Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 39


__ADS_3

 


"Bagaimana kalau kekasih mu,hmmm?".Haru mengucap kan dengan sangat ringan


 


"Doenggggggg"Hani membelalak kan matanya


"apa ini,apa dia sedang menyatakan cinta?".batin Hani


"ke..kenapa kau bicara ngawur,siapa juga yang mau jadi kekasih mu!,apa kau tidak lihat aku sedang hamil,kekasih..kekasih apanya?".Hani sangat gugup


"hmm,benar juga,karna kau sedang hamil kurasa kau tidak membutuhkan kekasih,bagaimana kalau suami saja,kurasa ini lebih tepat bukan ".lagi lagi Haru membuat Hani terkejut,apalagi ia mengucap kan kata kata barusan dengan wajah yang datar,wajah nya menggambar kan bahwa hal yang ia ucap kan seperti hal yang mudah di lakukan


"apa lagi ini,apa sekarang dia sedang melamar ku?".Batin Hani,yang masih tertunduk mencerna kata kata Haru barusan


"bagaimana?,kau tinggal pilih,hm".ucap Haru


"apa yang kau bicarakan,suami....suami kepala mu!".Hani berteriak,ia bahkan tidak sadar berbicara kasar karna terkejut


"ya sudah lah,kalau kau memang ingin masak sendiri ya masak lah,aku tidak akan membantu,kau ini kenapa harus berbicara yang bukan bukan".ucap Hani meninggalkan Haru ke kamar dengan langkah yang cepat


Melihat tingkah Hani yang kelabakan membuat Haru senang,di mata nya itu terlihat sangat manis,di tambah lagi wajah Hani yang memerah karna malu,membuat Haru tersenyum lebar


Di dalam kamar Hani langsung duduk di ranjang nya,ia menghirup nafas nya kasar


"apa sebenarnya yang ada di otak nya,kenapa tiba tiba dia bersikap seperti itu,wahhh...astagaaa kenapa pipi ku terasa panas?,dan jantungku kenapa kau berdetak secepat ini....?heyy jantung berhentilah bertingkah oke".ia memegangi pipi dan jantung nya ia tidak tau apa yang terjadi pada diri nya sendiri


Setelah 30 menit berlalu Haru mengetuk kamar Hani


"tok tok tok"suara pintu kamar


"kau tidak keluar,aku sudah selesai".ucap Haru


tidak ada jawapan dari kamar,ia pun mengetuk sekali lagi


 


"apa kau mendengar ku?".Haru memanggil lagi


 


Haru membuka pintu kamar,ia menyebar kan pandanganya ke semua isi kamar,di lihat nya Hani yang tertidur di ranjang nya,Haru pun menghampiri.


Di lihat nya gadis itu tertidur dengan sembarangan tanpa menggunakan bantal dan selimut,karna ia memang sangat kelelahan karna lembur


"apa kau memang terbiasa sembarangan dengan tubuh mu sendiri?".batin Haru


Haru duduk di pinggiran ranjang Hani,di pandangi nya wajah gadis yang selalu membuat nya tidak tenang itu,wajah yang selalu ingin ia lihat setiap saat


"perasaan apa ini?,apa aku benar benar menyukai mu?,jika itu benar,sedari kapan ini berawal?."ucap Haru lirih


Haru berniat membenar kan posisi tidur Hani,ia mencoba mengangkat kepala Hani untuk memberikan bantal,tapi saat ia melakukan nya,Hani terbangun karna Hani kaget melihat wajah Haru yang begitu dekat dengan wajah nya,ia langsung bangun dan duduk,karna tanpa aba aba dan posisi Haru yang masih memegang kepala Hani,membuat kepala kedua nya terbentur cukup keras

__ADS_1


"akhhhh"teriak Hani langsung memegangi dahi nya


"awww".suara Haru pun terdengar


"kenapa kau bangun mendadak?"ucap Haru yang masih memegangi dahi nya


"ah..maaf,itu juga kesalahan mu,tadi apa yang mau kau lakukan?".Hani meminta penjelasan


"memang nya apa yang kau fikirkan,aku hanya ingin memberikan bantal padamu".Jawab Haru


"apa..kau hanya mau memberikan ku bantal?".ucap Hani lirih dan terlihat malu


"iya...aku hanya mau memberi mu bantal,memang nya di fikiran mu aku mau melakukan apa?,kau itu sebagai ibu hamil terlalu sembarangan,saat keadaan hamil seperti ini,kau itu harus memperhatikan posisi tidur mu,apa lagi perut mu sudah mulai membesar,apa hal seperti itu pun kau tidak tau?".ucap Haru


"itu..itu..aku tau,kau tidak perlu mengajari ku,lagi pula kau itu bukan suami ku kenapa kau crewet sekali,aku bisa menjaga diriku sendiri".ucap Hani


"tapi aku kan calon suami mu,bukan kah tadi kita sudah sepakat?,".Haru menggoda Hani lagi


"apa..apanya yang sepakat,kurasa kau benar benar sudah tidak waras,dari tadi kau bicara semau mu sendiri,dasar orang aneh,sudah lah aku lapar".Hani lalu turun dari ranjang nya dan pergi keluar kamar,wajah nya terlihat memerah lagi dan itu membuat Haru sangat senang,dan tak sadar membuat nya terkekeh


"kau lucu sekali,apa kau memikirkan hal yang tidak tidak".ucap Haru lirih


Hani menuju meja makan ia duduk dan mengipas ngipas wajah nya yang terasa panas lagi karna ulah Haru


"kenapa dia terus saja berulah?".gumam Hani


 


"aku hanya bisa memasak ini,karna bahan bahan yang terbatas".ucap Haru yang menghampiri Hani


 


"kenapa setiap ia memasak terlihat enak?".batin Hani


 


Haru mengambilkan satu persatu makanan ke piring Hani


 


"cepat makan lah,kau bilang bilang tadi lapar".ucap Haru


Hani memandangi Haru,ia melihati pria yang sedang sibuk mengurus makanan nya itu


"Haru...kau..kenapa kau bersikap baik pada ku?".tanya Hani


Haru terkejut karna ini pertama kali nya ia mendengar Hani menyebut namanya langsung,dan ia tersenyum menundukan kepala nya


"kenapa?,apa ada yang lucu?".tanya Hani melihat Haru tersenyum alih alih menjawab pertanyaan nya


"tidak,tidak ada alasan apapun aku hanya ingin melakukan nya saja".jawab Haru


"kalau begitu jangan lakukan lagi".pinta Hani

__ADS_1


"kenapa??".tanya Haru


"tidak papa,aku hanya tidak terbiasa dengan perhatian orang asing".ucap Hani


"kita sudah bertemu berkali kali,apa kau masih menganggap ku orang asing?".tanya Haru


"hm.."Hani mengangguk sambil menyuap makanan nya


"baiklak kalau begitu,aku akan sering datang kemari agar aku tidak jadi orang asing lagi untuk mu,aku akan mengantar mu saat bekerja,asal kan aku luang akan ku usahakan juga untuk menjemputmu,bagaimana?,bukan kah ini pendekatan yang sempurna,hm?ucap Haru sambil melempar senyum nya


Hani terhenti dari makan nya ia membuang nafas panjang


"entahlah,kurasa kau memang orang yang susah di ajak bicara"ucap Hani memasang wajah putus asa,tapi entah kenapa di dalam hati nya ia begitu senang mendengar kata kata Haru barusan,tapi ia berusaha menyadar kan diri nya


"aku..aku tidak mau bergantung kepada orang lain,aku tidak mau merasa nyaman dengan orang lain"ucap Hani


"kenapa?,kau boleh bergantung padaku,kau juga boleh merasa nyaman dengan ku,aku tidak keberatan".ucap Haru


"karna kau adalah orang lain,karna suatu saat kau pasti akan pergi seperti mereka".kata kata Hani tiba tiba serius


"kenapa kau berfikir seperti itu?".tanya Haru


"karna aku sudah sering merasakan nya,kekasih ku,teman ku,dan bahkan orang tua ku,mereka pergi begitu saja,tanpa memikirkan aku akan hidup seperti apa jika mereka pergi,aku..aku tidak mau lagi merasakan kehilangan"ucap Hani menundukan kepala nya,terlihat jelas oleh Haru sebuah kesedihan yang dalam di wajah nya


"hahh...maaf kan aku,aku mengingat kan mu tentang orang tua mu".ucap Haru


"tidak..tidak papa,aku lah yang terlalu berlebihan,aku minta maaf".ucap Hani sambil memaksakan senyum nya


"cepat selesai kan makan mu,dan setelah ini kau bisa beristirahat lagi"ucap Haru


selesai makan Haru membersihkan meja makan,ia melarang Hani membantunya,ia memaksa Hani duduk di sofa depan tv di ruang tamu,dan lalu ia mendengar suara bel pintu yang di bunyikan berkali kali dan tanpa jeda


 


"ting tong ting tong ting tong"suara bel itu sangat berisik


"siapa itu?,kenapa membunyikan bel sampai seperti itu?".gumam Hani


 


Ia lalu berdiri dari duduk nya ingin membuka pintu


"aku saja yang buka"ucap Haru


Hani hanya mengangguk


"ceklek"suara pintu terbuka


 


"Haniii....!!!


jangan lupa like favorite dan vote ya😊😊

__ADS_1


jangan lupa juga tinggalkan komentar👇


 


__ADS_2