
"Hani,kau mengenal kakek ku?."tanya Haru
Hani hanya terdiam tanpa menjawab,ia mematung dan terus memandangi kakek Haru.
Kenangan demi kenangan buruk mulai tersusun di ingatan nya,ia merasa kembali di saat dunia nya hancur.
Kaki Hani terasa lemas sampai tak bisa lagi menyangga tubuh nya,seketika ia bersimpuh,tapi untung saja Haru menyambut nya sebelum Hani sampai kelantai
"Hani,kau tak apa?."tanya Haru khawatir
Hani hanya menunduk
"Ayah,ada apa ini?,katakan pada kami,pernah ada hubungan apa ayah dan Hani?."tanya bibi Haru
Kakek Haru pun juga hanya diam tanpa menjawab
Haru membantu Hani berdiri,menuntun dan menduduk kan nya di sofa yang tak jauh dari meja makan
"Hani katakan pada ku,ada apa sebenar nya?,bagaimana bisa kau mengenal kakek ku?."Haru bertanya lagi
"Haru Apa aku pernah bercerita padamu bahwa kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan 9 tahun yang lalu?."tanya Hani.Matanya berkaca-kaca ia bersusah payah menahan air matanya yang akan turun
"Tidak,kau memang tidak pernah menceritakan tentang itu, tapi aku tahu bahwa orang tuamu meninggal karena kecelakaan,dan kedua orang tua mu pergi bersamaan 9 tahun yang lalu." jawab Haru
"Tapi Apa hubungan semua itu dengan kakekku?." imbuhnya
"Kakekmu adalah keluarga dari orang yang bertabrakan dengan orang tuaku saat itu." jawab Hani
"Beliau menemuiku dan memberikan kompensasi yang sangat banyak kepadaku,saat aku masih di rumah duka."jawab Hani
" Apa jadi maksudmu kakekku adalah keluarga dari orang yang bertabrakan dengan orang tuamu?."Haru mulai menyusun ingatannya, pamannya atau suami dari bibinya memang meninggal 9 tahun yang lalu dan itu disebabkan karena kecelakaan juga
"Jadi maksudmu...."Haru terhenti dan ia menatap kakeknya
"kakek Apa benar ini semua." tanya Haru
Bibi haru pun lemas kakinya juga tidak mampu menopang berat tubuhnya lagi, Iya bersimpuh ke lantai dan langsung di tolong oleh bibik Sila,lalu ia membantu bibi Haru duduk di kursi makan
"Ayah tolong katakan sesuatu kenapa ayah hanya diam saja." pinta Bibi haru
"Ya memang benar,Gadis itu adalah putri dari kedua orang yang meninggal saat tabrakan dengan suamimu." jelas kakek Bagaimana mungkin
"Bagaimana mungkin takdir ini sangat menyakitkan?." ucap Bibi Haru,ia menutupi wajahnya dengan Kedua telapak tangannya ia menangis tersedu-sedu mengingat masa lalu yang pernah terjadi kepadanya
Hani yang sedari tadi menahan tangisnya pun ikut menangis ia menundukkan kepalanya menahan tangisnya agar tidak terlalu bersuara
Haru berdiri di tengah-tengah kakek dan Hani ia menundukkan kepalanya Iya bingung harus bersikap seperti apa saat ini, lalu sang kakek mengambil tongkatnya,perlahan berdiri menghampiri Hani
"Maafkan Kakek nak, saat itu Kau pasti sangat terguncang aku yakin saat itu kau membenci kami. Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan lagi,sebagai orang tua aku hanya bisa memberikan kompensasi berupa uang kepadamu
Saat itu putriku pun juga sangat terguncang,Iya tidak bisa menerima kepergian suaminya, pikiranku hanya ada putriku saja tanpa memikirkan bagaimana keadaanmu.Tapi saat aku tersadar aku mencarimu, Tapi kau sudah tidak ada lagi di tempat tinggalmu sebelumnya." Jelas kakek
"Iya saat itu saya memang sangat marah kepada anda,saya berpikir karena keluarga anda lah orang tua saya meninggal.Tetapi setelah beberapa tahun saya mulai berpikir dewasa, bukan hanya saya saja yang kehilangan tapi anda juga.Memang sedikit lama saya memendam kemarahan tapi akhirnya saya bisa menghilangkan itu semua. Tapi tetap saja saat saya melihat anda rasa sakit itu kembali saya rasakan." ucap Hani
"Maafkan kakek nak,Tapi itu semua sudah takdir.Bahkan saat ini kau bertemu dengan Haru, kau bersamanya Itu semua sudah takdir,takdir yang mempertemukan kita kembali."ucap kakek
Bibi Haru berdiri dari kursi makan,ia langsung menghampiri Hani ia bersimpuh di lantai di hadapan Hani yang duduk di atas sofa
"Maafkan suamiku Hani, Maafkanlah dia aku tahu ini sudah sangat terlambat,kecelakaan itu memang kesalahannya sehingga orang tuamu Meninggal saat itu.Tapi Aku bersumpah Hani suamiku tidak mungkin memiliki niatan seperti itu,dia adalah orang yang baik aku benar benar minta maaf atas nama suami ku."Bibi Haru memegangi kedua tangan Hani sambil bersimpuh
__ADS_1
"Bibi, jangan seperti ini,bibi tidak perlu melakukan hal seperti ini. Aku sudah mencoba memaafkan semuanya, ini semua sudah berlalu aku sudah tidak ingin lagi mengingatnya." ucap Hani sambil menarik Bibi agar ia berdiri
"Hani aku benar-benar minta maaf,selama ini aku benar benar ingin menemui mu,aku ingin meminta maaf pada mu secara langsung,aku ingin meminta maaf secara benar,karna saat itu aku juga terguncang aku bahkan tidak bisa berfikir dengan baik,hingga aku tidak memikirkan bagaimana keadaan keluarga korban,aku benar benar minta maaf Hani."bibi Haru masih terus meminta maaf dan terus menangis
Hani sudah tidak bisa menjawab,ia hanya terus menangis.Haru hanya terdiam melihat kedua wanita yang ia kasihi ini saling berhadapan dan menangis
___________________________________________
Sembilan tahun yang lalu~~~
Saat Jam menunjukkan pukul 08.40 malam, kedua orang tua Hani pulang dari toko bunga yang mereka kelola,mereka menaiki mobil pribadi yang sederhana.
Di dalam mobil keduanya berbicara ringan dan bersenda gurau layaknya pasangan suami-istri pada umumnya dan saat mereka di Jalan Raya ada mobil dari arah berlawanan yang melaju dengan sangat kencang.
Mobil mewah itu terlihat oleng pengemudinya terlihat tidak bisa mengemudikan mobilnya dengan benar.Mobil itu terus ke kanan dan ke kiri mengambil jalur lain.Karena laju mobil itu sangat kencang Ayah Hani tidak bisa lagi menghindari mobil tersebut dan akhirnya mereka bertabrakan dengan sangat kencang.
kedua orang tua Hani sempat di bawa ke rumah sakit,tapi selang beberapa jam ibu Hani meninggal,dan keadaan ayah Haru masih kritis.Tapi setelah satu hari ayah Hani juga pergi meninggalkan Hani
Pengemudi mobil mewah tersebut tak lain adalah paman Haru.
Paman Haru meninggal di tempat kejadian.Menurut penyelidikan polisi paman Haru menyetir dengan keadaan mabuk hingga menyebab kan kecelakaan.
Tapi bibi Haru tidak mempercayai itu,karna setaunya suaminya tidak begitu menyukai alkohol,suami nya adalah orang yang sangat menjaga tubuh nya.
walau pun dia mabuk bibi Haru sangat yakin bahwa suami nya tak akan menyetir sendiri.
Sebab itulah bibi Haru sampai sekarang masih diam diam meminta kepolisian tidak berhenti menyelidiki kasus tabrakan yang melibat kan suami nya,ia tidak mau ayah nya khawatir jika ia melakukan terang terangan,ia tidak mau ayah nya mengetahui dirinya masih belum menerima kepergian suaminya.
__________________________________________
Kembali ke kediaman keluarga Haru
Hani hanya terus menangis ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang Haru.Haru terus membelai rambut Hani,ia berusaha menenangkan nya tanpa kata-kata
Setelah beberapa saat Hani pun mulai tenang, mereka semua duduk di sofa mencoba meluruskan pikiran mereka masing-masing
"Kau sudah tenang?." tanya Haru
Hani hanya mengangguk
"Kakek,mari kita tunda dulu saja makan malamnya, kurasa hari ini masih belum tepat,Hani dan juga bibi perlu menenangkan diri saat ini." ucap Haru
"Ya kau benar". kakek mengangguk anggukan kepala nya tanda setuju "lebih baik kita tunda dulu saja apa yang akan kita lakukan hari ini, mari kita atur ulang kapan-kapan." ucap kakek
"Kalau begitu kami akan pergi dulu."ucap Haru seraya berdiri
"Ini sudah malam kenapa tidak bermalam di sini saja."ucap Bibi
"Bibi,Hani akan merasa tidak nyaman jika ia tidur disini."jawab Haru
"Iya,kau benar,kalian hati hatilah di jalan."ucap Bibi
Mereka berdua pulang tanpa makan malam
Sesampai nya di halaman rumah Hani~~~
Hani tertidur,ia terlihat kelelahan karna guncangan yang baru saja ia dapat kan.Haru menatapi wajah gadis yang sembab karna terlalu banyak menangis.
Haru mengangkat tubuh Hani dari mobil,ia membawanya masuk kerumah dan membaringkan tubuh nya di atas ranjang.Saat Haru membenarkan tubuh Hani,ia terbangun
__ADS_1
"Apa kita sudah sampai?."tanya Hani
"Hm..tidurlah lagi,kau pasti lelah."jawab Haru
Hani mengangguk lalu memejamkan mata nya kembali,Haru duduk di samping ranjang ia menunggu Hani terlelap sambil mengenggam tangan Hani
"Pasti sangat berat bagimu selama ini."Ucap Haru lirih
Saat Hani terlelap Haru keluar dari kamar,sebelum nya ia mengecup kening Hani lembut,ia memutus kan bermalam di sana dan tidur di sofa ruang tamu
___________________________________________
Di pagi hari~~~~
Haru bangun lebih dulu,ia pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan segar,setelah nya ia membuat sarapan untuk Hani
Saat ia sibuk di dapur
"Kau kenapa sepagi ini sudah di sini?."Hani baru saja terbangun
"Ah,kau sudah bangun,aku memang tidak pulang."Haru
"Apa jadi kau bermalam disini?,lalu kau tidur dimana?."Hani menghampiri Haru
"Disana."Haru menunjuk sofa
"Apa kau bisa tidur?."Hani
"Hm..aku tidur selama 1 jam."Haru menjawab dengan memberikan senyumnya
"Maafkan aku,kau seharus nya pulang saja,kenapa harus memaksakan diri untuk tinggal?."Hani tertunduk merasa bersalah
"Bagaimana mungkin aku meninggalkan mu sendirian?,sudahlah,aku sedang membuat sarapan untuk kita,lebih baik sekarang kau bersihkan diri dulu,aku akan menyelesaikan ini."Haru
Hani mengangguk dan menuruti perintah nya
Setelah selesai dari kamar mandi
"Duduk lah,sarapan nya sudah siap."ucap Haru
Hani bukan nya duduk,ia malah menghampiri Haru yang masih berdiri,ia langsung melingkarkan lengan nya ke pinggang Haru tanpa aba aba,gadis itu memeluk tubuh orang tanpa permisi,membuat si pemilik tubuh kaget
"Kau,kau kenapa?."tanya Haru
"Waktu itu aku meminjam kan pelukan ku padamu,apa sekarang kau tidak mau bergantian?."tanya Hani
"Hahh..tentu saja boleh,aku bukan hanya meminjam kannya,tapi akan ku berikan pelukan ku selama kau membutuhkan nya,aku hanya kaget saja."Jawab Haru,ia membalas pelukan Hani
"Terimaksih."Hani
"Hmm,apa kau juga butuh ciuman?,aku tidak akan keberatan memberikan nya juga."Haru menunduk memandang wajah Hani,Hani juga mendongak kan wajah nya dan...
"Cuuppp"
jangan lupa like favorite dan vote ya😊
jangan lupa juga tinggalkan komentar👇
dan jangan lupa follow akun author 👌
__ADS_1