
Sesampainya mereka di departement trauma segera mereka mencari pasien masing2
Almira mendatangi pasien pertama
Lelaki dengan stelan jas hitam yang basah kuyup dengan bau menyengat dengan tubuh gempal dan berkulit putih pucat.
Almira memeriksa dengan seksama setelah menggunakan sarung tangan
"dokter kami sudah lakukan rongsen hasilnya sudah bisa di akses"
"baik"
Almira sigap membuka Tab di tangannya
memastikan hasil rongsen dan pemeriksaannya.
"pasien ini tolong paaangakan arm sling pada tangan kanan,pastikan ukurannya pas ya"
"sementara aman ,dia hanya dislokasi bahu pindahkan ke ruangan dan observasi 1x 24 jam"
"ok dokter"Mille perawat dari Thailand sigap menjawab
"Mille "
"jangan lupa jadikan dia manusia yang layak di hirup aromanya"
Mille tertawa keras
"baru aku mau billang apa yang mesti aku lakukan pada aroma tubuhnya "
Mille mendorong bed pasien kepada 4 orang perawat magang
"lakukan instruksi dokter" katanya
Almira ikut tertawa,dia selalu terhibur jika bertugas dengan Mille.Pria dengan wajah asia yang khas mirip dengan orang Indonesia membuat Almira merasa tak sendirian
Beralih ke pasien ke dua
Seorang laki laki dengan tubuh lebih pendek lengan atas terkena air sulfur tampak melepuh
"sir,apa kau bisa merasakan pegangan tanganku?"
"eeh..hmmm..hmm"
Almira mencoba menusukkan pin kecil ke telapak tangan pasien terdengar erangan lagi.
__ADS_1
"mille"
"naikkan fraksi oksiigennya,hubungi departement luka bakar"
"pastikan tubuhnya dibersihkan segera dikamar operasi!"
"siap dokter"
"departement luka bakar sedang menuju ke sini"
"kamar operasi sudah ku pesan"
Mille tampak sibuk mengarahkan beberapa perawat magang membantu pekerjaannya
Almira menatap ke bed selanjutnya
tampak Julie keluar dari balik tirai
"apa laporanmu Julie?"
"pasien Asia ini bodoh,dia malah tertidur saat aku bertanya."
"tampaknya dia baik baik saja"
"tanda tanda vitalnya pun normal"
Almira hanya menatap kepergian Julie
Dia memang tak nyaman jika berdinas bersama Julie karena laporannya yang sering menyepelekan dan dandanan nya sang tebal.
Almira membuka tirai pembatas,memakai sarung tangan dan mendekati pria yang seluruh tubuhnya tertutup seperti limbah minyak.
"sir apakah kau mendengarku"
Pria itu tak bergerak"
Almira mulai mencubit agak kuat lengan dalam pria itu .
"aaah.."pria itu bergerak namun masih menutup mata
Almira memeriksa lengan kanan pria itu yang tak terangkat,ia menemukan bentuknya berubah
Saat jari tangan diperiksa Almira terkejut jari kiri pria itu terdapat cincin yang persis sama dengan Radit.
Almira panik mengambil waslap dan mengelap wajah pria itu.
__ADS_1
"masss"Almira ingin berteriak namun yang keluar hanya suara kecilnya disertai air mata yang otomatis membanjiri matanya.
"mille"
"help"
Mille bergegas mendekat
"ya dokter"
Cukup melihat kepanikan dokter muslim itu Mille sigap membantu.melepas pakaian Radit mengelap seluruh kulit yang terkena minya hitam.
"aku ambilkan baju pasien"
Almira refleks memeluk pria itu yang sudah sangat jelas identitasnya
Memeluk dan menguncangkan tubuh Radit yang sama sekali tak bergerak.
"dokter lepaskan"Mile menarik Almira
"kau kenal pria asia ini?"
Almira masih sesegukan mengangguk
"siapa dia?"
Almira tak dapat bersuara.
Mille memakaian pakaian ganti dan menyelimuti Radit
"suamiku"
Mile membeku,dia terkejut mendengar pengakuan dokter manis yanb selama 3 bulan ini selalu membuat hatinya hangat
Mile menarik nafas panjang,
"baik,sekarang apa advice darimu?"
Almira menatap kosong
"pikirkan ,ia orang terkasihmu"ujar Mile
"dia tak bergerak,dia koma."isak Almira
"pikirkan lagi dokter?"
__ADS_1
"lihat tempelkan telingamu di dadanya"Mile menarik Almira
Sesaat kemudian Almira dapat merasakan dengkuran halus dari rongga hidung Radit