
"tunggu apa maksud nya,apa yang dia maksud saat kejadian kami di klub hari itu?,jadi dia dari awal memang mengingat ku"batin Hani
Saat ini Hani sangat ingin menanyakan apakah memang semua ini di sengaja,tapi ia berfikir orang ini belum menandatangani kontrak,bila ia menayakan ini sekarang suasana akan sangat canggung
Haru telah selesai dengan pekerjaan nya,ia lalu menyusul duduk di hadapan Hani
"ini,anda bisa baca dan fahami terlebih dahulu"ucap Hani sambil memberikan berkas
Haru membaca kontrak itu sambil bersandar di sofa dan menyilangkan kaki nya,ia membaca dengan serius sambil menggosok kan jari telunjuk nya ke bibir,tampak seperti orang yang benar benar serius
lagi lagi Hani perpana oleh pesona pria ini,ia menatapi kharisma pria yang tidak bisa ia pungkiri memang sangat tampan
"Hani kumohon sadar lahhhh,apa kau ingin mempermalukan dirimu lagi"batin Hani mengingat kan diri nya sendiri
"baik lah,aku setuju"ucap Haru
"ah...begitukah,bagus lah kalau anda menyetujui nya"ucap Hani
Haru lalu mengambil pena untuk menandatangani kontrak itu,tpi belum sampai ia melakukan nya,ia lalu berhenti
"ada apa?,apa ada yang kurang?"tanya Hani bingung,ia sudah merasa sangat senang karna dengan pria itu menandatangani kontrak dengan cepat maka ia juga bisa pulang dengan cepat
"tidak,aku hanya lapar ,aku tidak bisa melakukan apa pun jika sedang lapar"ucap Haru datar,lalu meletak kan pena nya kembali
"whatttt,dia kan hanya lapar,apa sampai tidak kuat tanda tangan?batin Hani yang mulai kesal
"ta..tapi,......"Hani terpotong
"aku akan makan dulu"ucap Haru
Haru sudah memperkirakan semuanya,jika ia tanda tangan sekarang pasti gadis itu langsung pergi tanpa makan masakan yang ia buat,karna ia juga tak bisa memungkiri kalau ia memang sengaja memasak untuk Hani
Haru lalu menyiap kan semua makanan di meja makan
"kemarilah"ucap Haru
"tidak..tidak...terimakasih,anda silah kan makan saja,saya akan tunggu"ucap Hani menolak
"kemarilahh...aku masak cukup banyak"ucap Haru lagi
"tidak terimaksih"tolak Hani lagi
Haru merasa hilang kesabaran ia langsung menghampiri dan menarik tangan Hani untuk ke meja makan
"bangun lah ayo makan dulu"ucap Haru
__ADS_1
"eh..tapi....ahhh...hstttt"Hani meringis kesakitan di bagian perut karna ia berdiri mendadak karna di tarik Haru
"ada apa?,apa perut mu sakit?"tanya Haru gugup tapi masih berusaha tenang
"tidak,tidak papa,ini hanya sedikit nyilu saja"jawab Hani,lalu rasa sakit itu hilang
"kau yakin tidak papa?"tanya Haru yang masih memegangi lengan Hani
Hani menjawab dengan anggukan
"ya sudah ayo kita makan dulu"ucap Haru menggiring Hani ke meja makan
Mata Hani membelalak melihat makanan yang ada di meja,terlihat enak semuanya
"anda memasak semua ini sendiri?tanya Hani
"hmm" Haru hanya mengangguk
"makan lah"imbuh Haru
"tapi ini....."Hani terpotong
"teman ku bilang dia mau datang kerumah ku,tapi baru saja dia bilang tidak jadi,dan aku sudah terlanjur masak begitu banyak,aku tidak akan mampu memakan nya sendiri,pilihan lain nya aku hanya bisa memberikan pada anjing tetangga,jadi kau jangan salah faham"ucap Haru datar
"ah...baik lah,aku akan makan dengan baik"ucap Hani kesal
"jadi kau menyamakan ku dengan anjing ya?,kau kan bisa memberikan kepada tuan nya anjing,kenapa harus anjing nya?"batin Hani menggerutu
saat di tengah makan,Haru melihat mobil yang masuk halaman rumah nya,ia sangat mengenali mobil itu
"sial,kenapa mereka datang"batin Haru
itu adalah mobil semi,tapi biasa nya Dion dan semi adalah satu paket,Haru merasa Semi tidak mungkin datang sendirian
"kau lanjutkan saja makan nya aku akan keluar sebentar"ucap Haru pada Hani
"hmm,anda mau kemana?tanya Hani
"aku ada urusan sebentar,kau tetap lah disini dan jangan kemana mana,mengerti!!!Haru menekan kan kata kata nya
Hani hanya mengangguk
Haru berjalan setengah berlari menghampiri teman nya,agar merka tidak masuk dan melihat Hani,dan ia saja mereka datang satu paket
"kenapa kalian kemari"Haru mengahampiri dan langsung memberikan pertanyaan
__ADS_1
"memang kenapa,apa kami harus laporan dulu kalau mau kesini?tanya sian yang lebih dulu turun dari mobil
Dion yang baru saja turun dari mobil langsung mengatakan
"heyy sobat,kau menyambut kami,tidak biasanya,lihat wajah mu kau terlihat sangat senang kami datang kemari"ucap Dion
ekspresi wajah Haru jelas jelas panik,tapi Dion melihat malah seperti kebahagiaan
"kalian pulang lah sekarang"ucap Haru
"memang nya kenapa?tanya Semi
"sudah lah jangan banyak tanya turuti saja kata kata ku"Haru masih berusaha keras
"heyyy Haru,kami kesini ingin mengajak mu ke klub,tapi kalau kau tidak mau juga tidak papa,kita bisa minum di sini saja,kenapa harus mengusir kami?"ucap Sian
"iya...kenapa dengan mu,ahhhh jangan jangan ada yang kau rahasiakan dari kami yaaa"ucap Dion
"apa maksud mu,jangan ngawur sudah cepat pergi lah sana,kalian ingin ke klub bukan,pergilah hmm,nanti aku akan menyusul oke"bujuk Haru
"kau benar benar mencurigakan"ucap Semi menggosok gosok dagu nya dengan dua jari nya
"aku setuju semi,aku yakin pria es ini menyembunyikan hal besar di dalam rumah"jawab Dion
"ayolah....ku mohon,untuk saat ini saja turuti kata kata ku"ucap Haru yang mulai putus asa
Dion dan Semi saling memandang,mereka mengisyarat kan untuk pergi saja
"baiklah kami akan pergi"ucap Semi
"benar kah,bagus lah kalian pergilah bersenang senang,aku pasti akan menyusul"ucap Haru senang
kedua teman nya pun kembali menuju mobil
Dari dalam Hani bisa melihat bahwa Haru sedang berbicara dengan 2 pria,dan terlihat ada perdebatan di sana,karna merasa tidak nyaman ia memutuskan untuk keluar,tanpa mengindah kan pesan Haru tadi.
Tapi bukan Semi dan Dion namanya jika mereka menyerah,saat mereka hendak membuka pintu mobil,kedua nya memberi aba aba dan berlari ke arah rumah
Haru yang menyadari langsung menghalangi teman teman nya tsb,tapi karna Haru kalah jumlah,Dion bisa melepas kan diri dari Haru dan berlari menuju pintu rumah,tapi saat dia hendak membuka pintu,Hani lebih dulu keluar dari dalam rumah,yang membuat suasana ramai tadi menjadi hening seketika,Dion yang biasa sangat berisik tiba tiba mematung karna sangat terkejut,begitu juga semi ia memandangi Hani lalu memandangi Haru dan terus bergantian memandangi kedua nya,Haru hanya pasrah menundukan kepala nya
"kenapa dia keluar"batin Haru putus asa
#pada penasaran kan sama kelanjutan nyaaaa,di jamin makin seru looo,oo iya jangan lupa tinggal kan komentar ya,tapi komentar nya jangan yang jahat jahat,author orang nya nggak bisaan soal nya,takut nya ntar author jadi kurus kalo baca yang jahat jahat😊😊,semoga semua pembaca ku selalu sehat ya..#
jangan lupa like,favorite dan vote ya😊😊
__ADS_1