Ordinary Man

Ordinary Man
Lengah


__ADS_3

Radit menceritakan jika dibulan kedua dia menerima surat untuk melakukan penyelidikan


Namun baru setelah 1 bulan dia menyadari jika penyelidikan yang dilakukan ilegal dan hanya siswa siswa pilihan yang mengikuti kegiatan ini.


"ada berapa total siswa?"


"awal 12 Kapten,lalu berkurang setiap bulannya 1 orang"


"sekarang hanya tersisa 3 orang termasuk saya"Radit menjelaskan


"apakah kasus yang ditangani sama?"


"tiap orang berbeda Kapten"


"bisa kau berikan data kasusmu padaku"


"siap akan kukirim lewat email"


"ok"


"aku akan pelajari dulu"


"Baik Kapten"


Akmal berdiri dan mengambil jaketnya


"ku harap kehidupan rumah tanggamu baik2 saja Letnan"


Radit mengangguk pelan


"aku faham ini hanya pernikahan kesepakatan antara kalian,masing2 mengambil keuntungan,tapi bisakah kau yang memulai untuk mewujudkan pernikahan sesungguhnya"


"aku rasa adikku walau sangat galak akan luluh juga"


Radit terdiam


"bisa kau berjanji akan menjaga dan membuatnya bahagia?"


Radit menatap Kapten Akmal mantap


"siap Kapten"


"makan lalu istirahatlah"


"aku akan menjemput Al"


"terima kasih Kapten"Radit benar2 terharu melihat perlakuan kakak iparnya

__ADS_1


Sementara diluar Rumah Sakit


Pria berpakaian hitam memasuki lobby Rumah Sakit.Mengamati suasana sekitar lobby dan menyembunyikan diri saat seorang gadis melintas dihadapannya.


Tampak gadis itu tergesa menuruni tangga menerjang hujan yang mulai turun dengan derasnya .


Gadis itu menghampiri mobil hitam yang terparkir tepat di depan pintu masuk Rumah Sakit ,namun sebelum sempat membuka pintu mobil sebuah motor berkecepatan tinggi menghampiri gadis itu


Pria dalam mobil menyadari langsung membuka pintu dan menarik tangan gadis itu.Alhasil motor yang melaju kencang menabrak pintu mobil yang terbuka


"braak"


Pemotor terjatuh namun segera berdiri dan memacu motornya meninggalkan Rumah Sakit


"aaaaaaaah"


gadis itu berteriak ketakutan


Pria muda yang memegang kemudi mendekati


"Al,kau tak apa2 kan?"Akmal bertanya khawatir


Almira tampak pucat


Sesaat memandang Akmal tajam


"maaf aku berusaha menyelamatkanmu"


Akmal tersenyum


Adiknya sudah bisa marah merupakan indikator Almira baik baik saja


Akmal membawa mobil menembus hujan besar


"nanti kau yang bayar biaya perbaikannya"suara Almira terdengar lagi


"ok"


Sesampainya di Apartemen,Almira segera masuk ke kamar.Menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sesaat Air shower hangat membasahi tubuhnya.Saat buih sabun dan shampo mengalir Terlihat darah ikut mengalir juga mengarah pada pembuangan air.Almira tak menyadarinya membungkus rambut sebahunya yang basah.Melilitkan handuk berwarna merah marun menutupi tubuhnya.


Almira menuju lemari pakaian mengambil piyama berwarna putih saat menutup pintu lemari bersamaan dengan bayangan Radit yang tertangkap di kaca lemari


Almira terkejut sesaat namun berusaha tetap tenang , Menutup pintu lemari dengan hati hati dan berjalan menjauh namun ujung handuk yang dipakainya membungkus rambut tersebut sebagian membuat terlepas


"aah" segera dia menutup mulutnya

__ADS_1


Dan dalam posisi berjongkok mengambil handuk yang tergeletak di lantai.


"kau tidak apa apa Dokter?"suara Radit bertanya pelan


"eeh..tidak aku baik baik saja"Jawab Almira cepat


Saat dia berdiri dan menatap Radit


tampak Radit terdiam dan sesaat kemudian mengalihkan wajahnya


"segera pakai baju Dokter sebelum kau kedinginan"ujarnya Radit sambil menelan ludah nya pelan


Almira terhadap dan gelap memakai bajunya.


Radit benar benar tergoda untuk menatap bayangan tubuh Almira di kaca yang dipenuhi embun air hujan


Almira mengancingkan pakaiannya saat menyadari lengannya terasa perih


"Letnan...tanganku..."Almira seketika merasa gelap sesaat ketika dilihatnya Radit melompat dari tempat tidur mendekatinya


Radit benar benar panik


Membawa Almira yang pingsan ke atas tempat tidur


Akmal yang mendengar keributan di dalam kamar sang adik,mengetuk


"ada apa Al?"


"apa semua baik baik saja?"


Radit membuka pintu mempersilahkan Akmal masuk


"maafkan aku,aku tak sadar Al terluka"


"tapi aku tadi memastikan dia baik baik saja"


"bagaimana mungkin dia terluka"


"kapan?"


Akmal terus berkata pada dirinya


"Kapten tenanglah,semoga perdarahannya tak banyak"Radit berkata sambil memeriksa tangan Almira yang satunya


Akmal menarik selimut yang menutupi tunuh adiknya dan terkejut


Radit segera memasang kembali selimut untuk menutup tubuh Almira

__ADS_1


"kau sempat sempatnya "desis Akmal kesal


"jangan berfikir aneh aneh Kapten"Radit menjawab dengan tegas


__ADS_2