Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 60


__ADS_3

"Kalian berdua berkencan lah."Haru bicara tanpa aba aba


"Apa!!kenapa kau bicara sembangan?."Ema menyela tak terima


"Heyy dengar kan aku dulu."jawab Haru


"Mendengar apanya,kau itu sudah keterlaluan menyuruh orang berkencan sesuka jidat mu,kau juga Semi kenapa kau diam saja,apa kau takut padanya?."Ema menaikan suaranya sambil menunjuk Haru


"Tidak...aku setuju dengan Haru,Ema mari kita berkencan saja,hmm?."Dion terus cengar cengir kegirangan


"A...apa,ternyata kalian berdua sama gilanya."Ema


"Heyyy dengar kan aku dulu,hahh..ini lah sebab nya


aku tak suka wanita,kalian suka mengomel tanpa sebab."Haru


"Benarkah?,berarti kau juga tidak menyukai ku?,aku kan juga sering mengomel."Hani menyela


"Hah..bukan begitu,kau itu pengecualian,hal yang sering ku rindukan adalah omelan mu."Haru membujuk


"Terserah lah."Hani


"Astaga...kalian berdua ini sedang pamer ya?."Semi mengernyit melihat kedua nya


"Sudahlah,cepat jelaskan apa maksud kata kata mu barusan,Ah Semi kenapa kau setuju dengan Haru,memang nya kau tau apa rencanya?."tanya Ema


"Tidak...memang nya ada rencana apa?,Haru kau membuat rencana?,kenapa tak memberitauku?."Semi kebingungan


"Apa..jadi kau tidak tau?,lalu kenapa kau setuju?."Ema


"Hehe..ku pikir Haru membantuku,lagi pula aku memang berencana mengajak mu berkencan."Semi


"Apa...a..apa maksudmu."Ema langsung glagapan mendengar kata kata Semi yang tanpa basa basi


"Heyyy...bodoh,apa kau sedang menyatakan cinta di depan kami?."Haru memukul punggung Semi cukup keras


"Aww..kenapa kau memukul ku?,aku ini hanya memanfaat kan keadaan,aku tidak tau lagi kapan bisa bertemu dengan Ema,siapa yang tau tiba tiba dia pergi ke luar negri lagi,aku pasti akan menyesal jika tak sempat mengatakannya lagi."Semi


"Lagi..apa maksudmu lagi?" tanya Ema


"Ahh..itu..sebenarnya aku menyukai mu dari kita SMP dulu."Semi mengatakan dengan serius dan terus menatap Ema dalam


"Apa..kau,kenapa kau bicara begini?,kau membuat ku malu."Ema salah tingkah


"Haru...seperti nya lebih baik kita beri ruang pada mereka berdua,ayo kita pergi saja."Hani berbisik pada Haru


"Apa maksudmu kita pergi,mereka berdua ini yang tidak tau tempat,ini kan kamar kita,kenapa mereka berdua bertingkah seperti ini di ruangan orang."Haru mengatakan dengan lantang sengaja agar kedua nya mendengar


"Ahh..maaf,aku aku tidak bermaksud begitu."Ema menggosok tengkuk nya karna malu


"Sudahlah Ema,Eeee Semi bisa kah kita tunda dulu pernyataan cinta mu,kurasa kau harus mencari tempat dan waktu yang lebih layak untuk mengatakan nya."Hani mengatakan itu karna ia juga merasa tidak nyaman


"Hani benar,mari kita kembali ke rencana awal saja." ucap Haru


Mereka duduk bersama menyusun rencana untuk menghentikan kegilaan ibu Haru.Setelah selesai mereka berempat turun ke lantai bawah


"Halo kek,bi,tante."Semi menyapa ketiganya yang berada di ruang tamu


"Oh Semi kapan kau datang?,kenapa kami tidak tau?."tanya Bibi


"Sudah dari tadi bi,aku langsung masuk dan naik ke atas saja karna melihat kalian masih menikmati makan siang."jawab Semi


"Begitukah."Bibi

__ADS_1


"Semi mana Dion biasa nya kalian jika kesini selalu bersama?."tanya Ibu Haru


"Ah tante,apa maksud tante?,aku ke sini kan mau menjemput pacar ku,masak bawa bawa Dion,yang ada dia hanya akan menjadi pengganggu saja."Semi mulai berackting


"Apa pacar?,mana dia...kenapa tidak di kenal kan pada kami?."ibu Haru penasaran


"Tidak perlu tante..kalian kan sudah kenal."Dion lalu merangkul bahu Ema


"A..apa maksudmu..ah sebentar jadi Ema kau berkencan dengan Semi?."ibu Haru membelalak kan mata nya karna terkejut ia gelagapan karna keterkejutan nya


"Iya tante,apa aku belum bilang ya sama tante."Ema juga mengikuti alur cerita nya


"Puffttt."bibi Haru menahan tawa sambil menutup mulutnya


"Apa kau tertawa?."ibu Haru bertanya menghadap bibi,ia tak bisa menahan kekesalan nya


"Ah...aku..ya ini aku karna turut bahagia untuk Semi dan Ema,ternyata anak anak yang kuawasi pertumbuhan nya,sekarang saling jatuh cinta,bukan kah kabar ini sangat menggembirakan,mantan kakak ipar?."bibi Haru berbicara dengan nada mengejek


"Hah...apa kau senang?."Ibu Haru mengatakan dengan pelan,senyum yang ia pasang dari tadi seketika hilang dari wajah nya


"Sudah lah kalian berdua,Ema....Semi...kakek sangat senang dengan kabar ini.Kakek harap kalian cepat menikah."ucap Kakek


"Tidak...tidak bisa begini,Ema...bukan kah saat itu kau bilang kau masih belum punya kekasih,tapi apa ini...kau malah berkencan dengan Semi?."tanya ibu Haru


"Tante..itu kan saat aku baru datang,dan itu sudah beberapa bulan yang lalu kan?,aku dan Semi baru baru ini bersama,jadi aku tidak sempat memberi tau tante."Ema mencoba meyakin kan


Wajah ibu Haru semakin memerah,ia sangat kesal saat ini,ia merasa di ambung sangat tinggi dan lalu di banting sekeras keras nya di dasar yang begitu keras


"Sudah lah...kenapa anda begitu sibuk dengan urusan anak orang,apa anda sebegitu tidak ada kerjaan nya?."Haru menyela


Ibu Haru sudah tak bisa berkata kata lagi,ia lalu menyambar tas dan blazer nya dan pergi tanpa kata


"Haru...ibu mu kemana?,apa dia pulang?."tanya Hani lirih


"Heyy kenapa begitu,apa tidak perlu mengantar nya?."tanya Hani lagi


"Tidak perlu,dia adalah orang yang paling tau jalan keluar rumah ini."jawab Hani lagi


Hani diam tanpa bisa bicara lagi


Hari itu pun berakhir tidak seperti keinginan ibu Haru


____________________________________________


Hari di mulai kembali,Hani melakukan aktifitas seperti biasa nya.Saat makan siang Hani hanya pergi bersama Loly di resto yang ada di sebrang kantor


karna Sian pergi keluar kota untuk tugas kanto


"Hani..Apa kau kemarin bertemu secara resmi dengan keluarga Haru?."Loly bertanya sambil menyuap makanan nya


"Entah lah,aku tidak tau apakah itu pertemuan resmi atau bukan,yang jelas kemarin adalah pertama kali nya aku bertemu dengan semua anggota keluarga nya,walau ....."Hani berhenti


"Walau apa?,ada apa,katakan padaku,apa mereka tidak merestui hubungan kalian?."Loly menebak nebak


"Bukan..bukan begitu,tapi seperti nya ibu nya tidak begitu menyukai ku."Hani tertunduk


"Benarkah?,lalu bagaimana tanggapan Haru?."Loly masih mencari kejelasan


"Dia sama sekali tak peduli dengan ibu nya,entah lah hubungan mereka begitu rumit,aku masih belum berani menanyakan lebih dalam."Hani menjelas kan


"Hahhhh...kau tidak usah terkejut,hubungan keluarga orang kaya kebanyakan memang begitu,meraka hanya terlihat harmonis di luar saja,tapi sebenar nya mereka bahkan tidak ingin bertemu satu sama lain."Loly


"Hmm..kurasa hal hal seperti itu memang terjadi di kalangan orang orang kaya."Hani mengangguk angguk kan kepalanya

__ADS_1


"Hani..kita bertemu di sini,bagaimana kabar mu,maaf setelah kejadian terakhir aku tidak sempat menanyakan kabar mu,setelah cuti aku banyak pekerjaan."Aril tiba tiba datang entah dari mana


"Ahh..iya,aku sudah baik sekarang."Hani menjawab dengan menundukan kepala nya


"Bagus lah..Ee..Hani bisa kah kita bicara berdua saja?."Aril meminta


"Maaf Aril,jam istirahat ku hampir habis,kurasa aku tak bisa."Hani berusaha memberi alasan


"Hani...kumohon sebentar saja,hmm."Aril belum menyerah


"Maaf aku menyela bapak Aril,tapi Hani bilang kalau dia tidak bisa,bisakah anda mengerti?."Loly menyela


"Loly aku tidak ingin berdebat dengan mu,aku hanya ingin bicara dengan tenang bersama Hani,jadi tolong berikan kami ruang."Aril bicara pelan,ia sadar kalau ia memaksakan kehendak nya seperti sebelumnya pasti takkan membuah kan hasil


"Hahhh...baiklah,aku beri kau waktu 10 menit,Loly kau bisa tinggal kami dulu,nanti aku akan menyusul."Hani meminta Pada Loly


"Kau yakin tak apa apa?."Loly memastikan


Hani hanya mengangguk


"Baiklah."Loly pergi meninggalkan keduanya


Aril lalu duduk di hadapan Hani


"Baiklah..apa yang ingin kau bicarakan?."Hani memulai


"Hani...aku menyesal..."Aril terpotong


"Kau sudah mengatakan itu berulang kali."Hani menyambar


Aril mengangguk angguk kankepala nya


"Iya...kau pasti bosan mendengar nya,Hani... aku masih ingin kembali bersama mu,aku ingin kita seperti dulu lagi,kita ber...."Aril terpotong lagi


"Hentikan...aku tak ingin mendengar hal hal seperti ini lagi dari mu,Aril kau sudah ada Merry,ku akui setelah kejadian itu hubungan ku dan Merry sudah tidak baik lagi,tapi aku mohon padamu jangan tinggalkan dia.bagaimana pun juga Kami berteman saat kami masih bersekolah,saat ini aku memang sangat kecewa pada nya,tapi aku tak pernah membencinya.Belakangan ini dia memang sering membuat ku kesal tapi itu semua ia lakukan karna dirimu,ia benar benar mencintai mu.Jadi bisakah kau perbaiki hubungan mu dengan nya?,agar dia pun berhenti menggangguku."Hani berusaha sebaik mungkin memberi pengertian Pada Aril


"Hani...apa kau sebegitu nya membenci ku?."Aril bertanya lagi


"Tidak..aku tidak membenci mu."Hani menjawab


"Lalu kenapa kau tidak pernah memberiku kesempatan untuk memperbaikinya lagi?."Aril


"Kecewa...apa kau tau?,rasa kecewa lebih menyakitkan dari rasa benci,ya..selama ini kita memang tidak pernah membicarakan ini,jadi aku akan memberitahu mu.kau tau kan aku cukup lama hidup sendiri,orang tua ku pergi di waktu yang bersamaan,dan aku hanya memiliki teman,dan seiring berjalan waktu kau juga ada di sisi ku.kau tau...terkadang aku juga merindukan saat saat aku masih bisa bersama mu dan Merry,tapi kenapa kalian juga pergi bersamaan?.kalau kau tak mencintai ku lagi seharus nya kau katakan saja kau bisa mencari wanita lain,tapi...Kenapa...kenapa harus Merry,kenapa harus teman ku?.itulah yang membuat ku lebih sakit Aril."tak terasa mata Hani mengeluarkan air,ia mengeluarkan rasa sakit yang ia pendam selama ini


Aril hanya menunduk,ia tak bisa bicara apa apa lagi,rasa malu dan sedih ia rasakan bersamaan


"Aku mengerti Hani,baiklah aku tidak akan meminta maaf padamu,karna aku tidak layak kau maafkan,hidup lah dengan baik dari sekarang bersama pria itu..."Aril lalu beranjak dari duduk nya


"Aril...tolong bicara lah pada Merry,perbaiki lah hubungan kalian."Hani menghentikan langkah Aril


"Hani..aku akan menuruti permintaan mu agar tak mengganggumu lagi,tapi untuk Merry...aku sudah tak bisa bersama nya lagi,maaf."lalu ia meninggalkan tempat duduk nya tanpa memandang wajah Hani lagi


Di luar resto ternyata Haru duduk di dalam mobil nya yang terparkir,ia mengawasi apa yang di lakukan Aril kepada wanita nya.Ia sengaja memberi ruang kepada keduanya karna di lihat nya situasinya tidak membahayakan Hani


Setelah Aril pergi Hani memutuskan untuk kembali ke kantor nya juga.tapi saat ia berdiri dan membalik badan nya betapa terkejutnya ia karna ada seorang pria yang berdiri di hadapan nya


"Brukkkkk"


jangan lupa like vote dan favorite ya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


jangan lupa juga tinggalkan komentar๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


dan jangan lupa follow akun author๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ‘Œ

__ADS_1


__ADS_2