
"Haniiiiiiii"merry mengepal kan tangan nya sangat kesal
Aril membalik kan tubuh nya,betapa kaget nya ia mendapati merry yang berdiri tidak jauh dengan wajah yang sangat marah,tapi bukan nya menghampiri Aril malah pergi meninggalkan Merry,karna ia sangat mengenali perangai kekasih nya,jika ia menghampiri sekarang pasti ia akan mengamuk,dan itu tidak akan baik mengingat saat ini mereka masih di halaman kantor,pasti akan banyak mata yang memperhatikan
Melihat Aril yang hanya meninggalkan nya tanpa memperhatikan membuat Merry semakin memanas,di tambah lagi ada seorang rekan kerja yang tiba tiba menghampiri Merry
"heyyy Merry apa mereka balikan?"tanya rekan kerja nya itu,karna semua orang di kantor memang tau kalau Merry memang teman Hani dan sekertaris Aril,jadi wajar kalau mereka bertanya pada Merry,tapi tidak ada yang memperhatikan bahwa hubungan pertemanan mereka sudah lama rusak
Merry yang masih sangat kesal hanya menengok tanpa menjawab lalu pergi meninggal kan rekan nya
Di dalam kantor loly sudah berada di meja nya
"Hani,kenapa kamu senyum senyum sendiri?,kamu sehat kan?"tanya loly
"hm"Hani mengangguk kan kepala nya
"aku hari ini melakukan sesuatu yang hebat"imbuh nya
"ada apa,apa kamu mendapat kan lotre hm?"tanya Hani penasaran
"ini lebih bagus dari pada menang lotre"ucap Hani yang tak berhenti senyum kegirangan karna merasa menang
"apa apa,cepat katakan pada ku"loly penasaran
Hani menceritakan kejadian yang ia alami barusan
"wahh,wahhhh,kau luar biasa Hani,aku bangga padamu"loly berucap bangga sambil menepuk kan kedua tangan nya selebar lebar nya
"aku yakin saat ini mereka sedang bertengkar hebat,hahahaha"ucap loly,yang entah mengapa ia terlihat lebih bahagia dari pada Hani
"mmm,kurasa juga begitu"jawab loly
____________________________________________
Di dalam ruangan Aril baru saja hendak menyalakan laptop nya dan
__ADS_1
"brakkkkkk"suara pintu yang terbanting,di susul dengan suara Merry yang langsung masuk ruangan Aril
"apa apaan tadi Aril"pekik Merry
"Merry apa yang kau lakukan,ingat ini kantor"Aril berdiri menghampiri Merry
"aku tidak peduli ini kantor atau bukan,yang ingin ku tau kenapa Hani bisa turun dari mobil mu,apa kau menjemput nya?"Merry tak bisa menahan amarah nya lagi,api kecemburuan yang mengendalikan nya membuat lupa siapa pria yang ada di depan nya bila sedang berada di kantor
"Merry jaga bicara mu,apa kau tidak bisa menurun kan suara mu,ini kantor kalau orang lain dengar......
"aku tidak peduli,harus ku bilang berapa kali aku tidak peduli,cepat jawab pertanyaan ku"teriak Merry lagi
"baiklah akan ku katakan padamu,tadi aku hanya kebetulan bertemu dia saat perjalan ke sini,dan ku liat dia tidak mendapat kan taxi jadi aku memberinya tumpangan,itu saja"Aril menjelas kan
"bohong,dia pasti sengaja menghubungi mu kan,dia pasti mau merebut mu dari ku,wanita itu hanya tampang nya saja yang polos,padahal dia itu sangat licik"Merry berbicara tanpa bercermin
#author sengaja bikin Merry karakter nya pemarah dan nggak tau malu kayak gini,banyak soal nya manusia yang model kayak gini bergentayangan di sekitar kita,tapi nggak dapat dapat karma,kalo author bikin manusia kayak gini di karakter novel kan bisa autor bikin dia hidup nya nggak tenang,lumayan lah itung itung mewakili keinginan hati yang tidak tersampaikan,hahaha autor nyeleneh lagi#oke kita lanjut ya
"sayang percayalah,semua yang ku katakan adalah kebenaran nya,tadi itu hanya kebetulan saja"ucap Aril sambil mendekati Merry dan membelai rambut nya agar dia cepat tenang
"tidak....aku tetap tidak percaya,aku akan mendatangi nya,iya aku akan memberinya pelajaran karna sudah berani mencoba mengambil milik ku"Merry yang berucap sambil hendak berjalan menuju pintu keluar
Aril yang berfikir bahwa wanita nya ini sangat sulit di kendalikan langsung menarik lagi lengan Merry,ia berfikir tidak ada jalan lain lagi,ia langsung mencium bibir Merry dan ******* nya cukup kasar,Merry yang masih belum tenang masih meronta ingin melepaskan ciuman itu
"Aril hentikan,aku tidak sedang main main sekarang"Merry meninggikan suara nya
Aril semakin melancar kan serangan nya,ia menyandar kan tubuh merry ke wastafel,bibir nya yang masih terus mencumbu Merry membuat merry tidak bisa mengelak lagi,Aril mulai merayap kan tangan nya ke bawah rok Merry yang pendek, ia mulai meraba semakin ke atas dan terus masuk ke dalam rok Merry.
Merry mulai faham dengan apa yang akan di lakukan Aril,ia memutus kan mengikuti permainan
"baiklah aku akan menuruti mu saat ini,akan ku urus Hani nanti"batin nya
tangan Aril yang mulai tadi bermain di bawah sana merasa bahwa Merry sudah terbawa permainan nya,ia pun segera ingin menuntas kan percintaan ini,ia hanya membuka pakaian bagian bawah nya saja ia juga hanya mengangkat rok yang di pakai merry dan beberapa kancing baju bagian atas milik Merry karna mereka sadar ini masih di kantor,mereka bercinta dengan posisi Merry yang di angkat di atas wastafel
desahan demi desahan saling bersahutan antara dua insan ini,sebenarnya Aril tidak ingin melakukan ini di kantor tapi ini ia lakukan untuk membuat gadis nya itu lupa dengan apa yang akan ia lakukan.
Setelah selesai mereka membenar kan pakaian yang sudah berantakan karna ulah mereka sendiri,lau Aril mendekati Merry lagi
"kau suka"ucap Aril
__ADS_1
"lumayan"Merry menjawab
"jadi kau sudah tak marah lagi kan??"Aril masih memerikasa keadaan emosi Merry
"hmmm"Merry hanya menjawab singkat
"gitu dong,aku tidak suka kau jadi gadis liar,aku mau kau hanya liar di atas ranjang ku saja"ucap Aril sambil merangkul pinggang Merry dari belakang dan memandang wajah wanita nya dari pantulan cermin
"tergantung sikap mu"ucap Merry yang tersipu
"ya sudah lebih baik sekarang kau pergi lah ke meja mu,akan jadi masalah jika ada yang melihat kita di sini"ucap Aril dengan suara selembut mungkin agar Merry tidak meledak lagi
"baiklah,tapi aku masih belum memaaf kan mu ya,kita bicarakan lagi saat pulang kerja"ucap Merry lalu meninggal kan Aril
"hahhhh,hampir saja,untuk aku masih bisa mengendalikan nya"ucap Aril membuang nafas panjang
___________________________________________
" Hani apakah ada kabar dari calon pembeli semalam?"tanya sian pada Hani
"hmm"Hani bukan nya menjawab malah bengong mendapat kan pertanyaan dari bos nya itu,fifkiran nya kembali berkecamuh,memikirkan hal hal buruk yang ia simpulkan sendiri
"Hani...Hani,kau mendengar ku tidak?"tanya sian lagi sambil mengibas ngibas kan telapak tangan nya di hadapan Hani
"iya,ah itu,mm...seperti nya dia tidak begitu menyukai hunian nya boss"jawab Hani yang sudah sadar dari lamunan nya
"benarkah,aneh sekali,padahal waktu ia menelpon ku ia bilang sangat menyukai iklan yang kita tampil kan?"ucap sian
"heyyy boss,mungkin saja ia berubah fikiran saat melihat nya"ucap Hani lagi
"mungkin kamu benar,oo iya Hani apa benar tidak terjadi apa apa semalam?"Sian masih penasaran
"a a apa maksud mu terjadi apa memang nya?"Hani menjawab dengan gugup tanpa sebab
"jadi memang tidak ada apa apa ya,ah apa kau mengenali calon pembeli itu?,bagaimana orang nya hm?"teter Sian lagi yang masih belum mendapat kan jawaban atas rasa penasaran nya
"ayo lah boss,berhentilah bertanya,mana mungkin aku mengenal orang seperti itu"Hani sedikit meninggikan suara nya
"orang seperti itu,apa maksud mu?" tanya sian
"apa ..apa maksud mu apa nya?,...lagian boss kenapa kau juga sangat aneh kenapa kau sangat penasaran tentang calon pembeli itu?"Hani membalas pertanyaan Sian
"apa,apa maksud mu penasaran,tidak aku biasa saja"jawab Sian kebingungan dengan pertanyaan Hani
"ya sudah lah kamu kerja lagi saja,aku...aku mau keruangan ku lagi"sian pergi dengan cepat meninggal kan Hani,sebenar nya perasaan keduanya sama,sama sama ada yang di tutupi,makanya meraka berbicara penuh kegugupan
__ADS_1
jangan lupa like dan favorite ya😊😊😊