Ordinary Man

Ordinary Man
Mendadak Akad


__ADS_3

Radit terdiam mengikuti saja saat dirinya dibawa masuk oleh Kapten Rio.Seorang pria dengan gaya kemayu mendekati dan mulai merapihkan rambutnya.Radit sesekali menampakkan ke tidak nyamanannya namun dia menjadi penurut saat Dewa memasuki ruangan itu


"hey....tersenyum jangan tegang begitu."Dewa menepuk bahu Radit


Radit mengangguk


Tampak Kapten Akmal juga memasuki ruangan dengan setelan jas berwarna hitam


"maafkan ya ,kau di culik dini hari."


"ayah meminta Akad tetap bisa ku saksikan."Akmal memberi penjelasan


"siap...tidak apa2 Kapten"Radit segera menjawab dengan sikap sempurna pada posisi duduk


Akmal menepuk bahu Radit.


Adzan shubuh terdengar


Mereka semua bersiap melaksanakan sholat shubuh berjamaah


Karena jarak Masjid lumayan jauh maka mereka melaksanakan shubuh berjamaah di ruang tengah rumah.


Sesaat Akmal ingin mengetes sholat calon adik iparnya,namun Bunda meminta dia menjadi imamnya.


Radit sedang memposisikan diri saat Almira keluar dari kamar atas menuju ruang tamu dengan mukena lengkap namun sekilas terlihat sudah mengenakan riasan tipis


"ade ya ampun kenapa keningmu?"Ayah menegur


Almira terkejut melihat semua yang akan melaksanakan sholat berjamaah menatap nya termasuk Radit.


Almira tak bisa mengartikan tatapan Radit


dia mengira Radit pasti berpikir dia ceroboh


"sudah Ayah."Bunda menarik Almira masuk shaf fi belakang

__ADS_1


"kemarin dia jatuh."


"akan ditutupi riasan nanti."


Akmal menggelengkan kepala menahan tawa


"dasar cewe bar bar ,bisa2nya jatuh bukan anak2 lagi woii"


Bunda melotot ke arah Kapten Akmal


Setelah Sholat semua kembali dengan kesibukannya.


Jam 06.30 semua sudah rapih dan bersiap ,Penghulu sudah bersiap Radit pun sudah rapih duduk dihadapan Penghulu dan Ayah dokter Almira.


Radit tampak gugup


Dewa duduk di sebelahnya memberikan suport dan bertindak sebagai saksi


Saat prosesi pengucapan akad Radit mampu mengucapkan dengan lancar


"ade sudah jadi istri,sholih ya sayang."tangis Bunda pecah


Ada sisi hati Almira yang terpojokkan


bisakah ia benar2 menjadi istri shalihah seperti mau Bunda.


Ayah tiba2 sudah berdiri di samping Almira dan mengendong gadis kecilnya itu


"Ayah selalu menyanyangi ade,nurut dan hormat sama suamimu ya ."Bisik Ayah


Almira merangkul leher sang ayah sambil mengangguk dan terisak.


Ayah menurunkan Almira di samping Radit.


"harusnya Ayah mengendong Ade saat siraman,tapi ade ga mau ada acara siraman"

__ADS_1


"tolong jaga putriku,sayangi dan jika suatu saat kau tak lagi mencintainya,kembalikan pada kami." Ayah berkata dengan suara berat


Radit mengangguk tak sanggup berkata2 suasana seperti ini hanya ada ada di mimpinya,berbicara dengan sosok Ayah


Akmal memeluk Ayahnya


juga menyalami Radit


"semoga Samawa,bersabarlah pada adikku ya."


"siap Kapten."


Akmal memeluk Almira ,Almira menangis tersedu merapatkan tubuhnya pada sang Kakak,betapa dia baru menyadari jika Akmal sangat menyayanginya.


"belajar terus jadi istri yang baik,nurut suami,nurut ayah nda dan berubahlah jadi wanita betulan bukan wanita jadi2an"bisik Akmal


Almira yang baru sadar kata2 ejekan sang kakak segera mencubit perut kakaknya


"auuww"Akmal menghindar


"dasar kakak kurang ajar,sini kalau berani."


Almira menarik gaun gamis putihnya menaruh bukket bunga sembarangan dan berlari mengejar Akmal


Radit dan para kerabat terkejut melihat pengantin wanita berteriak dan berlari


"adeeeeee"Bunda beeteriak kesal


Ayah hanya memandang dengan lemas saat melihat anak2nya berlarian.


Rio tertawa terbahak2 disusul Hadi yang benar2 tak menyangka dokter Almira dan Kapten Akmal bersikap kekanak2an.


Dewa hanya menepuk bahu Radit


"kau bisa lihat dia dilingkupi kasih sayang keluarga utuh,bersabar dan ajari dia menjadi pasanganmu seutuhnya."

__ADS_1


"semoga bisa sehidup sesurga."Dewa tulus mendoakan


__ADS_2