Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 29


__ADS_3

Pagi telah tiba,Hani bangun meraba raba mencari handphone nya,ia lihat sudah jam 7 pagi,di lihat nya sekeliling dan ia langsung terperanjat


"kenapa aku lupa kalau aku tidur di rumah orang?,untung saja ini hari minggu"ucap Hani


ia lalu bangun dan mencari kamar mandi,di lihat nya pintu di dalam kamar itu ia pikir itu adalah kamar mandi,tapi saat ia buka ternyata itu adalah ruangan yang sangat besar,dimana terdapat semua barang pribadi milik Haru,dari mulai baju,sepatu,jam tangan dan berbagai perlengkapan pria lainya


Pemandangan di dalam sana membuat mata Hani silau,ia tidak menyangka bisa melihat hal seperti ini di dunia nyata,karna ia biasa hanya melihat di dalam drama di tv


"apa harus punya ruangan sebesar ini hanya untuk menyimpan barang pribadi?"gumam Hani


"tunggu...kalau ini ruangan pribadi nya,berarti kamar ini adalah kamar nya?,kenapa dia membawa ku ke kamar nya?,dia kan bisa membawa ku kekamar tamu,ah sudah lah,kenapa juga aku peduli dengan hal seperti ini"lanjut nya lagi


Lalu ia melihat pintu lain di kamar itu,dan ruangan itulah yang ia cari,Setelah keluar dari kamar mandi ia merapikan ranjang bekas nya tidur,saat ia hendak meraih tas untuk keluar tiba tiba ia terhenti,di lihat nya foto yang berbingkai cantik di meja sebelah ranjang tidur pria itu


"ini...ini bukan kah ini milik ku?"ucap Hani pelan


gambar itu adalah foto bayi yang di temukan Haru di mobil nya beberapa hari lalu,Hani sangat yakin itu milik nya karna memang ada tulisanya di bagian belakang foto


 


Haru tiba tiba masuk kedalam kamar tanpa mengetuk,ia menghampiri Hani yang masih memegang dan menatap foto tsb,Haru sedikit kaget tapi ia berusaha tenang


 


"kau sudah bangun?"ucap Haru


Hani hanya diam dan tetap menatap foto itu,tanpa menengok pada Haru yang mengajak nya bicara


 


setelah beberapa saat


 


"kau tidak mendengar ku?"tanya Haru lagi


"kenapa ini ada disini?"tanya Hani


"aku melihat itu ada di mobil ku"jawab Haru


"lalu?"tanya Hani lagi


"lalu aku mengambil nya"jawab Haru dengan wajah nya yang masih datar


"kenapa kau menyimpan foto milik ku disini?,ini hanya sebuah foto kau bisa membuang nya,apa jangan jangan kau berfikir bayi yang ku kandung ini adalah anak mu?"tanya Hani dengan wajah sangat serius tanpa berbicara formal


"hah...apa yang kau bicarakan,kenapa kau berfikiran seperti itu,lagi pula kenapa kau berfikir aku sengaja menyimpan foto milik mu,aku bahkan tidak tau itu milik siapa,aku hanya iseng menyimpan nya,kalau itu milik mu kau bisa ambil"ucap Haru dengan mengangkat satu ujung bibir nya


"benarkah?,dia benar benar tidak tau kalau ini milik ku?,apa dia mungkin memiliki kekasih yang sedang hamil?,dan berfikir foto ini milik kekasih nya,lalu menyimpan nya di sini.....iya kurasa begitu,pasti orang seperti nya memiliki banyak wanita di sekeliling nya"batin Hani


Hani lalu meletak kan foto itu kembali,entah kenapa hati nya terasa sakit,ia merasa kasihan dengan bayi nya,jelas jelas ayah dari bayi nya ada di hadapan nya,tapi ia tidak bisa mengatakan bahwa ini anak nya,bahkan ada kemungkinan masih ada bayi bayi lain di luar sana yang nasib nya sama dengan bayi nya


"maaf kan saya,baru saja saya bersikap tidak sopan"ucap Hani tiba tiba berbicara formal lagi

__ADS_1


"hm..keluar lah,bibi sudah buat kan sarapan untuk mu"ucap Haru


Hani mengangguk lalu pergi keluar dari kamar


"hahhh...hampir saja"gumam Haru


Sebenar nya ia sangat ingin mengetahui apa benar anak yang di kandung Hani anak nya atau bukan,tapi ia merasa masih belum siap dengan segala kemungkinan terburuk,seperti harus menikah misalnya


Hani duduk menunggu di sofa ruang tamu,ia sebenar nya ingin cepat pulang tapi karna berkas kontrak masih di simpan oleh Haru jadi ia harus menunggu pemilik rumah keluar dari kamar nya


"nona silah kan anda sarapan dulu,saya sudah buat kan sarapan untuk anda"tiba tiba suara wanita paruh baya terdengar


"ahh..terimaksih bik,anda tidak perlu repot repot,saya hanya menungu pak Haru keluar saja lalu pulang"jawab Hani


"tapi nona,tuan muda meminta saya memasak untuk anda,jadi tolong makan lah walau sedikit"ucap bibik itu lagi


"mmm...bik maaf kan aku,aku......."Hani terpotong


"apa kau selalu berdebat jika ada orang yang menyuruh mu makan?potong Haru


Hani lalu berdiri tanpa menjawab,di lihat nya berkas kontrak di tangan Haru,ia lalu menghampiri Haru


"bisa kah anda berikan kontrak itu kepada saya?"tanya Hani


"Ini"Haru menyerah kan tanpa bertanya


"terimakasih pak,atas kerjasama nya saya harap anda menyukai rumah baru anda,kalau begitu saya permisi"ucap Hani sambil membungkuk kan badan nya


Hani lalu meraih tas nya,ia ingin cepat pergi dari rumah ini,karna mood nya yang tiba tiba memburuk saat ia melihat foto dan mendengar perkataan Haru tadi,saat Hani hendak melangkah pergi,tangan Hani di tarik oleh Haru


"tolong lepas kan saya,saya hanya ingin pulang saat ini"jawab Hani lirih,ia berbicara sambil menundukan kepala nya,karna mata nya mulai berkaca kaca,ia tidak mau orang itu melihat nya


Haru melihat gelagat Hani yang aneh,ia lalu melepas kan tangan nya


"ada apa dengan nya,apa perasaan wanita hamil selalu berubah ubah seperti ini?"batin Haru


"hahhh...."Haru membuang nafas panjang


"baik lah,aku akan mengantar mu"ucap Haru


"tidak usah saya akan pergi sendiri"ucap Hani


"tidak usah membantah,aku hanya kebetulan mau keluar saja"ucap Haru


Akhir nya Hani menurut,Hani hanya diam saat di perjalanan,ia terus memandang keluar jendela mobil,terlihat jelas kesedihan di wajah nya,Haru yang tidak tau harus memulai perbincangan apa, pun, juga memutuskan untuk diam


"drttttt,drttttttt"handpone Hani berbunyi


"iya Loly"Hani menjawab


"Hani..kamu Hari ini mau makan apa?"tanya Loly


"hm..tidak ada"Hani menjawab lemas

__ADS_1


"heyyyy apa maksud mu,aku dan Sian habis berbelanja di supermarket dekat rumah mu,dan sekarang kami hampir sampai rumah mu"ucap Loly


"apa...kamu ,kamu mau kerumah ku?"Hani kaget


"kenapa,tidak boleh?tanya Loly


"tidak,bukan begitu,aku..aku sedang tidak di rumah"Hani beralasan


"apa..kenapa kamu nggak di rumah,memang kamu kemana?,apa kamu pergi ke rumah sakit karna kejadian kemarin?,apa perut terjadi sesuatu sama blue?"tanya Loly


"bukan..bukan begitu,aku di rumah teman"ucap Hani melirih kan suara nya agar tidak terdengar Haru


"teman?,teman siapa maksud mu?tidak mungkin Merry kan?"karna Loly tau tidak ada teman yang bisa di tuju Hani selain dirinya dan Sian


"itu..aku akan beri tau kalian nanti,yang penting sekarang kalian tidak usah datang kerumah ku,aku sedang tidak dirumah"ucap Hani


"baik lah,tapi kamu tidak papa kan?tanya Loly,ia memang sangat protektif saat Hani mulai hamil


 


"iya ..aku baik baik saja,ya sudah nanti lagi aku telpon ya"ucap Hani


 


"baiklah"Loly memutus sambungan telpon


"huhhhh..."Hani membuang nafas


"kenapa?tanya Haru


"tidak..tidak ada"Hani hanya menjawab singkat,tanda ia tidak ingin berbicara dengan nya


Saat sampai di parkiran Hani sedikit bingung ia tidak mengatakan di mana tempat tinggal nya,tapi pria itu mengantar nya ke tempat yang benar


"dari mana anda tau kalau rumah saya di sini?"tanya Hani


"entah lah,kurasa tidak ada hal yang tidak ku ketahui"ucap Haru sambil mengangkat kedua bahu nya


"hahhh,terserah lah,aku juga tidak begitu tertarik kau tau dari mana"batin Hani lalu turun dari mobil


Haru mengikuti Hani turun dari mobil,walau pun mood Hani sangat jelek saat ini,ia berfikir masih tetap harus berterimaksih pada Haru


"terimaksih sudah mengantar saya,dan juga sudah merawat saya semalam"ucap Hani


"tidak perlu,aku melakukan itu karna kita sesama manusia saja"ucap Haru sambil memasukan kedua telapak tangan nya ke saku celananya,agar terlihat bahwa ia tidak terbebani sama sekali


saat mereka masih berbincang tiba tiba


"Hani!!!


 


jangan lupa like favorite dan vote ya😊😊

__ADS_1


jangan lupa juga tinggalkan komentar kalian👌👌


 


__ADS_2