Ordinary Man

Ordinary Man
Kiss again


__ADS_3

Almira merapihkan laptopnya ,terduduk sambil mengeringkan rambutnya yang basah.Almira tersenyum kecil mengingat ciuman panas dengan suaminya kemarin.


"dokter"


panggilan didepan kamar jaga


"ya sebentar"Almira menarik jilbab menutupi rambutnya


"ada apa?"


tampak seorang Nurse tersenyum


"di cari kesayangan di nurse station"kata nurse berkaca mata besar itu


Almira segera menutup pintu dan bersiap


Menuruni eskalator Almira mencari kesayangan yang di maksud.


Almira mencari sampai seseorang mengangsurkan sebotol cofee


"Assalamualaikum"


"eh waalaikumsalam"Almira mendongak


"Letnan,ngapain disini?"


Radit cemberut dia selalu tidak nyaman jika dipanggil begitu oleh Almira


"ambil dulu minumnya,tanganku pegal"


Almira sigap memgambilnya


"ku tanya ngapain disini?"


"kau kan pasien"


Radit baru akan menjawab saat seorang petugas therapis berambut pirang mendekati


"tuan apa perlu dibantu ke kamar?"


Radit melirik Almira yang tiba tiba menatap tajam wanita ramah itu


"no,thank u"Radit menjawab sambil sedikit terbatuk


"you needs help sir"wanita itu terus memaksa, dan dia tidak mengenali Almira karena tidak memakai pakaian dinas


Radit menggeleng sambil menatap Almira minta pertolongan saat petugas itu siap menyentuh tubuhnya

__ADS_1


Almira yang menyadari Radit menjadi panik tersenyum penuh arti


Mata Radit benar benar memohon


"terima kasih ,tapi dia temanku biar aku yang menolongnya"Almira menepis tangan petugas wanita itu pelan diiringi mata Radit yang membesar


"oh ok"


Sebelum berlalu wanita itu membisikkan sesuatu pada Almira


"he is so hot,u know"tawanya terdengar sangat menggoda


Almira melotot dan meraih Radit


Sesampainya dikamar


Almira mendudukan Radit di tepi tempat tidur


Radit menahan tangannya


"terima kasih"


"hmm"


"kenapa cemberut?"


Almira menghela nafas


"ikhlas Letnan"


Almira menarik tangannya namun kaki Radit menahan tubuhnya


"jangan main2 ,tubuhmu penuh luka"Almira menjawab kesal


"kenapa kesal begitu?"


"karena kau sedang diobati tapi malah tidak menjaga"puas!


Radit menggeleng


"aku yang terluka kenapa mesti kau yang kesal?"


"dengar ya Letnan"


"kita itu lahir di negara yang sama wajar jika aku khawatir?"


Radit mendekatkan tubuhnya

__ADS_1


"bukan karena aku suamimu?"


"bukan"


"Hmmm"


"lebih baik wanita pirang tadi yang mengantarku" gumam Radit namun terdengar cukup jelas bagi Almira


"well Letnan kenapa sekarang kau suka tebar pesona?"


"aku juga ga habis pikir berlatih di pusat therapi sepagi ini"


"pasti kau mendapatkan pengalaman yang membuatmu banjir keringat kan?"


Almira benar2 terdengar penuh tuduhan


Radit menyipitkan mata dan menarik kakinya hingga tubuh Almira menjadi sangat dekat


"mau mencoba kegiatan yang membuat banjir keringat dokter?"


Almira menutupi rasa gugupnya dengan gelengan keras


"minggir aku sudah mandi,tak berminat berkeringat lagi"saat Almira lengah menoleh kanan dan kiri


Radit menempelkan bibirnya pada bibir pink Almira,menekan dan mata Radit terpejam sedang Almira masih menatap terkejut


Radit melepas perlahan


Mata mereka bertemu


Radit bergetar,rasanya dia selalu menginginkan menikmati bibir gadis itu.


"aku minum kopi tadi"Almira bergumam sambil mengulum bibir bawahnya


Radit menatap


"lalu kenapa?"


"tapi aku sudah gosok gigi"


Radit tak sanggup lagi melihat tingkah Almira yang menggemaskan


"pantas rasanya mint"Radit mencium Almira lagi kali ini sedikit membuka mulutnya memasukan bibir atas dan bawah Almira seluruhnya mendecap dengan cepat


Almira terkesiap, namun nalurinya juga menginginkan kegiatan ini tanpa sadar bibirnya membuka dan mencari bibir Radit untuk dikulum


Merasakan istrinya membalas ciumannya Radit semakin bersemangat dan memperdalam ciumannya.Tubuh Almira sudah bersandar pasrah pada tubuh Radit.Tubuh Radit menopang dengan sempurna Tangan Radit menyusuri jilbab menuju punggung Almira dan memberikan usapan sayang pada punggung sang istri

__ADS_1


__ADS_2