
Almira merapihkan laptopnya ,terduduk sambil mengeringkan rambutnya yang basah.Almira tersenyum kecil mengingat ciuman panas dengan suaminya kemarin.
"dokter"
panggilan didepan kamar jaga
"ya sebentar"Almira menarik jilbab menutupi rambutnya
"ada apa?"
tampak seorang Nurse tersenyum
"di cari kesayangan di nurse station"kata nurse berkaca mata besar itu
Almira segera menutup pintu dan bersiap
Menuruni eskalator Almira mencari kesayangan yang di maksud.
Almira mencari sampai seseorang mengangsurkan sebotol cofee
"Assalamualaikum"
"eh waalaikumsalam"Almira mendongak
"Letnan,ngapain disini?"
Radit cemberut dia selalu tidak nyaman jika dipanggil begitu oleh Almira
"ambil dulu minumnya,tanganku pegal"
Almira sigap memgambilnya
"ku tanya ngapain disini?"
"kau kan pasien"
Radit baru akan menjawab saat seorang petugas therapis berambut pirang mendekati
"tuan apa perlu dibantu ke kamar?"
Radit melirik Almira yang tiba tiba menatap tajam wanita ramah itu
"no,thank u"Radit menjawab sambil sedikit terbatuk
"you needs help sir"wanita itu terus memaksa, dan dia tidak mengenali Almira karena tidak memakai pakaian dinas
Radit menggeleng sambil menatap Almira minta pertolongan saat petugas itu siap menyentuh tubuhnya
__ADS_1
Almira yang menyadari Radit menjadi panik tersenyum penuh arti
Mata Radit benar benar memohon
"terima kasih ,tapi dia temanku biar aku yang menolongnya"Almira menepis tangan petugas wanita itu pelan diiringi mata Radit yang membesar
"oh ok"
Sebelum berlalu wanita itu membisikkan sesuatu pada Almira
"he is so hot,u know"tawanya terdengar sangat menggoda
Almira melotot dan meraih Radit
Sesampainya dikamar
Almira mendudukan Radit di tepi tempat tidur
Radit menahan tangannya
"terima kasih"
"hmm"
"kenapa cemberut?"
Almira menghela nafas
"ikhlas Letnan"
Almira menarik tangannya namun kaki Radit menahan tubuhnya
"jangan main2 ,tubuhmu penuh luka"Almira menjawab kesal
"kenapa kesal begitu?"
"karena kau sedang diobati tapi malah tidak menjaga"puas!
Radit menggeleng
"aku yang terluka kenapa mesti kau yang kesal?"
"dengar ya Letnan"
"kita itu lahir di negara yang sama wajar jika aku khawatir?"
Radit mendekatkan tubuhnya
__ADS_1
"bukan karena aku suamimu?"
"bukan"
"Hmmm"
"lebih baik wanita pirang tadi yang mengantarku" gumam Radit namun terdengar cukup jelas bagi Almira
"well Letnan kenapa sekarang kau suka tebar pesona?"
"aku juga ga habis pikir berlatih di pusat therapi sepagi ini"
"pasti kau mendapatkan pengalaman yang membuatmu banjir keringat kan?"
Almira benar2 terdengar penuh tuduhan
Radit menyipitkan mata dan menarik kakinya hingga tubuh Almira menjadi sangat dekat
"mau mencoba kegiatan yang membuat banjir keringat dokter?"
Almira menutupi rasa gugupnya dengan gelengan keras
"minggir aku sudah mandi,tak berminat berkeringat lagi"saat Almira lengah menoleh kanan dan kiri
Radit menempelkan bibirnya pada bibir pink Almira,menekan dan mata Radit terpejam sedang Almira masih menatap terkejut
Radit melepas perlahan
Mata mereka bertemu
Radit bergetar,rasanya dia selalu menginginkan menikmati bibir gadis itu.
"aku minum kopi tadi"Almira bergumam sambil mengulum bibir bawahnya
Radit menatap
"lalu kenapa?"
"tapi aku sudah gosok gigi"
Radit tak sanggup lagi melihat tingkah Almira yang menggemaskan
"pantas rasanya mint"Radit mencium Almira lagi kali ini sedikit membuka mulutnya memasukan bibir atas dan bawah Almira seluruhnya mendecap dengan cepat
Almira terkesiap, namun nalurinya juga menginginkan kegiatan ini tanpa sadar bibirnya membuka dan mencari bibir Radit untuk dikulum
Merasakan istrinya membalas ciumannya Radit semakin bersemangat dan memperdalam ciumannya.Tubuh Almira sudah bersandar pasrah pada tubuh Radit.Tubuh Radit menopang dengan sempurna Tangan Radit menyusuri jilbab menuju punggung Almira dan memberikan usapan sayang pada punggung sang istri
__ADS_1