Ordinary Man

Ordinary Man
Solusi


__ADS_3

Keesokan Harinya


Almira melipat Snellinya perlahan,seorang wanita paruh baya mengetuk kamarnya


"dokter laundrynya sudah semuakah?"


"ketinggalan satu teh."sambil mengacungkan snelli yang dilipatnya


"baik" sang wanita paruh baya itu mengambil snelli yang diangsurkan Almira berpamitan seraya menutup pintu kamarnya


Almira melirik jam beker kecil menujukkan jam 09.45 shift malamnya baru saja berakhir .


Ragu2 dia menelpon Keira


"hallo kak Kei?"


Terdengar tangis kencang di belakangnya


"apa kau sibuk kak?"


"tidak Al,ada apa?" jawab Keira diiringi suara benda jatuh


Almira menarik nafas dalàm


"nanti ku hubungi lagi kak,salam buat si kecil."Almira menutup sambungan telpon sebelum Keira memberikan jawab


Almira merebahkan tubuhnya


sebuah pesan singkat masuk dari sang Kakak


"5 hari lagi aku berangkat,besok kau harus sudah ada solusi dan jawaban!"


Almira menutup wajahnya dengan bantal da berteriak kencang


Di Kantin Batalion


"makan yang banyak,anda akan merindukan masakan kantin Letnan."Tawa Tono bintara yang bekerja di kantin saat menambahkan beberapa sendok sayur asem


"Terima Kasih cukup."


Sebuah pesan masuk dari Kapten Dewa


"awas jika kau tak datang!!!"


Radit makin sulit menelan makananya melirik jam lama di pergelangan tangannya waktu pertemuan tinggal 30 menit lagi.


Radit menarik bangku dan pergi

__ADS_1


Di kator Kapten Dewa


Radit duduk dengan gelisah


"hei,kenapa gelisah begitu?"Dewa menggoda Radit


"Kapten apa rencana anda sebenarnya."Radit menggaruk2 kepalanya yang tak gatal


"tunggu saja"


Jam sudah menunjukkan pukul 13.30


"sudah 1 jam Kapten,aku pergi saja."


"hei sabar lah ,pujaan hatimu itu dokter yang bisa kapan saja waktunya tersita untuk pasien."


Radit diam mencerna kata2 Dewa yang benar adanya


"tunggu 30 menit lagi."


Dewa juga gelisah sebenarnya


"berani2nya dokter judes itu tak menuruti perintahku!"


tok..tok..tok


pintu terbuka tampak Almira berdiri di ambang pintu dengan wajah kemerahan


"panas dokter?"


"silahkan masuk."


Radit membeku ditempat duduknya melihat kedatangan gadis yang membuat hatinya sempat hancur karena penolakannya


"lain kali cari tempat nyaman untuk bertemu dong."Almira mulai protes dan menghempaskan tubuhnya keatas bangku didepan Dewa


"kalian marahan?"Dewa bertanya


Almira dan Radit menggeleng


"deketan dong."Dewa memberi kode agar Almira duduk disebelah Radit.Almira berpindah tempat duduk


"aku tidak akan basa basi"


"masalah anda harus segera di selesaikan dan rencana study di Negri Paman Sam segera dilaksanakan."Dewa membuka pembicaraan


"aku sudah faham masalah kalian berdua masing2"

__ADS_1


"solusiku kalian menikah agar semua masalah terselesaikan."Dewa mengetuk ujung jarinya ke atas meja


"apa??Almira terkejut


"jangan main2 Kapten"


"Kapten bercanda anda kelewatan,"Radit bersiap berdiri


"apa yang salah?"


"Radit kau masih dan akan selalu menyukai gadis judes di sampingmukan?"


"anda dokter Almira dimana bisa menemukan mahram dalam tempo 3 hari ini."


"kalian faham arti dari mahram bukan?"


Almira memejamkan mata,yang dikatakan Kapten arogan didepannya benar sekali jika dia mengikuti solusi ini maka rencananya akan berjalan lancar dan sempurna


Radit terpekur apa yang keluar dari ucapan Dewa sangat benar,bagaimana bisa Dewa begitu memahaminya


"dokter bagaimana?"


"hanya butuh persetujuanmu,dan hanya sahabatku yang bisa menolongmu."


Radit berdehem mempersiapkan kata2 yang akan dia sampaikan


"Kapten,maaf sepertinya ..."


"saya bersedia,semoga letnan Radit juga bersedia?"Almira memotong perkataan Radit dan menatap penuh harap


Mata Radit membulat,tangannya erat saling bertaut


Dewa di ujung meja menahan senyumnya


"ini pernikahan tak layak di permainkan."Radit menjelaskan


Almira terdiam


"aku minta tolong cukup terikat padaku selama 3 tahun masa pendidikan,setelah itu kau bebas"


Radit tetap menggelengkan kepala dengan berat


"kau tidak akan tinggal serumah dengan ku di luar negri nanti semua kita yang atur."Almira melancarkan rayuannya


Radit bergeming


"Radit pikirkan lah Almira membutuhkan bantuanmu."

__ADS_1


__ADS_2