
Gadis berhijab coklat itu berlari menuruni tangga darurat menuju lobby Rumah Sakit
Sesaat dia bertanya pada pengendara roda dua yang dia pesan dari aplikasi online
lalu segera naik dan pergi meninggalkan halaman Rumah Sakit
Didepan sebuah restoran gadis itu berhenti
sesaat dia akan masuk namun sebuah suara mengagetkannya
"ganti baju dulu dek!"dia melihat seorang pria dengan mata melotot penuh penekanan memerintahkan padanya
Gadis itu mengambil godie bag berisi pakaian dan berlari ke arah toilet
Didalam sebuah private room tampak sepasang suami istri yang sedang menunggu berhadapan dengan pria tampan berbaju dinas
"mas,ademu sudah datang?"wanita berjilbab biru bertanya untuk kesekian kalinya
pria yang di tanya mengangguk
"tenang bund,pasti Ade akan datang."jawab sang suami santai
"Al...,ayo sini."Wanita itu berdiri dan memeluk anak gadis didepannya
"bunda,apa kabar?"
wanita di hadapannya memasang wajah cemberut
"1 tahun ini kau tidak memberi kabar lho?"
Almira tersenyum
"maaf"
dia menuju sang Ayah dan mengambil tangan pria itu untuk di cium dengan takzim
"apa kabar ayah?"
"hmm baik."
"kita makan dulu setelah itu baru bicara."Akmal kakak lelaki Almira berkata dengan tegas
__ADS_1
sang Bunda mengerling pada Almira
Suasana makan siang saat itu terasa canggung Almira benar2 memikirkan apa yang akan dia sampaikan pada ayah dan bundanya juga kakak semata wayang yang selalubover protectif
"makan yang banyak Al,lihat anak nda kurus begini."
Almira mengangguk dan tersenyum
"mas gimana rencana selanjutnya?"Sang Ayah membuka suara saat mereka akan mencicipi makanan penutup
"mas mau ke Rusia Ayah,beasiswa sudah dinfokan lulus."Akmal menjawab pelan
"mas,apa negara ga butuh tentara keren kaya kamu?
"kok malah disuruh sekolah mulu?"bunda mulai protes
"terus ya mas kamu tuh termasuk perwira termuda yang memiliki karir cemerlang,apalagi kamu atlet kebanggangan masa..."
"jalankan dengan baik semua planningmu."suara Ayah memutus rengekan bunda.
"siap ayah."Akmal tersenyum menatap wajah sang bunda yang kesal dihadapannya
"ade cinta Almira gimana ada kabar apa sayang."
"nda..ade lulus bisa follow dokter bedah dewasa di Rumah Sakit terkenal ."Almira menampakkan senyum manja nya
"barakalloh sayang, bunda bangga sama ade."
"rumah sakit mana?"
suara Ayah terdengar penuh ancaman
"ada ayah pokoknya ini pas banget buat dokter bedah menimba ilmu."
Ayah menatap tajam putrinya
"ayah,kasih selamat doakan biar cepat lulus."Bunda mulai lagi
"dimana?"
Akmal mulai menaruh sedoknya menanti apa yang terjadi
__ADS_1
"amerika."Almira menjawab pelan
prak.
Ayah menatap penuh marah
"ade ,jauh amat ."bunda mulai panik
"kenapa ambil bedah dewasa,lisensi bedah anakmu baru kamu gunakan 1 tahun ini."
"1,5 tahun Ayah."
"sama saja Al.!"
"Ayah tolong ya,syarat apapun Al akan penuhi asal Ade boleh ke Amerika."Almira mulai terisak
Akmal menggelengkan kepala Adiknya ini soal drama juara banget.Dia mulai menyesap capucino panasnya sambil berhitung dalam hati
1.....2...3....4....
"nda mah setuju,ayah juga setuju,udah jangan nangis ya de."Bunda sesuai dugaan Akmal pasti akan meluluskan keinginan gadis mungil disampingnya
Ayah melirik Bunda tajam
"syaratnya kau harus menikah agar disana kau bersama mahram mu."
"siap Ayah."senyum Almira terkembang
"tunggu, Ayah bilang menikah?"
"ga mungkin dong kan Mas Akmal belum."
"mas,ayah minta kamu legowo mengizinkan adikmu menikah duluan demi keselamatannya."
Akmal mengangguk
"silahkan Ayah"
Bunda terbengong sesaat lalu tersenyum
"bawa calon imammu ya sayang."
__ADS_1
Almira menatap Akmal minta pertolongan
Akmal membuang muka sambil menyembunyikan senyumnya