
Setelah beberapa hari Hani di perbolehkan pulang,Haru setiap Hari pulang lebih awal dari kantornya,ia slalu mendampingi Hani di rumah sakit.
Dokter memesan kan pada Haru bahwa tak boleh ada kejadian yang serupa lagi pada Hani,kalau tidak akan sangat fatal
Setelah Keluar dari rumah sakit Satu jam sekali Haru menelpon Hani,untuk memastika keadaan nya,hingga membuat Hani kesal,terkadang ia sengaja tak mengangkat nya
Saat sore di rumah Hani
Hani belum masuk kerja ia masih mengambil cuti
"Drtttt...drttttt"suara Hani
"Halo."Hani
"Hani,apa yang sedang kau lakukan?."Haru
"Tidak ada,aku hanya menonton tv,kau sendiri?."Hani
"Aku,..aku sedang merindukan mu."Haru
"Kau ini."Hani malu malu
"Hani,bibi bilang malam ini ingin kita datang."Haru
"Baiklah,kalau begitu tolong jemput aku."Hani
"Oke."Haru langsung menutup telfon dan
"ting tong"bel pintu terdengar
"Iya sebentar."Hani berteriak
"Siapa yang datang?."imbuh nya
"Ceklekkkk."pintu di buka
"Kau sudah disini?."Hani kaget
Haru mengangguk dan memberikan senyumnya
"Kalau sudah di sini kenapa menelpon?."Hani
"Aku sudah sangat merindukan mu,aku sudah tidak tahan lagi."Haru berbicara sangat manja dan memeluk Hani
"Apa apaan kau ini,ini di depan pintu."Hani lalu melepaskan pelukan Haru dan berbalik masuk kerumah nya,lalu di ikuti oleh Haru
"Apa kita berangkat sekarang?."tanya Hani
"kalau kau sudah siap?."Haru
"Aku akan ganti baju dulu."Hani
Setelah nya mereka pergi kerumah Keluarga Haru lagi,setelah sampai Hani di sambut kakek yang sedang berjalan jalan di halaman depan rumah mereka
"Kalian sudah datang?."Kakek
"Kenapa kakek di luar malam malam begini?."Haru
"Halo kakek,selamat malam."Hani menyapa dengan membungkuk kan tubuh nya
"kakek hanya ingin menghirup udara malam,o iya bagaimana kabarmu dan bayimu,akhir akhir ini?"Kakek bertanya pada Hani
"Kami baik baik saja kek."Hani
__ADS_1
"Baguslah,kau memang harus menjaga dirimu baik baik,ayo kita masuk saja,bibi kalian pasti sudah menunggu."Kakek
Mereka menuju kedalam rumah,ketiga berjalan perlahan mengikuti kecepatan kakek yang memakai tongkat.
Hani yang khawatir melihat kakek yang berdiri saja terlihat kesusahan,respek mengambil lengan kakek dan menuntunya
Kakek Haru merasa tersentuh dengan kebaikan Hani tiba tiba terhenti,ia memegang punggung telapak tangan Hani
"Hani."Kakek
"Ee..iya kek?."Hani terkaget
"Mau kah kau menjadi cucu menantuku secara sah?."Kakek bertanya tanpa basa basi
"Hah."Hani memelotot kan mata nya karna kaget
Haru yang mendengar juga sama kaget nya
"Kakek,kakek bicara apa?,kenapa kakek mendahului ku,yang seharus nya memintanya menjadi menantu di keluarga ini adalah aku,kenapa kakek merusak moment nya?."Haru
"Hani apa anak bodoh ini belum melamar mu?."kakek
"Apa..a... itu..."Hani terpotong
"Hahh jadi kau memang belum membicarakan nya,Hahh...dasar anak bodoh berapa usia mu sekarang?,apa hal seperti ini pun harus aku ajarkan."kakek mangomeli Haru
"Hahh...terserah lah kakek sudah merusak semuanya."Haru kesal dan meninggalkan keduanya lebih dulu masuk kedalam rumah
"Hani bagaimana?."kakek menunggu jawaban
"Eee..kakek,apa boleh kita membicarkan hal ini seperti ini,kurasa.... ku rasa ini sedikit mendadak,aku..."Hani terpotong
"Ya sudah kalau kau masih belum bisa menjawab sekarang maka jangan memaksakan diri,berfikir lah pelan pelan saja."Kakek
Mereka lalu berjalan perlahan ke ruang makan dengan tetap Hani masih menuntun kakek
"Hani,cepat lah duduk,bibi sudah masak banyak untuk mu."bibi menyambut Hani dengan suara heboh nya
Haru sudah duduk lebih dulu di kursi makan
"Iya bibi terimaksih."Hani,ia langsung duduk di samping Haru yang masih manyun,begitu juga kakek di bantu oleh bibi Sila duduk di kursi utama meja makan
"Bagaimana keadaan mu?,apa kau sudah lebih baik?."bibi
"Iya bi,aku sudah sangat baik sekarang."Hani
"Syukurlah,Ru..kenapa menekuk wajah mu seperti itu?,kau seperti orang yang baru saja di campak kan?."bibi
"Aku bukan baru di campak kan bi,tapi aku baru saja di tikung oleh pria lain,dan yang membuat ku sangat kesal adalah pria itu sudah sangat tua."Haru menjawab dwngan suara ketus
"Sebenarnya apa yang kau bicarakan Ru?."bibi
"Sudah lah,tidak perlu mendengar kan kata kata bocah bodoh itu."Kakek menyela
"Apa!!bo bocah bodoh?,Kakek kenapa mengatakan itu pada ku?,kakek lupa aku ini presdir muda group CONCH,aku adalah pria temuda penghasil uang terbanyak di negri ini."Haru menjawab kakek nya,sebenarnya tidak masalah jika kakek nya mengatai nya seperti itu,itu juga sudah sering terjadi.Hanya saja saat ini ada Hani di sampingnya,ia tak mau kalau Hani melihat ada sedikit pun kejelekan di dirinya
"Sudah sudah,mari kita makan saja,tidak baik berdebat di depan makanan."Sela bibi
Mereka makan dan sekali kali berbicara ringan
"Hani,kalau kau sudah menikah dengan Haru tinggalah di sini ya,agar rumah ini tidak sunyi lagi,ahhhh..bibi bahkan sudah membayangkan jika anak kalian sudah lahir nantinya,pasti rumah ini akan semakin ramai sekali."bibi tiba tiba mengalihkan pembicaraan yang membuat Hani sangat kaget hingga tersedak
"uhukk uhukk."
__ADS_1
"Hani kau tak papa?."Haru mengambilkan air minum untuk Hani
"Ini minumlah."imbuh nya
"Hani kau baik baik saja?."Bibi menghampiri Hani
"Tidak apa bibi aku baik saja." Hani
"Hahh..sebenarnya ada apa dengan kalian berdua,kenapa membicarakan ini dengan tiba tiba,kalian membuat Hani takut,aku bahkan belum mengatakan ini pada Hani,pertama kakek melamar nya,dan sekarang bibi malah membicarakan kehidupan setelah pernikahan,kekasih Hani adalah aku,ayo lahhhh,berikan juga aku kesempatan,melamar nya mengatur kehidupan setelah nya,itu semua biarkan aku saja yang menyampai kan dan melakukan nya."Haru terus saja mengomel,ia merasa tidak terima karna ia di dahului oleh keluarga nya
"A..aaa baiklah,maaf kan kami Ru,bibi tidak tau kau terlalu lamban,bibi fikir kau sudah membicarakan nya dengan Hani,hahaha."Bibi terkekeh,ia sangat senang melihat keponakan kesayangan nya ini menunjukan sisi yang tak pernah terlihat sebelum nya.Selama ini bibi melihat Haru selalu terlihat kuat,ia selalu menyembunyikan rasa sakit nya sendiri tanpa mau membagi dengan orang lain bahkan keluarganya,tapi saat ini Haru memperlihat kan rasa marah,kesal,dan sekaligus bahagia di hadapan nya.
Setelah selelsai makan~~~~
Hani di ajak jalan jalan di halaman rumah oleh Haru
"Hani,kau lihat itu?."Haru menunjuk rumah pohon yang dia gunakan untuk bermain saat kecil
"Apakah itu rumah pohon?."Hani
"Hmm..itu adalah tempat bermain favorite ku bersama teman teman ku,tapi itu sebelum aku melihat hal yang tak boleh kulihat."Haru
"Hal yang tak boleh kau lihat?."Hani penasaran
"Hm."Haru mengangguk
"Apa itu?."Hani
"Aku tak bisa memberitahumu."Haru
Hani menunduk,ia merasa lagi lagi Haru tidak mau terbuka padanya.Haru melihat respon Hani,ia paham apa yang di fikirkan Hani
"Hani,bukan nya aku mau menyembunyikan ini darimu,hanya saja hal ini sangat tak pantas ku bicarakan dengan mu,bukan karna aku tak percaya pada mu, bagaimana pun ini menyangkut orang tua ku,aku tidak mungkin membeberkan aib mereka."Haru menjelaskan sambil memegangi kedua bahu Hani
Hani mulai mengerti apa yang di maksud kan Haru
"Maaf Haru,aku terlalu cepat menyimpulkan,harusnya aku mendengar dulu alasan mu."Hani
Haru hanya memberi senyum nya lalu memeluk tubuh Hani,Hani lalu membalas pelukan Haru
Kakek dan bibi yang melihat mereka dari lantai atas tak kalah bahagia
"Ayah,kenapa saat ini aku ingin menangis?."bibi
"Bukan kau saja,ayah juga ingin menangis
sekarang."kakek
"Ayah,apa perasan ayah seperti yang ku rasakan sekarang,saat aku dan kakak mebawa pasangan kami dan mengenalkan kepada ayah?."bibi
"Entah lah,ayah tidak tau apa yang kau rasakan sekarang,hanya saja saat ini perasaan bahagia ku lebih besar di banding saat kalian berdua melakukan hal yang sama dengan Haru saat ini."jawab kakek
"Benarkah?,iya aku sangat paham dengan itu semua,di ingat seberapa besar kekawatiran kita tentang Haru selama ini."bibi
Beberapa saat telah berlalu,Haru dan Hani berpamitan pulang,Bibi meminta Kedua nya untuk menginap,sebelum Hani menjawab Haru sudah menolak mentah mentah tawaran bibi,karna ia memiliki rencana sendiri
Dalam perjalanan pulang Haru bukan nya mengantar Hani pulang,tapi malah membawa Hani ke rumah nya
jangan lupa like favorite dan vote ya😊
jangan lupa juga tinggalkan komentar👇
dan jangan lupa follow akun author 👌
__ADS_1