
Jam menunjukkan pukul 06 00 suasana sangat sepi dan dingin.Almira terbangun mendapati dirinya terselimuti dengan rapat.
Almira menuju ruang makan karena tercium wangi nasi goreng.Dia berharap itu bukan mimpi.
"sudah bangun ayo makan."Radit menyambutnya sambil menaruh 2 porsi nasi goreng
"kau tidak ke pangakalan Letnan?"
"hari minggu nona,libur"
"maaf aku juga melihat jadwal dinas di ponselmu,kau liburkan?"
Almira mengangguk.
"kau tidak akan membahas semalam?"Almira takut2 bertanya
"kenapa kau juga tak bangunkan aku sholat shubuh?
"tidurmu pulas sekali,aku sudah coba beberapa kali tapi tak berhasil."
Almira menahan malu
Radit tersenyum
"kejadian semalam ada yang mau kau bahas?"
Almira menggeleng
"nanti siang aku harus membeli beberapa keperluan"Almira ragu2 meneruskan
"bisakah kau temani?"
Radit mengangguk
"siap...makanlah."
Beberapa jam kemudian Radit dan Almira sudah berada dalam kereta.Mereka berdiri dengan canggung.Sesaat Radit menarik lengan Almira agar tubuhnya tak terbawa arus penumpang keluar
Sesampainya di sebuah mall Radit menoleh
"kau punya catatannya kan"
Almira menunjukkan note di ponselnya
Mereka beranjak ke area text book,Radit hanya melongo melihat banyaknya buku2 kedokteran tersebar.
"hmm dokter izin bisakah aku mencari perlengkapan yang tidak berbau Rumah sakit."
Almira mengangguk sambil tersenyum.
Dua jam sudah
Radit memasukan bag terakhir dalam bagasi mobil sambil mencoba melihat kiri kanan mencari Almira.
Radit memutuskan menyusul Almira sesaat mencari dikoridor penuh buku matanya tertuju pada gadis yang terduduk dilantai dengan mantel tebal dan jilbab berwarna pink yang tersembul sedikit keluar
"dokter,sudah selesaikah?"
Almira menengadah
__ADS_1
"eh sudah koq,tinggal bayar"
Radit menatap keranjang yang hanya terdapat 1 buah buku.
"yakin cuma satu buku?"
Almira menatap polos
"akan kuselesaikan secepatnya,buku ini keren sayang kalau tak diselesaikan"Jelasnya
Almira dibantu Radit mencari semua buku dan segera menyelesaikan pembayaran.
"biar aku yang bawa dokter."Radit mengangkat 2 bag berisi buku
"koq kita ke arah basement?"
Almira terkejut saat Radit mendekati sebuah mobil.
"mobil siapa?"
Radit menoleh
"pinjam teman"
"baru 1 minggu sudah punya teman yang percaya mobilnya dipinjam?"Almira keheranan
"ada deh"jawab Radit penuh rahasia
Almira sesaat terdiam melihat senyum Radit membuat hatinya menghangat
Setelah di dalam mobil
"tolong settingkan jadi navigator ya."
Almira mengangguk
"harusnya ke kanan ambil jalur lebih sepi,aku khawatir"Almira berkata
Radit kesal
"apa yang perlu dikhawatirkan,cara mengemudiku tidak buruk"
"yah khawatir aza,kan negri orang."
Kekhawatiran Almira terbukti
baru 45 berkendara mereka sudah di minta meminggirkan mobil oleh petugas polisi
Radit tampak pucat
Almira segera berusaha berbicara dengan petugas
"sim,kau punya ga?"Almira bertanya
Radit segera memberikannya,petugas memperhatikan dan memberi hormat pada Radit sambil mempersilahkan mereka melanjutkan perjalanan
"wow,koq lancar ya mereka setelah melihat sim mu."Almira berkata takjub
"jelas dong"Radit berkata bangga
__ADS_1
"tunggu ,tadi kamu jelasin apa sama petugas koq dia senyum2?"Radit bertanya
"ada deh,aku bilang ganteng"
"masa?"
Mobil di hentikan ke pinggir jalan oleh Radit
"serius?"
"iya"Almira menjawab tegas
"kepo banget sih."
Radit terdiam
"karena kau menampilkan wajah imutmu pada petugas itu."
"aku tidak suka."pelan Radit menjawab
Almira terdiam
Sesampai di Apartement
Almira sibuk membereskan buku yang dibelinya.
Radit pun demikian mengeluarkan saja barang belanjaannya.Dan beranjak mandi.Almira hanya menatap Radit pergi melanjutkan merapihkan.
Sesaat kemudian terdengar pintu kamar mandi terbuka.Almira melesat masuk membuat hampir bertubrukan dengan Radit.
"kamu kebelet ya dokter?"
"kenapa ga bilang sih."
Di dalam kamar mandi Almira hanya terdiam
Setelah selesai sholat isya mereka duduk di sofa Radit menyodorkan segelas coklat hangat.
"thank u"ucap Almira tulus
Radit terdiam tetap menahan gelas yang akan diberikan.Almira menengadah menatap Radit
"ikhlas ga nih?"sambil tetap menarik gelas digengamannya
tiba tiba Radit mendekat hidungnya bahkan bersentuhan dengan hidung Almira
"aku ga ikhlas kalau kau menunjukkan wajah imut itu lagi pada orang lain"bisiknya
Almira hanya mampu menatap
dan berbisik juga
"yang boleh lihat wajah imutku siapa?"
Radit bergerak ke arah telinga Almira
"hanya aku,suamimu"
dan cup..cup Radit mendaratkan kecupan dipipi mulus Almira
__ADS_1