
Sian yang masih penasaran menghampiri haru yang sedang memasak, ia mengambil pisau,dan berinisiatif untuk membantu Haru dan tiba-tiba memulai pembicaraan
" Apakah saya boleh tahu,apa maksud anda mendekati Hani? tanya Sian kepada Haru
Haru seketika menghentikan kegiatannya
"Apa maksud mu menanyakan itu?". tanya Haru
"tidak ada,hanya saja saya merasa tidak nyaman
dengan kehadiran Anda"ucap Sian
" apa hakmu mengatakan itu ,apa kau kekasihnya?". tanya Haru
" Bukan, aku Bukan kekasihnya,Tapi saat ini Akulah Wali nya Hani"jawab Sian
"hah...bukan wali sah bukan,aku yakin itu hanya pengakuanmu sendiri saja,belum tentu Hani juga menganggap hal yang sama". ucap Haru
Sian memang sedikit kesal dengan ucapan haru,tapi ia terus memperhatikan gelagat Haru sedari tadi,dia memperhatikan walau pun Haru berbicara kasar,tapi nampak ia sangat perhatian kepada Hani,dan dari cerita Hani pun dia juga bisa menyimpul kan bahwa haru begitu memperhatikannya
"ya benar Aku memang bukan Wali sahnya, tapi selama ini aku dan Loly lah yang menjaganya,apa anda tahu, pria yang menghamili Hani sama sekali tidak bertanggung jawab atas kehamilannya, dia menanggung segala nya sendiri,dia harus bekerja saat dia sedang dalam keadaan mengidam,dan sampai sekarang saat perutnya membesar pun dia juga masih bekerja,Aku tidak tahu kenapa masih ada pria yang tidak bertanggung jawab seperti itu di dunia ini" ucap Sian,dengan niat menyinggung Haru
mendengar ucapan Sian,ia yakin bahwa Sian mengetahui semua tentang Hani,Haru pun berfikir untuk mengorek informasi dari Sian
" memangnya siapa pria itu?, apa kau Bisa mengatakan nya padaku?."Haru penasaran
"Entahlah,aku juga tidak begitu mengenali pria itu, yang jelas Menurutku dia pria paling pengecut di dunia ini,dia hanya berani berbuat,tapi tidak mempertanggung jawabkan perbuatan nya". jawab Sian
Pikiran Haru semakin berkecamuk,ia merasa kata\-kata Sian ditujukan padanya,tapi ia masih bingung kenapa hani tidak mau mengakui saat ia menanyakan nya
Setelah beberapa waktu,kedua pria ini selesai dengan masakannya ,Hani dan Lolly juga keluar dari kamar,mereka membantu menyiapkan makanan ke atas meja
"Wah ini terlihat enak, Apakah anda yang memasak ini?." tanya Loli sambil memandang Haru
"hm"Haru hanya mengangguk tanpa menjawab
"Loly...masakan nya bukan cuma terlihat enak,tapi memang benar benar enak,saat itu aku sudah mencobanya"ucap Hani,yang memuji dengan tulus,dan seraya membuat Haru merasa bangga
"Oh iya,bukan kah anda perlu memperkenalkan diri, Kalau boleh tahu siapa nama Anda?."tanya Loli
ia langsung menjawab
"Haru, Namaku haru".jawab nya cepat
ia lalu melirik kearah sian
" Kenapa Anda memandang saya?" tanya Sian
"bukankah kau juga belum memperkenalkan diri ucap Haru"ucap Haru
"Kenapa anda bertingkah seperti pemilik rumah?."ucap Sian
"Apa susahnya menyebutkan nama?, kau hanya perlu Sebutkan namamu selesai bukan?." ucap Haru
__ADS_1
Hani yang melihat ketegangan di antara keduanya berusaha mencair kan suasana
"hahaha, Kenapa kalian berdua seperti ini,dia Sian, namanya adalah Sian,kau sudah tahu kan sekarang, jadi mari kita makan saja sekarang oke"ucap Hani
Mereka berempat duduk di meja makan yang kecil itu,Hani dan Haru duduk berhadapan,begitu juga Loli dan Sian
"Wah... ini enak sekali Anda benar-benar yang memasak semua ini"tanya Loli
"Kamu terlalu melebih-lebihkan, aku juga membantu memasak!!"ucap Sian sedikit kesal
" Benarkah,heyyy.. aku tahu kau kan tidak bisa masak"Ucap Loli
" Apa maksudmu aku bisa masak kok,bukan kah aku sering membuat kan mie instan untuk mu selama ini"Sian membantah
"pffttt"Hani menahan tawa,begitu juga dengan Haru ia juga tak bisa menahan senyum nya
"ada apa?,apa kalian menertawakan ku?,memasak mie instan juga sebuah keahlian bukan?"ucap nya semakin kesal
"iya,iya ..baiklah sayang ku,kamu memang sangat pintar memasak mie instan,tidak ada orang di dunia ini yang bisa memasak mie instan yang lebih enak dari dirimu,hmmm"ucap Loly sambil memegang tangan Sian
" Ah sudahlah kau hanya ingin menghibur ku saja, Bilang saja kalau kamu lebih menyukai masakannya bukan?".ucap Sian cemburu
"tidak... aku tidak mengatakan itu, aku hanya mengatakan Masakannya enak, tapi bagiku Aku lebih menyukai mie instan buatanmu".ucap Loly memberikan senyum manis pada Sian
"heyyy kalian berdua berhentilah,kenapa kalian bermesraan di hadapanku?"ucap Hani
entah mengapa hati Haru sangat gembira,saat mengetahui bahwa Sian dan Loly ternyata pasangan kekasih,ia terus saja menahan senyum nya karna sangat senang,ia merasa bahwa Sian bukan lah ancaman baginya
"Benarkah, Aku memang sangat lapar, aku melewatkan makan siang tadi". jawabannya
"Kenapa kau ceroboh sekali,kau harus menjaga kesehatan mu dengan benar". omel Haru sedikit meninggikan suaranya
Sian Loly dan Hani menatap nya bersamaan,mereka tak menyangka kalau Haru akan mengucap kan hal itu,omelan nya malah terdengar seperti orang yang ingin melindungi
"itu..itu aku tau,kenapa kau yang jadi repot dengan tubuh ku?".ucap Hani
"hahaha,tapi kurasa bukan begitu,kurasa blue tau yang dia makan adalah masakan buatan ayah nya"Loly keceplosan
"Loly"Sian menggenggam tangan Loly
"Loly"suara Hani juga terdengar
"apa?."Loly menjawab dengan wajah tidak bersalah nya.
"Hahh...astaga"Loly sadar yang ia katakan,ia langsung menutup mulut nya, semua mata menuju padanya,terutama Haru yang benar benar sangat penasaran dengan apa yang di katakan Loly,terlihat jelas ia menunggu penjelasan atas apa yang di ucap kan Loly
"hahaha..itu itu jangan dengar kan kata kata ku barusan Haru..eh maaf tuan Haru maksudku"Loly langsung kelabakan,itu malah membuat nya sangat nampak menyembunyikan sesuatu
"iya..tuan Haru Loly memang suka asal bicara,jadi saya harap anda jangan terlalu memikirkan kata kata nya"ucap Sian
__ADS_1
"tidak,.. kurasa itu bukan suatu kebetulan,siapapun Tolong jelaskan padaku". ucap Haru
"itu..tidak ada yang perlu kami jelaskan padamu,bisa kah kau pergi sekarang,?kurasa urusan mu sudah selesai di sini"Hani berucap sambil tertunduk
"apa maksud mu aku harus pergi,?saat ini orang yang sangat berhak berada di sini adalah aku"Haru mulai meninggikan suara nya
"ku mohon tolong jangan memaksakan kehendak mu tuan Haru,ini adalah rumah ku,aku berhak meminta siapa pun untuk datang dan pergi,jadi ku harap anda bisa monghormati fakta ini,dan lagi,jika ku katakan ini anak mu,apa yang ingin kau lakukan?,apa kau akan menikahiku atau semacam nya?".ucap Hani
mempertegas
"hah...itu,itu aku..".Haru tergagap
"tuan Haru,lebih baik anda pergi dulu,aku akan mengantar mu keluar"ucap Sian
Haru berjalan keluar tanpa menatap Hani,dan di susul Sian,ia berjalan keluar pintu rumah dengan langkah yang cepat,entah perasaan apa yang ia rasakan sekarang,tapi yang jelas itu membuat nya bingung
Haru berjalan lebih dulu di depan Sian
"tuan Haru,tunggu sebentar"suara Sian memanggil
Haru menghentikan langkah nya
"apa!!kalau kau tidak mau memberitauku juga lebih baik kau diam,dan jangan coba coba menghalangi ku untuk...."Haru terpotong
"aku tidak bermaksud menghalangi anda"Sian memotong dengan bicara sedikit santai
"tapi sebelum nya,bisakah aku bertanya,apa maksud anda mendekati Hani?"tanya Sian
"kenapa aku harus mengatakan itu pada mu?"ucap Haru dingin
"jika anda ingin tau atau tidak tentang kehamilan Hani sebenarnya,itu tergantung jawaban anda,karna aku tidak tau apa yang akan anda lakukan di masa depan kepada Hani"ucap Sian tak kalah dingin
Kedua pria ini saling tatap,kedua mata yang saling memancar kan sinar laser yang seakan terlihat ingin saling membunuh
"ada apa ini"tiba tiba seorang pria paruh baya datang dan berdiri di tengah tengah kedua pria yang bersitegang ini
"tidak apa apa pak,kami hanya sedikit melurus kan kesalah pahaman saja..hahaha"Sian langsung mencairkan suasana
Pria paruh baya itu adalah keamanan di lingkungan tempat tinggal Hani
Haru lalu berbalik pergi menuju mobil nya tanpa mengatakan apapun
"brakkkkkk"
jangan lupa like favorite dan vote ya😊😊
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalkan komentar👇👇👇
dan juga follow akun author ya😘😘