu Haru mengambil kunci mobil dan melempar Kan pada pria tersebut


"Ambil ini." ucap Ibu Haru


"Kunci mobil, Kenapa Anda berikan ini kepada saya?."


"Kau bawa saja dulu dan tunggu perintahku."Ucap ibu Haru


pria tersebut sedikit kebingungan tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa lagi ia hanya menurut dan membalik tubuhnya menuju pintu keluar


"Tunggu dulu."cegah Ibu Haru


"Ada apa lagi?."tanyanya


"Bawa ini kau terlihat sangat menyedihkan Pergilah membeli makanan sebelum kau kerja,aku tidak mau kau bekerja dengan tidak benar nantinya karena lapar." ibu Haru melempar kan Amplop berisikan uang yang ada di tangannya


"Terima kasih nyonya."pria itu membungkukkan badannya dan pergi dari rumah Ibu Haru


Ibu Haru masih berdiri di tempatnya sambil menyilangkan tangannya dihadapkan tubuhnya wajahnya terlihat menyusun sesuatu yang tidak baik


___________________________________________


pria tersebut sebenarnya dulunya adalah seorang detektif yang lumayan terkenal di kota tersebut banyak prestasi yang ia dapatkan banyak kasus yang dapat ia pecahkan .Tapi semenjak anak dan istrinya dibunuh oleh seorang tersangka yang ia tangkap ia mulai kehilangan dunianya dia mulai sering mabuk-mabukan bermain judi. satu demi satu dunianya runtuh dari pekerjaannya rumahnya harta Bendanya ia gadaikan untuk bermain judi dan sekarang ia sedang memiliki utang yang sangat banyak pada rentenir,saat ini ia sedang di kejar kejar oleh rentenir tsb.kenyataan itu diketahui oleh ibu Haru Hal itulah yang digunakan Ibu Haru untuk memeras mata-mata tersebut.


Iya mengancam akan memberitahukan keberadaannya kepada rentenir tersebut karena merasa nyawanya terancam mau tidak mau ia menuruti semua perintah ibu Haru.


___________________________________________


Di tempat lain Hani meminta Haru menghabiskan waktu bersma denganya

__ADS_1


"Kenapa meminta ku kesini?,kau ingin beli sesuatu?,katakan saja..biar aku suruh orang yang urus."ucap Haru


"Kau itu kenapa sih,kan aku sudah bilang ingin kencan dengan mu,aku ingin menghabiskan waktu dengan mu seperti orang biasa,kita jalan jalan,makan,ngobrol,lalu setelah hari sudah gelap,kita pulang."Hani bicara dengan senyumnya yang manis


"Aa..setelah gelap kita pulang kerumah,lalu kita ngapain?."Tanya Haru dengan wajah nya yang menjebak


"Hahhh...ki kita..ya kita istirahat."Hani gelagapan dan membuang pandangan nya


"hssst..mm..kalau aku tidak ingin langsung istirahat gimana?."Haru masih melanjutkan


"Heyy...tutup mulut mu,kenapa kau membicarakan hal seperti ini di tempat umum."Hani berbicara berbisik sambil membungkam mulut Haru dengan telapak tangan nya


"Baiklah..baiklah..aku akan berhenti." ucap Haru


Hani lalu melepaskan tangan nya


Haru dan Hari menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan mereka berdua berjalan dan berbincang santai saat berjalan Hani terhenti di sebuah toko perlengkapan bayi,ia melihat Sepasang Sepatu yang sangat cantik di dalam lemari.matanya berbinar-binar seperti ingin meraih Sepasang Sepatu yang sangat lucu itu


"Ada apa Hani?." tanya Haru


"Haru Coba kau lihat itu Bukankah itu sangat manis." tanya Hani


"Itu sangat cantik tapi Bukankah itu sepatu anak gadis"Tanya Haru


"Hmmm... itu memang sepatu untuk anak gadis."Hani berbicara sambil tak menghentikan senyumnya


"Kau menginginkannya, kalau gitu Ayo kita beli."Haru menggandeng lengan Hani dan membawanya masuk ke dalam toko tersebut


"Hei... tidak tidak usah,lagi pula kita kan belum tahu Blue itu laki-laki atau perempuan nanti malah tidak terpakai."ucap Hani


"Apakah itu masalah kalau kau ingin membelinya beli saja bukankah kau menyukainya terpakai atau tidaknya itu urusan nanti. aku ini sangat kaya jangankan hanya sebuah sepatu toko ini jika kau menginginkannya akan ku belikan,Ah tidak...atau kau mau mol ini, jika kau menginginkanya aku akan menyuruh Jero mengurusnya hari ini juga." jawab Haru


Hani terpaku,ia tak begitu menduga pria pria di hadapan nya itu akan bicara seperti itu


"Baik baik...kau memang kaya,tapi maksud ku bukan begitu, orang tua bilang kalau kita membelikan benda yang akan di pakai atau apapun untuk bayi yang masih dalam kandungan itu tidak boleh." ucap Hani


" Hahaha kau itu orang modern Kenapa masih percaya dengan hal-hal yang seperti ini." Jawab Haru


" kata-kata orang tua kadang juga benar kau tidak boleh menyepelekan." ucap Hani


" Apa kau cari masalah ya. Ya sudah aku tak peduli lagi kata-kata Orang tua, ayo.... ayo kita masuk aku kan beli apapun yang aku inginkan,kau...jangan sampai menyesal karna kau pasti akan mengeluarkan uang yang begitu banyak,mengerti!!."Hani kesal dan berjalan lebih dulu menuju toko tsb


Haru terkekeh melihat Hani yang tak bisa di kompori


"Apa yang kau lakukan..cepat..kau bilang mau membelikan ku toko ini,apa kau menyesal?."Tantang Hani


"Baiklah..ayo pilih apa pun yang kau mau."Haru menghampiri Hani lalu menggandeng tangan nya


"Selamat siang tuan nyonya,ada yang bisa kami bantu."sapa pegawai toko


"Eee..itu..bisa kah kami melihat sepatu yang disana?."tanya Hani menunjuk sepatu yang ia pandangi sejak tadi


"Tentu boleh nyonya,silahkan anda duduk di sini,akan saya ambil kan."pegawai toko


"Duduk lah dulu,kau pasti lelah."Haru membantu Hani duduk


"Ini sepatu nya nyonya."pegawai toko


"Wahh...bagaimana bisa benda kecil ini begitu cantik."Hani memandanginya dengan wajah bahagia nya


"Apa kau begitu menyukai nya?."tanya Haru


"Hmmm."Hani mengangguk sambil menengok kearah Haru


"Baiklah,kami akan ambil ini."Haru


"Baik tuan,Apa ada yang lain lagi?."pegawai toko


"Tidak..cukup itu saja."Hani menggeleng geleng kan kepala nya cepat


"Kenapa?,bukan kah kau bilang mau memeras ku."tanya Haru


"pufff."pegawai toko menahan tawa karna mendengar pembicaraan Haru


Haru dan Hani yang mendengar langsung menengok kearah pegawai tsb

__ADS_1


"Ehh..maaf kan saya tuan,saya tidak bermaksud mentertawakan anda."pegawai toko membungkuk meminta maaf


Hani melihat respon Haru yang masih mengerut kan kening nya langsung menyambar


"Hahaha...tidak papa..kau tidak perlu terlalu sungkan."Hani tidak ingin ada situasi aneh karna kemarahan Haru


Haru pun lalu memaklumi nya


"Kau yakin tidak ingin beli yang lain lagi?."tanya Haru


"Ini sudah cukup,mari kita habis kan uang mu lain kali saja,oke?."jawab Hani


Keduanya pergi dari toko tsb dan berjalan tanpa arah di mol besar itu


Banyak mata yang memandang kedua nya dengan pandangan yang tak bisa di artikan.Hani mulai merasa risih,perasaan nya sedikit tidak nyaman dengan pandangan orang orang,ia terus saja menunduk


"Hani... apa kau tidak lelah,ayo kita istirahat dulu,dari tadi kau ingin jalan jalan tapi tanpa tujuan....Haru terhenti saat ia berbicara menghadap Hani,di lihat nya gadis itu tertunduk tanpa mendengar kata kata nya


"Hani..kau baik baik saja?."Haru menghentikan langkah nya


"Hah...ah..iya aku baik baik saja."Hani mengangguk


Haru tidak tau apa yang terjadi,ia lalu memandangi sekeliling nya


"Apa kita pulang saja?."tanya Haru


"Hahh..baiklah,mari kita pulang saja."ucap Hani


Saat berjalan pulang


"Hsssttt..Ahh."Hani memegang perut nya


"Kenapa kau sakit lagi."Haru sigap menopang tubuh Hani


"Tidak papa..ini sudah sering terjadi,sebentar lagi pasti hilang."ucap Hani


"Mana boleh begitu,ayo kita kerumah sakit."Haru


"Tidak usah."Hani


"Hani..."Haru terpotong saat Hani menggenggam tangan Haru


"Aku tidak papa...percayalah,Kalau hanya seperti ini saja aku kerumah sakit hanya akan di tertawakan dokter,sebentar lagi ini akan hilang Haru...."Hani mencoba meyakinkan


"Baiklah kalau itu mau mu."Haru menyerah


"Kalau begitu kita istirahat dulu di sana."Haru langsung mengangkat tubuh Hani dan membawanya di resto yang ada di tempat tsb


"Haru turunkan aku,coba lihat orang orang memandang kearah kita."Hani malu


"Biarkan saja,mereka pasti tau kalau kau sakit,makanya aku menggendongmu."Haru lalu menurunkan Hani dan mendudukan nya di kursi


"Kau ini..membuat ku benar benar malu."Hani menutupi wajah dengan telapak tangan nya


"Kau tidak suka mereka melihat mu?,tunggu di sini akan kusuruh orang ku mencongkel mata mereka."Haru lalu berdiri dari duduk nya


"Aaa..tidak..tidak,tidak,kau tidak perlu melakukan hal seperti itu."Hani memegangi lengan Haru


"kenapa menghalangiku,kau kan tidak suka mereka memandangimu."ucap Haru


"Heyyy sudah lahh."Hani menenangkan


Tiba tiba Hani tertawa lirih


"Kau tertawa?."tanya Haru


Hani masih tertawa kecil


"Hani kau membuat ku takut."imbuh Haru


"Aku hanya senang saja...ternyata ayah Blue sangat peduli padaku ya."Hani bicara menyangga kan wajah nya di kedua telapak tangan nya


"Apa kau baru sadar?."Haru


"Hmmmm"Hani mengangguk

__ADS_1


__ADS_2