Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 59


__ADS_3

"Apa yang harus kulakukan sekarang?,apa aku minta maaf saja pada Hani?."Ema kebingungan sendiri,hingga raut wajah bingung nya nampak oleh bibi Haru


"Ema..ada apa?,kenapa kau terlihat bingung?."tanya bibi


"Hah..ah tidak papa bi,o iya bi boleh kah aku menyusul Haru dan Hani?."tanya Ema


"untuk apa Ema ingin bertemu mereka berdua?."batin bibi,belum sempat bibi menjawab ibu Haru menyambar


"Hohoho,tentu saja boleh Ema sayang,kenapa kau bertanya,pergilah temui mereka,kau juga pasti sangat merindukan Haru bukan?."Ibu Haru memancing suasana,ia merasa semua nya berjalan sesuai dengan yang ia ingin kan.Ia berfikir Ema masih seperti dulu saat mereka masih remaja,saat Ema tidak peduli dengan apapun untuk mendapat kan perhatian Haru


"Ah iya,silahkan Ema,mungkin mereka di kamar Haru."imbuh bibi


"Terimakasih bi,kakek, tante ratna saya permisi dulu."Ema lalu pergi menuju kamar yang di maksud


"Bagus Ema,terus kejar Haru,jangan pernah lepas kan putra ku."batin ibu Haru


"Apa maksudmu membawa Ema kemari ratna?."kakek memulai pembicaraan


"Ayah mertua,aku hanya ingin mengembalikan keadaan seperti seharusnya."ibu Haru menjawab santai sambil menyuap makanan nya


"Apa...apa kau bermaksud menjodoh kan Ema dengan Haru,apa kau tidak lihat Haru sudah bersama Hani sekarang,lagi pula sangat mestahil kalau kau tidak tau,bahwa anak yang di kandung Hani adalah anak Haru."bibi membentak ibu Haru cukup kencang


"Astaga..adik ipar kenapa kau bicara kencang sekali aku ink tidak tuli."Ibu Haru menjawab sambil memegangi telingan nya


"Lagi pula,Haru adalah anak ku,aku berhak atas masa depan kehidupanya,sampai kapan pun aku tak akan merestui gadis kampungan itu bersama putra ku,aku tidak mau mempunyai menantu yang tidak berkelas."imbuh nya dengan serius


"Hah..tidak berkelas kau bilang,orang seperti mu membicarakan hal seperti itu?,apa kau lupa dari mana kau berasal?,apa perlu ku ingat kan kalau kau itu berasal di panti asuhan,tidak tau asal usul nya,kau bahkan tak memiliki pendidikan apapun..."bibi terpotong


"Cukup!!!jangan di teruskan lagi."ibu Haru berdiri dari duduk nya,mata nya memerah karna kemarahan nya,tapi ia masih memaksakan senyum nya


"Adik ipar...tidak baik kan membicarakan masa lalu."ibu Haru berbicara sambil menggenggam telapak tangan bibi


"Singkirkan tangan mu,aku tidak mau bersentuhan dengan mu."bibi mengibaskan tangan nya


"Hahaha...kenapa?,apa karna aku besar di pantu asuhan?,atau karna asal usul ku tidak jelas?,atau karna aku tak berpendidikan?,atau mingkin....karna aku menghianati kakak..."ibu Haru terpotong


"Brakkkkk!!!."suara meja di pukul oleh kakek


"Hentikan kalian berdua,aku tak mau ada keributan di kediaman ku.Kau ratna,jika kau ingin menemui Haru maka jaga lah sikap mu,atau aku akan memanggil penjaga untuk membawa mu pergi


"Baiklah,aku akan berhenti."ibu Haru duduk kembali dan menyuap makanan nya


Suasana di ruang makan menjadi tegang,bibi dan kakek sudah tak memiliki nafsu untuk makan lagi


__________________________________________


Di kamar Haru


Hani dan Haru duduk di sofa yang ada di kamar


"Haru apa tidak sebaik nya kita kembali,aku rasa tidak sopan meninggalkan ibu mu di sana?."tanya Hani


"Tidak perlu,aku sedang malas melihat nya,lagi pula bila kita berkumpul dengan meraka,pasti akan banyak drama."jawab Haru


"Begitu ya,tapi aku merasa pengap dan bosan siang- siang begini berada di kamar,apa tidak ada hal yang bisa kita lakukan?."tanya Hani


"Ah..benarkah,apa kau merasa tidak nyaman?,atau kita pulang saja?."Haru


"Jangan..jangan pulang dulu,masih ada ibu dan teman mu di sini,lagi pula....aku belum sempat ngobrol lama dengan bibi mu."ucap Hani tertunduk


"Kau begitu menyukai bibi ku ya ternyata."jawab Haru


"Ahh..tunggu sebentar."Haru tiba tiba mengambil handphone nya dan menelpon seseorang

__ADS_1


"Tutttt,tutttt...."


"Haru siapa yang kau telfon?."Hani


"Bukan kah kau bilang bosan?,aku akan tunjukan sesuatu pada mu."jawab Haru sambil memberi isyarat penuh arti,Ia lalu menuju keluar balkon yang ada di kamar Haru untuk berbicara di telpon tanpa bisa di dengar oleh Hani


"Tok tok tok"Suara pintu terdengar


"Iya sebentar."Hani menjawab lalu membuka pintu kamar,ia sedikit kaget karna yang ada di balik pintu tsb adalah Ema


"Hai Hani,apa aku mengganggu mu?."Ema bertanya sambil mengangakat satu telapak tangan nya


"Ahh tidak,ada apa Ema?."tanya Hani


"Eeee...Boleh kah aku masuk?,ada yang ingin ku bicarakan dengan mu."Ema bertanya ragu ragu


Hani bungkam sebentar ia memutar bola mata nya karna bingung apa maksud wanita di hadapan nya ini ingin berbicara dengan nya,padahal mereka tak saling kenal


"Apa ini?,apa dia ingin mengancam ku atau....Hentikan Hani kenapa kau berfikir bukan bukan."Batin Hani


"Tentu saja,masuklah."Hani mempersilahkan Ema masuk


"Wahhh...ternyata kamar ini tidak banyak berubah ya."Ema melihat sekeliling kamar tsb


"Apa...jadi dia memang sering datang ke rumah ini,bahkan ke kamar Haru juga."batin Hani semakin bercampur aduk


Kamar Haru memang sangat luas,hingga Haru yang ada di balkon kamar itu pun tidak tau kalau ada orang yang masuk kekamar nya


Ema masih berkeliling melihati seluruh kamar Haru,ia menuju ke bingkai foto yang terjajar rapi di lemari yang bersih dan mewah di kamar itu.Hani yang melihat hanya diam berdiri sambil melihati Ema yang masih terkesima melihat semua foto yang di lihat nya


"Hani,apa kau tau kami dulu sangat sering datang ke tempat ini."Ema mengambil foto yang ada gambar Haru,Ema,Dion,dan Semi yang berada di bioskop,ia menunjukan pada Hani


"Ah...begitukah?."Hani hanya menjawab datar,entah mengapa ada kekhawatiran di hatinya


"Maaf kan aku Hani...sebenar nya ada yang ingin ku bicarakan dengan mu,tapi aku malah bertingkah seakan ini tempat bermain ku."Ema malu


"Tidak apa apa,kau seperti nya sangat akrab ya dengan Haru?."tanya Hani


"Ahh...entah lah,sebenar nya dulu kami memang sering bersama,tapi itu karna aku yang selalu membuntuti Haru,setiap hari aku menyatakan cinta ku padanya,aku sangat menyukai nya,sampai tak memperdulikan berapa kali aku di tolak oleh nya....Ahh tapi itu dulu Hani,kau jangan salah sangka,saat ini aku tidak memiliki perasaan apapun pada Haru.Aku bersumpah."Ema menjelas kan dengan sungguh sungguh


"Wanita cantik ini sepertinya orang baik,apa aku saja yang terlalu banyak berfikir?."batin Hani hanya memandangi Ema dengan tatapan yang tidak bisa di artikan


"Hani..apa kau marah padaku?,aku tau kau pasti memikirkan hal aneh tentang ku.Akan ku jelas kan situasi hari ini,aku tidak tau kalau tante ratna memanggilku tanpa sepengetahuan kalian,dia bilang bibi memanggilku kemari,dan aku juga sama sekali tidak tau kalau kalian berdua ada di sini,aku merasa kalau tante ratna punya maksud lain saat memanggilku kemari.Hani aku benar benar minta maaf,apa kedatangan ku kemari membuat kau dan Haru bertengkar?."Ema berbicara panjang lebar


"Ahh..itu.."Hani terpotong


"Bagus lah kalau kau sadar,jadi aku tidak perlu memberi tau mu apa kesalahan mu."Haru datang dari belakang Hani langsung menyambar pembicaraan keduanya


"Haru jangan bicara kasar begitu."ucap Hani


"Kasar apa nya,kata kata ku bahkan terlalu lembut untuk si perusak suasana ini."Haru berbicara sambil menunjuk Ema


"Oke oke,terserah kau saja mau bicara apa,aku tau aku salah,dasar kau ini dari dulu sampai sekarang tetap tidak berubah."jawab Ema


"Ema maaf ya,kau jangan dengar kan kata kata nya."Hani


"Heyy..kenapa kau minta maaf,aku sudah biasa di perlakukan seperti ini oleh nya."jawab Ema


"Baiklah,karna aku sudah menyampaikan apa yang ingin kusampai kan jadi aku akan pergi."Ema ingin beranjak pergi dari kamar tsb


"Heyyy...siapa yang mengizinkan mu pergi." ucap Haru


Ema lalu menghentikan langkah nya lalu membalik badanya

__ADS_1


"Apa..memang nya ada yang ingin kau bicarakan dengan ku."tanya Ema


"Tidak."Haru


"Lalu?."Ema


"Karna seperti nya kau sudah tau situasinya,mari kita selesai kan sampai akar nya."Haru


"Heyy..Haru,sebenarnya kau ini bicara apa sih?."Ema


"Aku tau ini semua ini adalah rencana wanita tua itu,dia sengaja membawamu agar Hani marah,tapi sepertinya wanita tua itu tidak tau kalau kau tidak lagi tertarik padaku seperti dulu.Jadi...bagaimana kalau kau tunjukan padanya."Haru membuat rencana


"Ahh...kau benar,tapi bagaimana caranya?,apa aku katakan saja padanya?."Ema


"tidak segampang itu,wanita tua itu sangat susah di tangani,ia takan mudah percaya."ucap Haru


"Lalu?."Ema


"Hayyy....."Suara tak asing datang


"Kau sudah datang?."Haru


"Hmm..untung saja aku ada di dekat sini."Semi datang dengan wajah yang sumringah


"Hay...Hani,kau masih mengigat ku kan?,wah tidak bertemu beberapa saat saja perut mu sudah membesar ya."Semi menyapa sambil menghampiri Hani,ia hendak mendarat kan tangan nya ke perut buncit itu,tapi belum sempat tangan nya sampai


"Plakkk" Haru menangkis tangan Semi lebih dulu


"Kau ingin mati?"Haru memandang Semi seperti ingin memakanya hidup hidup


"Astaga...aku hanya ingin menyapa calon ponakan ku pun tak boleh,kau itu posesif sekali."Semi berteriak sambil menunjuk wajah Haru


"Ponakan kepala mu."Haru


"Heyyy...sudah sudah kenapa kalian ribut begini."Hani melerai


"Ah maaf Hani,apa kau juga kaget blue?."Haru mengelus perut Hani


Ema memandangi Haru yang bersikap sangat manis pada Hani,walau pun ia memutuskan tidak ingin menyukai Haru lagi,tapi ada sedikit rasa cemburu di hati nya


"Andai saja dulu kau memperlakukan aku seperti itu sekali saja,pasti akan ada kenangan baik yang bisa ku ingat tentang mu."batin Ema


"Hay Ema,kau masih mengingat ku kan?."Semi membuyar kan pandangan Ema


"Tentu saja aku ingat,maaf aku tidak menyapa mu saat kita terakhir bertemu,aku sangat kesal saat itu."Ema....(PERTEMUAN SAAT EMA DI KANTOR HARU)


"Tidak perlu minta maaf,saat itu aku juga sadar situasi nya."Semi berbicara tanpa berhenti tersenyum


Haru sangat tau kalah teman nya itu sangat menyukai Ema dari dulu sampai sekarang.Saat SMP dulu alasan Haru tidak pernah mau menanggapi Ema,selain ia tak menyukai wanita juga karna Semi sangat menyukai gadis tsb,ia tak mau persahabatan nya rusak karna wanita


"Aku sengaja memanggil Semi kesini agar membantu rencana kita."Haru memulai pembicaraan


"Rencana?,rencana apa?."Tanya Hani penasaran


Haru memberi senyumnya lalu mengengam satu telapak gangan Hani


"Kalian berdua.....berkencan lah."Haru tiba tiba bicara tanpa memberikan penjelasan


Jangan lupa like favorite dan vote ya😊😊


jangan lupa juga tinggalkan komentarπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


dan jangan lupa juga follow akun author πŸ‘ŒπŸ‘Œ

__ADS_1


__ADS_2