
"Haniii!!".terdengar suara wanita setelah Haru membuka pintunya
Tanpa melihat siapa yang membuka Merry menerobos masuk ke dalam rumah
" Hani Kenapa kau tidak angkat teleponku atau membalas pesanku?".Merry berteriak saat sudah di hadapan Hani yang berdiri
Merry memang berkali kali menyakan keberadaan Aril kepada Hani melalui pesan,tapi tidak di jawab sama sekali oleh Hani,dan ia pun terus menelpon tapi juga tidak mendapat kan jawaban oleh Hani,karna Hani sangat malas berurusan dengan orang yang pernah menjadi teman nya itu
" Merry, Kau ini kenapa lagi, kenapa sampai datang ke rumahku?".jawab Hani
"di mana kau sembunyikan Aril,sudah beberapa hari ini dia tidak bisa aku hubungi,kau pasti tau kan di mana dia?".tanya Merry
"apa yang kau bicarakan Merry,untuk apa aku menyembunyikan Aril,apa kau pikir aku sudah tidak waras?".jawab Hani
"hah...tidak usah berpura pura lagi Hani,cepat katakan padaku atau....".Merry terpotong
"atau apa?,apa yang ingin kau lakukan?".suara Haru terdengar dan menghampiri kedua wanita yang sedang berdebat ini
Merry yang dari tadi tidak memperhatikan keberadaan Haru menengok ke arah Pria tsb
"Siapa dia?,kenapa dia ada di rumah Hani?".batin Merry
"Maaf anda siapa?,kenapa anda ikut campur urusan kami?".tanya Merry
"aku..apa aku perlu mengatakan siapa diriku padamu,kurasa itu tidak di perlukan,karna ku rasa kau bukan orang yang di terima di sini".ucap Haru dingin
"apa..apa yang kau katakan?"Merry melotot ke arah Haru
"hahh...aku benar benar tidak habis fikir,apa sekarang kau menjadi gadis seperti ini Hani,baru berapa hari lalu kau berduaan dengan pria,sekarang kau sudah dengan pria yang lain lagi,yang membuat ku heran kenapa semua pria ini mau dengan wanita hamil seperti mu?".ucap Merry
"cukup,kau tidak pantas mengatakan hal seperti itu".Haru menjawab
"benarkah?,aku tidak yakin itu tidak pantas,aaa...bukan kah sudah sangat jelas jika Hani bukan wanita baik baik,Hani aku sebenar nya sangat heran kenapa kau selalu di kelilingi orang orang kaya,apa mungkin sekarang kau menjadi wanita bayaran?".ucap Hani dengan wajah meledek
"hentikan omong kosong mu itu Merry,aku benar benar sudah muak,kau cepat pergilah dari sini atau akan ku panggilkan security".teriak Hani yang sudah mulai marah
"aku tidak akan pergi sebelum kau katakan di mana Aril".ucap Merry
"hahaha,kenapa kau menanyakan kekasih mu pada orang lain?,jangan jangan kekasih mu sudah tergoda oleh wanita lain,hmm?".Haru meringis sambil mengangkat satu ujung bibir nya
"aa apa..apa maksudmu?".Merry tergagap
"hentikan,pergilah Merry dan hentikan ini semua,aku tidak peduli dengan apa pun yang kau pikirkan tentang ku,aku benar benar muak mendengar semua ocehan mu,kalau kau masih saja menampakan wajah mu di hadapan ku sekali lagi,akan ku pastikan,Aril...pria itu akan ku ambil dan rebut dia darimu,bagaimana pun cara nya!!!".Hani mengancam dengan nada serius dan mata nya yang memerah
"wahhh...jadi sekarang kau mengakui nya?,kau mengakui kalau kau masih ingin kembali dengan Aril,kau tau kalau Aril masih memperdulikan mu,dan ingin dia menjadi ayah dari anak mu?".Merry masih kekeh dengan penilaian nya
"cukupp...cukupp Merry".Hani berteriak sambil menunduk
__ADS_1
"aku...aku benar benar tidak tahan lagi".batin Hani yang mengepalkan tangan nya
"kau selalu mengatakan anak ku tidak punya ayah,baik lah aku akan berbaik hati pada mu,karna seperti nya kau selalu penasaran dengan kehidupan ku,akan ku beritahu siapa ayah nya".Hani berucap dengan lantang,dan hanya ada kesunyian di ruangan tsb,Haru terdiam memandangi Hani,tiba tiba jantungnya berdetak sangat kencang
"dia...dia lah ayah dari anak ku,apa kau puas sekarang?".ucap Hani menujuk ke arah Haru
Haru membelalak kan matanya,ia mematung karna ucapan Hani,ia terus saja memandangi Hani,begitu juga Merry ia sama sekali tidak percaya dengan ucapan Hani
"hahh..kau bercanda,bagaimana mungkin pria ini ayah dari anakmu?".ucap Merry
"kau bisa tanyakan pada nya sendiri".Hani lalu memandang Haru dengan tatapan tanpa ragu,begitu juga Merry ia juga mengarahkan pandangan nya ke Haru
tapi karna keterkejutan nya masih belum hilang Haru tidak memberikan jawaban apapun,karna tak mendapat jawaban dari Haru,Hani merasa kan sedikit sakit di hati nya,ia membuang pandangan ke arah lain,Hani merasa ini tidak akan berhasil mengusir Merry,dan ia mulai memikirkan hal lain
dengan menundukan kepala nya Hani berkata
"sudah lah Merry,aku rasa jika kau sudah puas dengan....."Hani terpotong
"iya..aku ayah dari anak itu,jadi kau sekarang pergilah,dan tentang kekasih mu,ku pastikan Hani tidak akan pernah mau lagi dengan keksih mu itu,di lihat dari sudut manapun,aku jauh lebih baik darinya,jadi untuk apa Hani menyembunyikan nya?".ucapan Haru seketika membuat Hani merasa terselamatkan,ada kegembiraan di hati Hani,walau pun ia tidak tau apa kah yang di ucap Kan Haru itu benar atau hanya berpura pura
"dan dengar kan ucapan ku,jangan pernah lagi mengganggu Hani,jika ini terjadi lagi akan ku pastikan kau dan kekasih mu itu,akan ku hancurkan".ucap Haru lirih ia berbicara dengan mendekat ke telinga Merry
Terlihat jelas dari mata Haru,bahwa ancaman nya tidak main main, Merry kehabisan kata kata,badan nya seketika gemetar mendengar kata kata Haru,ia pergi tanpa kata kata menutup pintu rumah Hani dengan pelan
"kenapa pria itu sangat menakutkan?Merry bergumam di depan pintu rumah Hani
"maaf kan aku,aku terpaksa mengatakan ini".ucap Hani
"tidak perlu minta maaf,apa kau ingin makan buah?akan ku siap kan untuk mu".ucap Haru ia bersikap seolah tak terjadi apa apa
Hani yang melihat respon Haru pun kebingungan
"kau ...apakah tidak ada yang ingin kau tanya kan padaku?tiba tiba Hani menanyakan nya
"tentang apa?".Jawab Haru
"tentang ucapan ku barusan"Hani menjawab
"aaa..tentang kandungan mu?".ucap Haru
Hani mengangguk
" awalnya aku memang sangat ingin tahu tentang kehamilan mu,terutama tentang siapa ayahnya,tapi tidak dengan sekarang, aku sudah tidak memperdulikan nya lagi".ucap Haru
Hati Hani sangat sakit mendengar nya,ia merasa kehilangan sesuatu
"aaa... begitukah,ternyata akulah yang berpikir terlalu jauh".Hani berucap dengan menundukan kepalanya ia menutupi matanya yang berkaca dan berjalan menuju kamar nya
__ADS_1
"aku memang tidak peduli lagi siapa ayah dari anak mu,karna yang ku fikir kan sekarang adalah dirimu".ucap Haru yang membuat langkah Hani terhenti
"tapi aku akan sangat bersyukur jika kau mau mengatakan dengan jujur,karna aku juga sangat berharap dia memang anak ku".imbuh Haru
"kenapa?,kenapa kau berharap ini anak mu?".bukan kah ini akan membebani mu?"tanya Hani
"karna,kau lah yang mengandungnya....,karna aku ingin mengikat mu di sisi ku menggunakan anak ku yang kau kandung itu".jawab Haru
"deg deg deg deg"jantung Hani kembali terpacu
"apa semua yang kau katakan ini sungguh sungguh?".batin Hani,ia hanya berdiri mata nya saling bertatapan dengan pria di hadapan nya
"kenapa kau tidak menjawab?".tanya Haru
Hani hanya menggeleng dan menundukan kepalanya
Haru menghampiri dan berdiri di hadapan Hani
"apa itu memberat kan mu?".tanya Haru lagi
"entah lah,aku,aku ,aku takut....".Hani terpotong
"pelan pelan saja,aku tidak akan memaksamu,tapi izin kan aku tetap di sisi mu,hmm".ucap Haru mengambil kedua belah tangan Hani
Hani hanya menatap Haru tanpa berbicara,ia masih belum berani mengambil keputusan apa pun saat ini
"tapi..siapa pria yang di maksud wanita tadi?".tiba tiba Haru membuyar kan suasana
"Hah...pria..pria siapa?".Hani terkejut megedip kan mata nya
"hmm..apa kau pura pura lupa sekarang?".tanya Haru lagi
"apa apa an ini,belum apa apa saja kau sudah protektif seperti ini".Hani melepaskan genggaman Haru
"protektif..protektif apa nya?,aku hanya bertanya siapa pria yang kau temui itu?".Haru terlihat cemburu
"hahhh....".Hani memijat pangkal hidung nya
"aku tidak menyangka kau punya sisi seperti ini".Hani tertawa kecil
"kenapa...apa kau mentertawakan ku?".tanya Haru
Hani hanya tersenyum melihat tingkah Haru
"apa aku boleh memulai hubungan dengan pria ini?,apa aku boleh nencoba nya?".batin Hani yang masih menatapi wajah pria di hadapan nya
jangan lupa like favorite dan vote ya😊😊
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalkan komentar👇