Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 44


__ADS_3

"Blue...aku bisa merasakan gerakan blue".ucap Haru karena memang tubuh haru menempel pada perut Hani saat memeluknya


Mendengar kata-kata haru Hani respek melepaskan pelukannya dari pria tersebut,keduanya sama-sama terkejut dan saling memandang.


Tapi Hani membuyarkan itu semua,


"Bukankah kau tadi bilang mau menjemputku?".ucap Hani sembarangan, sambil membuang pandangannya ke arah lain ia bingung harus merespon seperti apa


Saat di dalam mobil Haru masih terbawa perasaan tentang kejadian yang baru saja ia alami


" Apakah gerakan Blue Memang sekuat itu?,Hani Apa kau tidak merasa sakit saat dia terlalu begerak?,sebentar,Apa dia anak laki-laki?,Wah akan sangat bagus jika itu benar".ucap Haru antusias dan mengeluarkan senyumnya yang lebar


"Kau itu kenapa?,Kenapa kau begitu senang dengan hal sekecil itu,kau bertingkah seperti ayahnya saja". Jawab Hani


ucapan Hani seketika mematahkan semangat Haru senyumanan hilang dari Haru seketika Iya merasa Hani masih belum membuka hati sepenuh nya untuk dirinya


"aku memang belum menjadi ayahnya, tapi aku yakin akulah yang akan dipanggil Ayah oleh Blue nanti nya".Haru masih berusaha


"Hahh...terserah kau saja".jawab Hani,ia membuang wajah nya kearah luar jendela,padahal sebenar nya ia menyembunyikan senyum bahagia nya karna ucapan Haru


sesampainya di rumah Hani turun dari mobil,Haru mengantarkan sampai depan pintu


saat Hani mau masuk Haru juga mau masuk ke rumah,tapi Hani menghentikannya


"Kau mau ke mana?".ucap Hani


"Apa maksudmu tentu saja masuk".jawab Haru


" kenapa, kenapa kau harus masuk?,kau bilang hanya akan menjemputku saja".ucap Hani


"wahhh kenapa Kau jahat sekali,Aku hanya ingin masuk dan beristirahat sebentar di dalam Oke".Haru masih berusaha


"Tidak..kubilang tidak boleh ya tidak boleh, kau pulang lah sana,Aku sangat lelah aku ingin istirahat, jika kau masuk rumah,aku tidak bisa beristirahat". ucap Hani


" kenapa, kenapa kau tidak bisa beristirahat?, Memangnya apa yang akan kau lakukan padaku?," ucap Haru,sambil menutup bagian dada nya dengan kedua tangan nya


" apa, apa maksudmu?"Hani kelabakan melihat wajah Haru yang di buat buat


"aku tahu.... kau berpikir macam-macam kan?".Haru masih terus menggoda Hani


"Kau..apa maksudmu macam-macam?".teriak Hani yang menahan malu"ku bilang pulang ya pulang lah,kenapa kau ini susah di ajak bicara sih".imbuh nya


"oke oke,aku akan pulang".Haru menjawab lemas


"tapi...boleh kah aku meminta sesuatu?"ucap Haru

__ADS_1


"sesuatu?,apa yang kau minta?,aku bahkan tak punya apa apa,memang nya apa yang bisa ku berikan pada mu?".jawab Hani keheranan


tanpa aba aba Haru mendekat kan wajah nya ke wajah Hani dan


"Cuppp"Haru mendarat kan bibir nya ke bibir Hani,ia mengecup Hani dengan sangat lembut,membuat gadis di depan nya mematung ia membelalak kan mata nya karna terkaget,ia terdiam tanpa kata kata


"Aku sudah mendapat kan nya,kalau begitu aku akan pulang".Ucap Haru dengan memberikan senyuman nya


Haru lalu meninggalkan Hani yang masih berdiri di posisi nya,ia terlihat sangat puas melihat gadis nya itu terkejut sampai membeku


Saat Haru sudah pergi Hani tersadar


"apa itu tadi,dia dia kenapa dia mencium ku mendadak seperti itu,hahhh...jantungku,ada apa ini,seperti nya jantungku mau melompat,ahhh dasar pria itu,selalu saja semau nya sendiri".Hani mengomel sendiri


Haru yang masuk kedalam mobil nya juga merasakan hal yang sama,ia memegangi jantungnya yang terpacu kencang


"wahhh...aku melakukan dengan baik kan,iya..itu sama sekali tidak canggung kan,aku tidak terlihat seperti amatiran kan?,"ia membanggakan dirinya,karna memang ini pertama kali nya ia berhubungan dengan lawan jenis


"tapi kenapa jantung ku berdebar sekeras ini?,"Haru masih bergumam


__________________________________________


Saat di kantor Hani sibuk dengan pekerjaan nya


"drtt,drtt".Handphone Hani mendapat kan pesan


"Apa kau baik baik saja?".


lalu ia mendapat kan sebuah foto pemandangan pantai yang sangat luas dan indah


"kau ingat tempat ini?,ini tempat di mana aku menyatakan perasaan ku pada mu".sebuah pesan masuk lagi


"Ada apa dengan nya?,kenapa dia terus saja memancing masalah sih,jadi selama ini dia berada di sana".gumam Hani,pesan itu dari Aril,Aril pergi sudah lebih dari seminggu dan tidak ada yang mengetahui keberadaan nya,walau pun Hani tidak begitu peduli,tapi tak bisa ia pungkiri bahwa ia juga sedikit penasaran kemana pergi nya Aril,jdi ia memutus kan untuk membalas pesan Aril


"Aku baik baik saja,tidak perlu menghawatirkan ku,yang harus kau khawatirkan adalah Merry,sekarang dia seperti gadis gila yang kehilangan kekasih nya,jadi lebih baik kau hubungi dia".balas Hani di pesan


Hani lalu meletak kan handphone nya


Saat pulang kerja Hani di antar oleh Sian dan Loly


pas di halaman rumah Hani,mereka melihat Aril sudah berdiri di depan rumah Hani


" Apa yang dia lakukan di sini, Kenapa dia berada di depan rumahmu Hani".ucap Loli


" Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba berada di depan rumahku,Hahhhh jika Merry tahu dia pasti akan menggila lagi".jawab Hani

__ADS_1


" Ya sudah Mari kita masuk bersama saja".ucap sian


lalu ketiganya pun menuju ke rumah Hani,Ariel yang melihat Hani langsung menghampiri Hani dengan langkah cepat


"Hani,Hani Kau sudah pulang, kau tahu berapa lama aku menunggumu disini,kau bahkan tidak mau mengangkat telepon Ku".Ucap Aril sambil meraih tangan Hani


"Hei apa yang kau lakukan?". Loli menarik lengan Hani satunya


" Kenapa kau ikut campur Aku hanya ingin berbicara dengan Hani,kalian Pergilah".teriak Ariel


Walaupun dia tidak terlihat tidak terlalu mabuk tapi Hani bisa mencium bau alkohol dari tubuh Ariel


"kau mabuk Ariel, lebih baik kau pulang lah,lagipula tidak ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu". ucap Hani


"tidak-tidak aku tidak mau pulang,aku ingin mengajak mu ke suatu tempat dan berbicara denganmu Hani". Ariel masih akan meraih tangan Hani lagi tapi dihalangi oleh Sian


"maaf menyela,apa kau tidak bisa mendengarkan kata-kata Hani,dia sudah mengatakan kan tidak mau berbicara denganmu, jadi kuharap kau tahu diri untuk pergi dari sini".ucap sian


"Kamu itu siapa, Kenapa mengatur-atur Ku?"Teriak Aril


"kau menanyakan siapa aku, aku adalah teman Hani dan bila ada yang mengganggu Hani harus berhadapan dengan ku". jawab Sian tegas


" Hahaha Apa kau sekarang berlagak keren?". ucap Ariel tanpa aba-aba Ariel melayangkan tinjunya ke wajah Sian,Sian terjatuh seketika, Loli berteriak Ia lalu menghampiri Sian yang terjatuh ke lantai


"Sian,Sian kau tidak papa?, Astaga Bibirmu berdarah". ucap Loli


"tidak,tidak aku tidak papa".jawab Sian


Hani yang melihat itu lalu berteriak


" Ariel Apa yang sebenarnya kau lakukan?,Apa kau sudah gila?".teriaknya


"gila,ya aku memang sudah gila aku sudah tidak waras lagi aku sudah tidak bisa memikirkan apapun lagi selain dirimu Hani,Hani Aku menyesal aku menyesal telah meninggalkanmu,Aku menyesal telah mengkhianatimu, Aku menyesal telah memilih Marry daripada dirimu,aku berjanji akan ku tinggalkan Merry,aku akan baik dan setia padamu."ucap nya lalu meraih kedua belah tangan Hani lagi


"Aril sudah lah,aku tidak pernah meminta mu memilih ku atau Merry,ini semua memang keputusan ku,walau pun kau berpisah dengan Merry pun,aku tidak akan kembali pada mu lagi,aku sudah tidak mencintaimu lagi".Ucap Hani


"tidak,tidak Hani,kau begini karna masih marah pada ku kan,aku mengerti kau pasti tidak mudah melupakan itu semua,jadi aku akan menunggu mu sampai kau tidak marah lagi".Aril masih berusaha dan masih mencengkram tangan Hani


Hani meringis kesakitan karena kedua tangannya dicengkeram keras oleh Aril


"Lepas Ariel,kau menyakitiku".Ucap Hanii


tapi Ariel bukannya melepaskan tangan Hani malah ia ingin menyeret Hani untuk pergi dari tempat tersebut


Tapi belum sampai Iya melakukannya Tangannya sudah dicengkeram oleh seorang pria

__ADS_1


"Lepaskan tanganmu Kalau kau masih ingin hidup". ucap pria yang baru datang tersebut


__ADS_2