Ordinary Man

Ordinary Man
#43


__ADS_3

Kapten Akmal memarkir motornya di sebuah caffe


Mencari tempat duduk yang nyaman


"mau order tuan"


"coffe please"


10 menit kemudian datang seorang wanita dengan pakaian sangat sexy menghampiri Kapten Akmal


Akmal nampak tetap santai


"calling aku tampan"


"jangan sungkan,service ku memuaskan"kata wanita itu sambil memberikan sebuah kartu nama


Akmal menerima dan melambaikan tangan tanda mengusir wanita itu


Wanita itu meninggalkan Kapten Akmal


Waitres menghampiri meja Kapten Akmal menaruh secangkir kopi


"jangan heran disini mudah mencari wanita penghibur"katanya


Akmal hanya mengangguk acuh tak acuh


Kapten Akmal memasukan kode yang tertulis di kartu nama itu.Tiba tiba ponselnya berbunyi


"kau bodoh ya,membuka file itu di tempat terbuka?"kata sebuah suara


"akan kulakukan apapun sampai kau mau menemuiku!"


"ingat kalian sudah melukai adikku!"Akmal berkata tegas dan mematikan sambungan telpon


Beberapa saat kemudian sebuah pesan masuk


"mari menatap langit biru di bersama batman"Akmal mengeryitkan dahinya sejenak lalu merapihkan laptopnya


Menuju cassier memasukan Qris dan meninggalkan coffe shop


Akmal menuju taman kota dan memeriksa map kota dengan seksama.Saat sudah menemukan petunjuk doa melanjutkan perjalanan.Memacu motornya dengan kencang.


Setengah jam kemudian Akmal memarkir motornya di sebuah gereja tua.

__ADS_1


Seorang pastur tua menghampiri


"kau bisa masuk lewat pintu samping "katanya sambil berlalu


Akmal mengikuti mengikuti petunjuk berjalan memasuki pintu samping namun sebuah bayangan mendekat dengan cepat


Akmal berbalik dan melayangkan tendangan sampingnya


Buk..


"aaah" bayangan itu merintih dan tersungkur


Akmal bersiap kembali


"cukup,kau dari dulu tidak bisa diajak bercanda"runtuk bayangan itu


Akmal terkekeh,membantu pria itu berdiri


"apa kabar mu naufal?"


"aku baik selalu"jawab pria bernama Naufal


"kita harus bicara serius"


"tentu,ikuti aku"jawab Naufal bergegas menaiki motornya juga


Mereka memacu motornya denga. Kecepatan maksimal


******


Radit menerima sebuah pesan


"wanitamu akan melahirkan,apa kau tak khawatir?"


Radit mengernyitkan dahi mencerna pesan yang dia baca


"siapa?" suara Almira mengagetkan keluar dari kamar mandi


Radit menggeleng


"salah kirim"


Almira tampak sangat lucu dengan rambut basahnya

__ADS_1


"ayo kemari biar kubantu keringkan"Radit melambaikan tangannya


Almira mendekat dan duduk di depan meja rias


Radit sigap mengeringkan dengan handuk pelan pelan tak sengaja Almira menoleh kebelakang dan sebagian wajahnya tertutup menyisakan area bibir yang sangat mengoda bagi Radit


Radit menelan saliva


"terima kasih sudah merawatku"


"terima kasih sudah membantu mencuci rambutku"


"terima kasih suamiku" tawa riang Almira terdengar namun segera Berhenti


Radit tercekat handuk yang dipegangnya terlepas Almira menegangadahkan kepala


Dan menahan nafas saat Radit mendekatkan wajahnya menangkup wajah Almira


"coba ulangi lagi"pinta Radit


Almira tercengang namun tau betul apa yang diminta Radit


"terima kasih suamiku"lirih katanya


"ulangi lagi"suara Radit menjadi serak


Almira tak bisa berkata kata saat menyadari wajah Radit semakin dekat dengan wajahnya


"terima kasih suami..ku"bisik Almira


"boleh aku menciummu?"Ujung hidung Radit berada di pipi cubby Almira nafasnya terasa panas di pipi Almira


Almira mengangguk ragu


Radit menempelkan bibirnya pelan


Melepas


Matanya berkabut dan segera merengkuh sang istri menciumnya dengan mengebu.Kali ini mereka berdua benar benar sadar akan apa yang mereka lakukan


Rasa manis dari bibir Almira membuat Radit ingin terus mengulumnya


Mereka berdua tersengal sengal kehabisan nafas,sesaat melepas ciuman dalam berharap bisa menghirup udara bebas

__ADS_1


Almira menggigil dalam pelukan Radit,Radit menangkup wajah cantik sang istri


__ADS_2