Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 45


__ADS_3

"Lepaskan tanganmu Kalau kau masih ingin hidup." ucap pria yang baru datang tersebut


"Siapa lagi ini kenapa kau ikut campur urusan Ku." Teriak Ariel mengibaskan cengkraman pria itu dan melepaskan genggamannya dari Hani


"kau bertanya siapa aku,kau bisa menanyakan nya pada Hani,Hani Kau bisa bilang padanya kan siapa Aku." ucap pria tersebut


Tanpa berpikir panjang Hani lalu menggandeng tangan pria tersebut


"Dia,dia suamiku."ucap Hani menghadapkan wajahnya ke Ariel " jadi Kumohon Kau Berhentilah menggangguku."imbuh Hani


Ariel sangat terkejut Dia berjalan mundur karena tidak percaya


"Tidak,tidak... tidak mungkin dia suamimu,Mana Mungkin kau punya suami,hanya aku yang boleh jadi suamimu,hanya aku yang boleh bersanding denganmu." ucap Ariel masih menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya


"Kau boleh tidak percaya tapi itulah kenyataannya." jawab Haru.


Iya itu adalah haru ia datang di waktu yang tepat, menyelamatkan keadaan genting yang sedang terjadi


"Tidak aku masih tidak percaya,yang kutahu kau tidak pernah memiliki teman pria,dan lagi apa dia bisa menerima anak mu?,apa dia tak akan mengungkit nya suatu hari nanti?,aku berjanji Hani,aku akan menjadi ayah yang baik untuk anak mu,aku bersumpah demi nyawaku sendiri."Aril masih berusaha


" Iya memang aku tidak pernah memiliki teman pria, tapi karena perbuatanmu dan Merry malam itu, aku bisa mengenal nya ku rasa kau masih ingat bukan, pria yang waktu itu ada di hotel,dialah orangnya." Hani berucap memasang wajah tegas


"apa..jadi dia pria itu?."Ucap Aril


"iya itu adalah aku,dan aku sangat berterimakasih pada mu,kalau kau tidak menghianati Hani saat itu, aku tidak akan pernah mengenal nya,Aa..dan satu lagi untuk anak ini".Haru memegang perut Hani."Dia adalah anak ku jadi tidak ada alasan aku tidak menerima nya."Haru berucap sambil menyunggingkan satu bibir nya


"tidak, tidak itu tidak mungkin, kalian semua berbohong padaku, kalian berusaha membohongi dan mengelabuhi ku kan?."Ariel terus berteriak-teriak dia Mengamuk memukul-mukul dinding dan kaca


Melihat kejadian itu petugas keamanan pun datang


"Ada apa ini,kenapa ada ribut-ribut."suara kemanan apartement


"Pak tolong kami, orang itu dia Mengamuk seperti orang gila,tolong usir dia Pak."Loli berteriak


Lalu petugas keamanan pun menyeret Ariel keluar dari lobby apartemen dengan keadaan Ariel yang masih berteriak-teriak


"Kau tidak papa Hani,Apa kau terluka?."Haru bertanya khawatir ia memegangi tangan Hani


"Aku tidak Apa."Hani menjawab sambil menggelengkan kepala nya


"Tidak apa bagaimana Coba lihat lengan mu merah seperti ini, harusnya aku potong saja tangan pria tadi."ucap Haru kesal


"Heyyy..sudah lah,tidak usah membesar besar kan nya.Jawab Hani."ahh...Sian kau tidak apa apa?."Hani teringat teman nya yang kena bogem Oleh Aril


"Hm..aku baik baik saja."jawab Sian


"Baik apa nya,kau berdarah begini,huhhh...dasar si Aril itu,dia melukai wajah tampan kekasih ku ini,lihat saja aku pasti akan beri perhitungan pada nya."Loly memegangi wajah Sian dengan kedua telapak tangan nya


"Sudah lah..ini bukan lah hal besar,pria memang sekali kali harus mengalami hal seperti ini."Sian menenangkan Kekasih nya


" Kenapa pria harus mengalami hal seperti ini,untuk apa?, untuk membuktikan bahwa mereka Pejantan Tangguh,Hahhhh?."Loly semakin kesal ia mengacak kedua pinggang nya


"Sudah sudah,kenapa kalian yang malah ribut,ayo kita obati luka Sian di dalam."Ucap Hani


Keempat orang ini masuk ke dalam rumah Hani

__ADS_1


Hani memberikan kotak obat kepada Loli agar mengobati luka Sian


" Terima kasih untuk tadi ."Hani membuka percakapan


"Kenapa kau berterima kasih, itu sudah kewajibanku." Jawab Haru santai


"Ke Kenapa itu jadi kewajibanmu."Hani tergagap karna malu di dengar kedua teman nya


"Bukankah kau sendiri tadi yang bilang,bahwa aku ini suamimu, tentu saja Apapun yang terjadi terhadap mu itu adalah tanggung jawab ku."Haru menjawab lagi dengan santai


"Hahaha,itu itu aku hanya bercanda,kenapa kau menanggapi nya serius?."Hani memaksa tawa nya,saat ini ia benar benar malu karna kedua teman nya itu menatapi nya,karna sedari dia ketahuan di halaman kantor Hani masih belum mau menjelas kan apa pun kepada kedua teman nya


Haru yang menyadari kecanggungan Hani mencari inisiatif tiba-tiba ia berucap


"Kalian tidak pulang?."tiba-tiba suara Haru keluar dan menghadap ke kedua teman Hani


"Apa kami,Kenapa kami harus pulang?."jawab Loli keheranan


" Bukankah kalian sudah selesai mengobati lukanya?." Imbuh Haru


"Tu tunggu sebentar, ke Kenapa kami yang harus pergi?,Kenapa tidak......." Loli lalu terpotong


"Baiklah Kami akan pergi."Sian meraih tangan Loli


"apa?,Kenapa kau juga begini?,Kenapa kita yang harus pergi?."ucap Loli.


Loli yang cukup polos masih tidak mengerti dengan situasinya


"Sayang...bukan kah kita mau pergi ke rumah mu untuk menjenguk ibu mu,hmmm?".Sian berucap sambil meremas tangan Loly agar ia paham,dan Akhirnya Loly mengerti maksud Sian


"Sudah lah,kalian berusaha terlalu keras,kalian tidak usah pulang,makan malam di sini saja dulu baru pulang."Ucap Hani


"kenapa kau menghalangi mereka pulang, kau itu tidak peka sekali,mereka pasti ingin berduaan saja,kenapa kau malah mengganggu nya?."Haru berucap dengan nada sedikit tinggi,karna ia ingin kedua teman Hani itu pergi


Karna ucapan Haru yang cukup nyaring ketiga orang itu melongo menghadap kepadanya


"Kau, kau itu mengejutkanku."ucap Hani memegangi dada nya karna terkejut


"Lagi pula mereka itu memang sudah terbiasa di sini, kami bertiga ini memang sering bersama,mereka memang sering menemaniku di rumah."imbuh Hani


"Itu itu pasti karena kau sendirian,makanya mereka melakukan itu karena mereka takut kau itu kesepian, tapi sekarang kan sudah ada aku,Kau tidak harus mengganggu waktu mereka berdua kan?."jawab Haru


"Apa..mengganggu,apa maksudmu aku mengganggu?."Hani juga menyaringkan suara nya


"Pemandangan macam apa ini,kenapa mereka malah memperdebat kan kita?."Loly berbicara lirih yang hanya bisa di dengar oleh Sian


"Hahhh".Sian membuang nafas panjang dan memijat pangkal hidung nya


"Kalian berdua berhentilah."Suara Sian menghentikan perdebatan kedua orang di hadapan nya itu


"Kami akan pergi."imbuh Sian


"Apa kau serius mau pergi."ucap Hani terkejut


"Hmm,kalian berdua selesai kan lah masalah kalian berdua,kami tidak tahan melihat nya."ucap Sian memasang wajah kesal

__ADS_1


Wajah Haru memasang tampang kemenangan saat mendengar kata kata Sian,ia menyembunyikan senyum di balik wajah dingin nya


" Kami pergi dulu".ucap Sian Ia menggandeng tangan Loli untuk keluar


"Hani aku pulang dulu ya, Jaga dirimu baik-baik,ingat pastikan telepon aku, ingat !!!jangan lupa telepon aku". Loli masih berteriak-teriak saat ditarik oleh Sian untuk keluar rumah


Setelah kepergian kedua temannya Hani menatap Haru


"Apa maksudmu tadi."tanya Hani


"Apa memangnya aku berbuat apa?."ucap Haru


"kau dengan terang-terangan mengusir teman temanku, masih bertanya, apa?."Ucap Hani


"Aku sama sekali tidak mengusir mereka,hanya saja Sepertinya teman-temanmu itu memang memiliki perasaan yang peka, terutama pria yang bernama Sian itu,Aku cukup menyukai mereka."ujar Haru


"Wah ....kau itu memang benar-benar orang yang luar biasa ya,lagi pula apa untung nya bagi mereka bila kau menyukai nya."ucap Hani menggeleng-gelengkan kepalanya


"Astaga aku hampir lupa.."Haru lalu berdiri ia mengambil baskom dan mengisinya dengan air es, mencari kain yang meletakkan air itu di meja makan. lalu ia mengangkat tubuh kecil Hani dan mendudukkan nya di meja makan


"berikan kedua tanganmu." ucap Haru


Hani hanya menurut ia memberikan kedua belah tangannya


Mereka berdua saling berhadapan, dengan posisi Hani yang di atas meja dan haru duduk di kursi


Haru mengompres lengan Hani dengan air es lalu ia berkata


"Apa ini sakit?."tanyanya


"Hmm...sedikit."Hani menganggukkan kepalanya


"Lain kali bila kau melihatnya menghindarlah sebisamu, orang itu benar-benar berbahaya, kau tidak boleh lagi menemuinya,Apa kau mengerti?." Haru mengomel


Hani melihati Haru yang khawatir, hatinya benar-benar terasa hangat mendapatkan perlakuan yang manis dari Haru,pria di hadapan nya itu mengompres tangan nya yang memerah dengan perlahan,dan tanpa ia sadari pria itu juga memandang wajah nya


"Kenapa?,kenapa memandang ku seperti itu?."tanya Haru


"Tidak,tidak ada."Hani lalu menundukan kepala nya


"Haru..."imbuh Hani


"Hmm."Jawab Haru ia memandangi wajah Hani


"tentang blue,apa....apa kau benar benar mau menerimanya?."Hani bertanya ragu ragu


Haru yang mendengar pertanyaan Hani tersenyum,lalu menggenggam kedua tangan Hani


"apa yang kau bicarakan?,bukan kah aku sudah katakan berkali kali,aku tidak peduli lagi dengan siapa ayah blue sebenar nya,aku hanya......".Haru terpotong


 


"Dia anak mu".


 

__ADS_1


__ADS_2