Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 49


__ADS_3

Sore hari di kantor Hani~~~


Hani,Loly dan Sian berjalan beriringan menuju keluar kantor untuk pulang


"Malam ini kau mau kemana Hani?."tanya Loly


"Aku tidak ada rencana."Hani


"Kenapa cepat sekali bilang tidak ada rencana,sekarang kan kau sudah punya tuan muda Haru."Loly menyenggol tubuh Hani dengan bahu nya dengan senyum senyum


"Apa yang kau bicarakan,aku memang tidak ada rencana malam ini ."ucap Hani


"kalau begitu Bagaimana kalau kita makan malam saja bersama." ucap Loly


"Baiklah kita makan malam di rumahku saja ya."Hani


"Itu bukan ide yang buruk." Sian juga menjawab


Saat di parkiran ketiganya melihat mobil Haru sudah terparkir di halaman kantor dan sontak saja membuat Hani kelabakan ia tidak mau ada orang kantor yang melihat Haru menemuinya


"Astaga Apa yang dia lakukan di sini, Kenapa dia ada di sini?."Hani bingung


"Memangnya kenapa hani, kalau dia kemari. Bukankah itu hal yang wajar seorang pria menjemput kekasihnya". ucap Loli


"Wajar apanya, Bagaimana kalau ada orang yang melihat dia di sini,mereka pasti akan menjadikanku bahan perbincangan lagi,Aku sudah lelah Lolly, Aku tidak ingin lagi menjadi pusat perhatian di kantor."ucap Hani


"Sudah sudah, lebih baik kita hampiri saja."Sian melerai


Ketiganya lalu menghampiri mobil Haru yang terparkir lumayan jauh dari pintu keluar kantor.


Hani melajukan langkahnya lebih cepat dari ke-2 temannya, ia takut pria di dalam mobil itu akan keluar menghampirinya


Haru yang melihat Hani berjalan sedikit berlari mulai khawatir.Iya ingin keluar dari mobil, tapi sebelum ia membuka pintu mobilnya, Hani langsung mendorong dan menutupnya kembali,membuat pemilik mobil terkaget


"Apa yang dia lakukan" batin haru


Ia ingin membuka pintu mobil lagi tapi tetap ditahan oleh Hani,akhirnya Dia memutuskan membuka jendela mobilnya


" Apa yang kau lakukan." tanya Haru kepada Hani


"Diamlah tetaplah di tempatmu,jangan berani-berani keluar." Hani berbicara sambil berbisik Iya


menempatkan tubuhnya di tengah-tengah kaca mobil haru yang terbuka


"Kamu itu kenapa Katakan padaku, Kenapa tingkahmu aneh begini?."


"Tidak ada apa-apa Tuan Haru." Sian menjawab dari belakang Hani


"aku mohon Mengertilah sedikit,Hani hanya ingin melindungi dirinya sendiri."imbuh Sian


"Apa melindungi?,melindungi Apa maksudmu,memang ada apa denganmu, Hani Katakan padaku apa ada yang mengganggumu?."Haru khawatir


"Tidak, tidak ada yang menggangguku,justru kaulah yang menggangguku saat ini."Hani menjawab


"Apa maksudmu."Haru


"Sudah ku katakan bukan, jangan datang ke kantorku, aku tidak mau ada yang melihatmu di sini."Hani


"Aah begitu, kenapa kau sangat takut sekali, biarkan saja mereka tahu,kalau mereka berani Berbicara macam-macam tentangmu aku akan membereskan nya."Haru kesal


"Hah Kau ini memang sangat sulit diajak bicara ya."Hani


" Ya sudah Kau pasti sangat lelah berdiri di situ terus,masuklah Aku akan mengajakmu ke suatu tempat." ujar Haru


"ke mana?." tanya Hani

__ADS_1


"Sudah masuk saja,nanti kau akan tahu."jawab Haru


"Tapi aku sudah ada janji dengan mereka." Hani menunjuk kedua temannya


"Janji?."Haru langsung memandang kedua teman Hani,pandanganya sangat tajam, mengisyaratkan agar kedua teman Hani membatalkan janji mereka


"Heeyy Hani, apa yang kau bicarakan janji dengan kami itu tidak begitu penting, Sekarang kau kan sudah punya Tuan Haru ini, jadi kau pergi sajalah dengannya tidak perlu memikirkan kami,kami juga akan bersenang-senang sendiri kok."Loly yang biasa nya sangat lambat mengerti situasi,bahkan bisa langsung faham dengan arti tatapan Haru


"Kau Pergilah dengan Tuan Haru, lagi pula ini malam Minggu, Kami juga ingin berkencan."imbuh Sian


"Wah kalian sepertinya sudah bersekongkol ya. Katakan padaku berapa dia membayar mu?."tanya Hani kepada 2 temannya


"Aku juga berharap begitu, Aku harap dia membayarku dengan sangat banyak,tapi ini bukan hanya semata-mata masalah uang Haniku Sayang, tapi ini adalah pengertian kami terhadapmu,hehehe." Loli terkekeh


" Sudahlah jangan terlalu banyak berbicara lagi, Ayo cepat masuk,atau kau minta ku bukakan pintu mobilnya, baru kau mau masuk?, baiklah kalau itu maumu aku akan turun membukakan pintu untuk mu."Haru bergerak mengambil ancang-ancang akan keluar dari mobilnya


"Tidak, tidak,tidak,....tidak perlu,kau tidak perlu membukakan pintu Untukku, Aku akan masuk sendiri. Sudah kau di dalam saja oke,dan tutup jendela mobilmu ini Cepat,sebelum ada yang melihat mu."Hani lalu masuk kemobil


"Kalian berdua bersenang-senanglah ya,oh ya Hani Kau tidak perlu menelponku, aku yakin Malam Ini Kau pasti baik-baik saja."Loly berteriak saat Hani sudah di dalam mobil


" Apa maksud pembicaraannya itu?,dasar gadis cerewet ini ."gumam Hani


Haru melajukan mobilnya perlahan


"Kita mau kemana?." tanya Hani


"Ke rumah keluargaku."Haru menjawab singkat


"Apa!!ke kenapa kita pergi ke rumah keluargamu?."Hani sangat terkejut


"Kau akan tahu nanti saat sampai di sana."Jawab Haru


"Hei jangan seperti ini, kau membuatku takut. Katakan yang sebenarnya,Kenapa kau membawaku ke rumah keluargamu?. Aku benar-benar tidak siap." Hani ketakutan


"Memangnya apa yang harus kau siapkan,aku hanya akan membawamu menemui keluarga ku itu saja, kau tidak perlu terlalu takut, mereka tidak akan memakan mu." jawab Haru santai


"Sudahlah tidak usah merasa terbebani, ini hanya pertemuan biasa aku kan juga bersamamu." Haru sambil menggenggam tangan Hani agar ia tenang


Sesampai nya di kediaman keluarga Haru~~~~


Hani tidak berhenti menganga kan mulut nya saat ia baru saja melewati pagar kediaman keluarga Haru.


Rumah yang sangat besar ala eropa,dengan pilar pilar besar membuat rumah itu tidak layak di sebut rumah,melainkan istana.


Saat sampai Haru langsung di sambut beberapa pria berjas hitam yang berdiri tegap di depan pintu,mereka membukakan pintu mobil kedua nya,Hani berdiri di pinggir mobil tanpa bisa menggerakan kaki nya.Rasa gugup,takut,dan kagum bercampur menjadi satu


"Ayo masuk."Haru menghampiri Hani,seraya menggandeng tangan Hani


"Tu..tunggu dulu."Hani menghentikan langkah Haru yang akan membawanya masuk


"Ada apa?."Haru


"Eeee..itu,apa kita tidak bisa menunda nya dulu?,aku benar benar takut,dan lihat penampilan ku sekarang,lihat baju,rambutku,aku sangat berantakan sekarang,kita..ee...mari kita temui mereka nanti saja,hmmm."Hani memasang wajah memohon sambil memegangi lengan Haru


"Kita sudah terlanjur di sini,lebih baik kita masuk saja,tidak perlu gugup,aku yakin mereka pasti menyukai mu."Haru meyakinkan Hani dengan memegangi pundak Hani


"Wahhh...tamu istimewa kita sudah datang ya.Ru...kenapa kau tidak mengajak nya masuk?."Suara bibi Haru terdengar,sontak saja membuat Hani terkaget.


Ia langsung mengibaskan tangan Haru yang ada di pundak nya,dan langsung membungkan badan nya


"Halo nyonya,selamat malam."Hani langsung menyapa tanpa berfikir panjang karna gugup


"Selamat malam juga Hani."Bibi menjawab


"Hah..nyonya anda mengetahui nama saya?."Hani kaget

__ADS_1


"Tentu saja aku tau,Haru banyak bercerita tentang mu."bibi berbicara dengan senyuman hangat


yang terpasang di wajah nya


"Ahh..begitu kah,apa yang kau bicarakan tentang ku pada mereka?."Hani berbicara pelan yang hanya bisa di dengar Haru


"Jangan terlalu percaya dengan kata kata nya."Haru juga berbisisik


"Sudah sudah,cepat kalian masuk,cuaca di luar dingin."ucap Bibi


Haru menggandeng tangan Hani masuk rumah


"Bibi Sila,tolong bawa ayah turun,katakan cucu menantu nya sudah datang."bibi memerinta Art di rumah tsb


Hani yang mendengar wanita yang berjalan di depan nya menyebutnya cucu menantu,membuat kaki nya lemas


"Wah...cucu menantu?,apa benar nyonya ini menganggap ku seperti itu?."batin Hani


"Tangan mu berkeringat,santai lah saja,bila kau terlalu tegang akan tidak baik untuk blue."ucap Haru


"Bagaimana aku mau santai?,ini bahkan lebih menegangkan dari interview kerja."jawab Hani berbisik


"Haru kakek mu mungkin sedikit lama,bawa lah Hani ke kamar mu dulu,bibi akan menyelesai kan memasak lebih dulu."ucap Bibi


"Ahh..nyonya saya tidak terlalu bisa memasak,tapi saya bisa sedikit membantu."Hani memberanikan diri,walau pun ia takut tapi ia masih berusaha agar terlihat baik


"Apa yang kau bicarakan Hani sayang,kau itu tamu istimewa malam ini,mana mungkin kami meminta mu kedapur.Dan lagi berhenti memanggil ku nyonya,panggil aku bibi saja,karna kau juga harus melatih dirimu untuk masa mendatang,hmm."bibi Haru berbicara sangat lembut membuat ketegangan Hani sedikit berkurang


"Ahh tapi saya benar bisa membantu."Hani tertunduk


"Sudah lah Hani,walau pun kau ingin atau bibi mengizinkan mu,aku juga tak akan membiarkan mu memasuki dapur untuk memasak,kau kesini bukan untuk itu,jadi lebih baik sekarang kau ikuti aku saja."Haru menarik Hani berjalan


"Ehh..tapi....."tubuh Hani tertarik tanpa bisa melawan,bibi hanya tersenyum bahagia melihat keponakan nya yang terlihat sangat menyayangi gadis yang di bawa nya itu


Haru mengajak Hani ke lantai 2 rumah nya,mereka terus berjalan melalui pintu pintu yang Hani rasa tidak ada habis nya,dan akhirnya mereka berhenti di suatu pintu kamar


"Ceklekkk"suara pintu terbuka


"Selamat datang di masa kecil ku."Haru berucap saat ia membuka pintu kamar nya,mereka berdua masuk ke kamar tsb.Di lihat Hani kamar yang sangat besar,ada kasur susun dan banyak mainan anak anak di sana.Atap rumah yang di buat transparan hingga membuat nya bisa menatap langit malam dengan jelas


"Wahhh....apa ini kamar saat kau masih kecil?."tanya Hani


"Hmmm...tapi bukan hanya saat kecil,aku tinggal di kamar ini selama 19 tahun."Jawab Haru


"Benarkah?,apa setelah usia mu 19 tahun,kau pindah kamar?."tanya Hani


"Tidak."Haru


"Lalu?."Hani


"Aku pindah rumah."Haru


"Kenapa?."Hani


"Ceritanya panjang,akan ku ceritakan kapan


kapan."Haru


"Aaa..baiklah."Hani


Hani berjalan jalan memandangi sekitaran kamar dan~~~


"Prannnkkkk."


jangan lupa like favorite dan vote ya😊

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan komentar👇


dan jangan lupa juga follow akun author👌🤔


__ADS_2