Ordinary Man

Ordinary Man
Menjemput Kamu


__ADS_3

Almira bergegas masuk ke kamar jaga


tubuhnya benar2 lelah,semalaman berjibaku dengan pasien di IGD.


Membuka snelli Almira langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur


"auuw..."


Almira terkejut dan refleks membaca Alfatihah


"ya Alloh...ya Alloh."ujarnya panik saat merasakan tubuhnya berada diatas seseorang


dua buah tangan memeluk pinggangnya mengangkat tubuhnya keaatas dan menaruh kembali


"harusnya aku yang menjerit dokter"biskik Radit sebelum bangkit


Almira yang mulai hafal akan suara Radit terkejut dan bangun perlahan melihat Radit meringis di hadapannya


"kau tidak apa2 kan Letnan?"


"maaf ya" tangannya terlipat di depan dada


"masih utuhkan"Refleks Almira memeriksa tubuh Radit


Radit menjauh perlahan dan berkata pelan


"kau pikir aku kerupuk bisa hancur hanya di tindih badan mungilmu."


Almira tersenyum


"kau menyindirku ya Letnan,BB ku naik 3 Kg kau bilang mungil?"


"kejam."


"maaf dokter,tapi bisakah kau bersiap?"


"sudah jam 07.00."


Almira mendongak


"mau kemana kita?"tanyanya bingung


"kekantor."Radit menatap Almira lembut


"ya ampun,tunggu ya."


Almira terkejut dan segera masuk dalam kamar mandi


Radit tersenyum


"Letnan kau keluar aku sebentar lagi selesai."teriak Almira dari dalam kamar mandi

__ADS_1


Radit berjalan keluar kamar jaga


di Lorong Radit melihat beberapa dokter baru berbincang2


"kau sudah minta tanda tangan dokter Almira?"tanya dokter berkulit putih dan bertubuh tinggi besar


"belum,kau juga belum kan"


"laporanku sudah 4x revisi"dokter berambut pendek dan berkaca mata menunduk lesu


"sudahlah kita kumpulkan saja"putus dokter yang paling tinggi


"kau yang ketuk kamarnya ya"


namun 2 orang didepannya menggeleng cepat


Radit memperhatikan dan mendekati


"ada yang bisa saya bantu?"


mereka bertiga memandang Radit heran


"maaf anda siapa?"


"saya kenalan dokter Almira"


mereka kompak mengangguk


"pak.maaf bisakah kami titip berkas untuk dikoreksi dokter Al?"


"oh tentu,biar saya berikan"


Radit menerima 3 berkas dari mereka,segera mereka berlalu setelah mengucap terima kasih


Radit mengetuk pintu


"masuk"suara Almira terdengar


Saat Radit melihat Almira dia hampir tak bisa menahan senyumnya. Gadis didepannya tampak manis dan menggemaskan memakai rok hitam model A dan blouse putih yang tampak kebesaran namun bisa tertutupi dengan jilbab hitam yang menutupi area dada dengan manis


"kenapa?"


"jelek ya?"


"ga...can...rapih..rapih banget"Radit segera menganulir jawabannya.


"ini tadi ada yang menitipkan"Radit menyerahkan 3 berkas di meja


Almira memeriksa


"siapa yang berani menitip berkas2 ini padamu"

__ADS_1


"kamu ga bilang kalau kamu suamiku?"Almira kesal


Radit sempat terdiam


"sudah bilang aku orang terdekatmu,belum jadi suami."


Almira tersadar


"maaf"


"ga apa,aku malah senang aku pribadi ga percaya diri untuk menyebut kata suami."Radit menerangkan


"ayo jalan"Almira mendahului keluar ruangan


"nanti cukup jawab santai sesuai jawabanmu,aku akan mengiyakan"Radit menerangkan sambil melirik gadis di sampingnya yang tampak tak bergerak


Radit tersenyum melihat Almira langsung terlelap di 10 menit perjalanan mereka


30 menit kemudian


"dokter Al"


Radit memanggil beberapa kali dan akhirnya menggoyang bahu Almira pelan


Almira membuka mata


"ayo sudah sampai"


Almira mengucek matanya dan merapihkan penampilannya


"sudah rapih ,ayo."


Saat berjalan ke arah sebuah gedung tiba2 Almira memegang tangan Radit dan menampilkan wajah khawatir


"aku .."


Radit tersenyum


"semua baik2 saja."


"ayo"


Didepan petugas Bintal Radit menyerahkan berkas2nya


"wah akhirnya letnan kebanggangan pasukan khusus menikah juga."


"Dewa sampai menyerahkan tanda tangan persetujuannya sendiri kesini."Radit tersenyum Kapten Dewa selalu tak pernah memgecewakan sebagai pimpinan.


"kalian foto dulu ya "


"pakaiannya kamu sudah bawa kan?"

__ADS_1


"siap bawa"


__ADS_2