
Kapten Akmal memarkir motornya di sebuah caffe
Mencari tempat duduk yang nyaman
"mau order tuan"
"coffe please"
10 menit kemudian datang seorang wanita dengan pakaian sangat sexy menghampiri Kapten Akmal
Akmal nampak tetap santai
"calling aku tampan"
"jangan sungkan,service ku memuaskan"kata wanita itu sambil memberikan sebuah kartu nama
Akmal menerima dan melambaikan tangan tanda mengusir wanita itu
Wanita itu meninggalkan Kapten Akmal
Waitres menghampiri meja Kapten Akmal menaruh secangkir kopi
"jangan heran disini mudah mencari wanita penghibur"katanya
Akmal hanya mengangguk acuh tak acuh
Kapten Akmal memasukan kode yang tertulis di kartu nama itu.Tiba tiba ponselnya berbunyi
"kau bodoh ya,membuka file itu di tempat terbuka?"kata sebuah suara
"akan kulakukan apapun sampai kau mau menemuiku!"
"ingat kalian sudah melukai adikku!"Akmal berkata tegas dan mematikan sambungan telpon
Beberapa saat kemudian sebuah pesan masuk
"mari menatap langit biru di bersama batman"Akmal mengeryitkan dahinya sejenak lalu merapihkan laptopnya
Menuju cassier memasukan Qris dan meninggalkan coffe shop
Akmal menuju taman kota dan memeriksa map kota dengan seksama.Saat sudah menemukan petunjuk doa melanjutkan perjalanan.Memacu motornya dengan kencang.
Setengah jam kemudian Akmal memarkir motornya di sebuah gereja tua.
__ADS_1
Seorang pastur tua menghampiri
"kau bisa masuk lewat pintu samping "katanya sambil berlalu
Akmal mengikuti mengikuti petunjuk berjalan memasuki pintu samping namun sebuah bayangan mendekat dengan cepat
Akmal berbalik dan melayangkan tendangan sampingnya
Buk..
"aaah" bayangan itu merintih dan tersungkur
Akmal bersiap kembali
"cukup,kau dari dulu tidak bisa diajak bercanda"runtuk bayangan itu
Akmal terkekeh,membantu pria itu berdiri
"apa kabar mu naufal?"
"aku baik selalu"jawab pria bernama Naufal
"kita harus bicara serius"
"tentu,ikuti aku"jawab Naufal bergegas menaiki motornya juga
Mereka memacu motornya denga. Kecepatan maksimal
******
Radit menerima sebuah pesan
"wanitamu akan melahirkan,apa kau tak khawatir?"
Radit mengernyitkan dahi mencerna pesan yang dia baca
"siapa?" suara Almira mengagetkan keluar dari kamar mandi
Radit menggeleng
"salah kirim"
Almira tampak sangat lucu dengan rambut basahnya
__ADS_1
"ayo kemari biar kubantu keringkan"Radit melambaikan tangannya
Almira mendekat dan duduk di depan meja rias
Radit sigap mengeringkan dengan handuk pelan pelan tak sengaja Almira menoleh kebelakang dan sebagian wajahnya tertutup menyisakan area bibir yang sangat mengoda bagi Radit
Radit menelan saliva
"terima kasih sudah merawatku"
"terima kasih sudah membantu mencuci rambutku"
"terima kasih suamiku" tawa riang Almira terdengar namun segera Berhenti
Radit tercekat handuk yang dipegangnya terlepas Almira menegangadahkan kepala
Dan menahan nafas saat Radit mendekatkan wajahnya menangkup wajah Almira
"coba ulangi lagi"pinta Radit
Almira tercengang namun tau betul apa yang diminta Radit
"terima kasih suamiku"lirih katanya
"ulangi lagi"suara Radit menjadi serak
Almira tak bisa berkata kata saat menyadari wajah Radit semakin dekat dengan wajahnya
"terima kasih suami..ku"bisik Almira
"boleh aku menciummu?"Ujung hidung Radit berada di pipi cubby Almira nafasnya terasa panas di pipi Almira
Almira mengangguk ragu
Radit menempelkan bibirnya pelan
Melepas
Matanya berkabut dan segera merengkuh sang istri menciumnya dengan mengebu.Kali ini mereka berdua benar benar sadar akan apa yang mereka lakukan
Rasa manis dari bibir Almira membuat Radit ingin terus mengulumnya
Mereka berdua tersengal sengal kehabisan nafas,sesaat melepas ciuman dalam berharap bisa menghirup udara bebas
__ADS_1
Almira menggigil dalam pelukan Radit,Radit menangkup wajah cantik sang istri