Ordinary Man

Ordinary Man
Janjian


__ADS_3

Radit mematikan mesin mobil tuanya.


Segera turun dan membantu calon ibu mertuanya.


Semua barang sigap diambilnya.


Almira sesaat merasa kagum Radit benar benar calon menantu idaman


"hey....koq malah terpesona gitu sih."Bunda menoel pipi cubby Almira


"apaan sih nda." Almira bergegas masuk ke dalam rumah


Setelah memasukan semua barang belanjaan


"Bunda izin saya pamit,karena dokter Almira dinas sore bisakah saya izin mengantar sekalian.?"


Radit bertanya


Bunda tersenyum


"boleh banget nak Radit,silahkan."


"ade siap2 dong tuh lihat sudah jam 13.00"


Almira mengangguk dan berlari naik ke atas menuju kamarnya.


Setelah siap Almira pun berpamitan


Dalam perjalanan Radit membuka percakapan


"kalau besok ada waktu kah?"


"ada"


"kenapa?"


"ya sudah besok saja."Radit ragu2


"sekarang saja."


"sudah jam 13.30,kau bisa terlambat."


"hari ini libur."Almira santai menjawab


"kenapa ga kasih tau?"Radit spontan menengok ke arah Almira


"kan kamu ga nanya."Almira menjawab tanpa rasa bersalah


Radit seketika berbelok arah menepi disebuah restoran cepat saji.

__ADS_1


"ayo turun"


Almira mengikuti dengan heran


"tunggu disini"


Almira menurut


15 menit kemudian Radit membawa 1 gelas es lemon tea dan 1 cup ice cream dengan topping strawbery.


Almira menerima dengan bahagia


"ya ampun Letnan aku jatuh cinta padamu,,thank u"mata berbinar tampak dihadapan Radit membuat sesaat hampir tergoda untuk menjawil pipi cubby gadis didepannya


"aku mau bicara serius dokter"Radit mengatur nafas


Almira mengangguk tapi tetap asik menikmati es kesukaannya.


"besok bisakah kita lakukan nikah kantor agar tak jadi beban sebelum menikah beneran"


uhuuk..uhukk


Almira terbatuk tiba2


Radit menganggsurkan teh nya sambil menepuk punggung Almira


"pelan2 makannya ga ada yang minta es krim mu."


"besok aku perlu siapkan apa?"Almira menarik wajahnya yang semakin panas


"pakai rok hitam dan kemeja putih"


"punya ga"


"hmm punya"


"besok aku jemput di rumah jam 07.00"


"jemput di RS aza,aku mau nginep dikamar jaga malam ini"


"ok"


Di sebuah cafe


Kapten Akmal tampak terkejut dan senang mendengar Kapten Dewa bercerita tentang Radit dan adiknya


"begitu ceritanya gimana menurutmu?"


Akmal mengangguk dan bertepuk tangan senior favoritenya ini memang luar biasa

__ADS_1


"sangat setuju,tapi apakah Al memang benar2 suka Radit?"


"tentu saja ,Istriku memberikan data kongkrit"Dewa menjawab cepat


"kak Keira itu sering salah menilai orang lho Kapten"


wajah Dewa berubah tegang


"hmm maksudku kadang mereka berdua mudah baper."Akmal segera meralat kata2nya


"sepertinya tidak demikian."yakin Dewa


"tapi aku sepertinya tidak bisa hadir saat pernikahan mereka,jadwal ku dimajukan"


"besok mereka menikah kantor,paksa mereka memajukan akadnya"


Dewa memberi saran


Akmla mengangguk setuju


Keesokan harinya


Selepas Shubuh Radit sudah berangkat ke Rumah Sakit


jam 06.20 dirinya sudah berada di lobby RS


"permisi suster bisa saya bertemu dokter Almira?"


"maaf pak dokter Almira sedang menangani pasien gawat di IGD."


"bukannya dokter Al tidak berdinas?"


"benar" sang Perawat melihat penuh selidik


"tapi ada kejadian luar biasa 1 pabrik keracunan makanan sejak semalam."


"oh baik terima kasih"


"maaf bapak siapanya dokter Almira?"


"calon suaminya"jawab Radit yakin


"oooh"


"tunggu di kamar jaga saja pak,silahkan kan keluarga"


jawab sang perawat sambil menunjukkan arah kamar jaga


Dikamar jaga Radit melihat jam 06.30 masih 30 menit lagi dia menaruh 1porsi bubur ayam khas sukabumi di atas meja

__ADS_1


Melihat bed ukuran single Radit merebahkan diri menghirup aroma almira yang tertinggal di bantal


__ADS_2