Ordinary Man

Ordinary Man
kabar gembira


__ADS_3

Dewa menarik selembar kertas yang ada di atas mejanya.


memeriksa dengan teliti gambar bendera negara adidaya tercetak jelas disitu


Membaca tulisan yang tertuang diatas kertas dan tersenyum senang mendapati nama sahabatnya ada di situ


"Kapten permisi."Seorang letnan dua masuk memberi hormat


"ya masuk"


"izin letnan Dua Bagas melapor."


"Bagas bisa saya minta tolong?"


"siap."


"berikan surat ini pada komandan regumu."


"tapi jangan bilang aku yang memberikan." Dewa menyerahkan surat yang sudah terbungkus amplop rapih


"siap Kapten."


Dewa mengambil ponselnya dan tampak serius berbicara dengan seseorang


Di sebuah Hanggar


"lapor Letnan ada surat."


seorang perwira mendekati Radit yang sedang mengutak atik sebuah paramodeling


"baik terima kasih."


Sang perwira muda mengangguk dan pergi


Radit tidak pernah berkata apapun ketika mendapatkan surat Dan itu sudah diketahui hampir seluruh anggota kesatuan


Radit tampak serius membaca


Dan melipat dengan tenang menatap pesawat kesukaanya paramodeling


"bismiilah semoga semua dilancarkan." perlahan Radit berbisik


Tiba2 bunyi ponsel bernada terompet kesatuan yang membuat telinga sakit terdengar


"siap Kapten."


Radit tampak serius menerima telpon


"Baik 3 jam lagi kita bertemu di Restoran ."Radit menutup telponnya

__ADS_1


melirik pada dompetnya yang jarang sekali dibuka untuk keperluan pribadi


Disebuah Restoran


"kali ini Radit yang bayar karena sedang mendapat kabar gembira."Kapten Rio membuka pertemuan meriah mereka


"wah kesempatan langka ini."Hadi menjawab sambil meregangkan tubuh bersiap seakan mau perang


Dewa tersenyum melihat tingkah sahabat2nya


Radit tampak tersenyum kecut


"pokoknya kau akan membuat ATM mu kosong."Rio mulai mengancam


Radit hanya bisa menjawab pasrah


"siap Kapten."


"itu menunya ayo "Hadi ikut rusuh


"kapten Hadi biasanya anda berwibawa?"


"aku tetap berwibawa Dit,tapi mengingat istriku sudah tak punya waktu untuk menyiapkan makanan kesukaanku kesempatan ini tak boleh dilewatkan."Hadi tertawa licik


Dewa menggeleng Hadi sejak menjadi ayah dari seorang bayi perempuan berusia 1 th menjadi sangat berubah,sepertinya sang istri hanya fokus pada putri mereka


"aku pilih paket 1 saja."


"tabunganku cukup untuk mentraktir semua keinginan anda kapten" Radit menjelaskan


Dewa mengangguk tersenyum


"aku tau tapi kau lebih butuh disana."


Dewa menyelipkan kartu debitnya di tangan Radit


"gunakan ini,this order."


Radit hanya menatap kagum pada sang Kapten karena Dewa bukan type leader yang menindas


Sesaat mereka bercengkrama saat Rio berbisik agak kencang


"wow...dokter judes lewat."


Seketika semua melihat ke arah Rio menatap tampak Almira sedang berjalan menunduk di depannya tampak pria tampan memakai stelan hitam berjalan tak perduli


"panggil dia."Hadi menyenggol Radit


Radit menggeleng perlahan

__ADS_1


"siapa pria keren didepannya,gila dia sangat bucin sampai2 menurut menempel pada pria itu."Rio memanasi


Dewa menggeleng melihat kelakuan sahabatnya menggoda Radit.


sesaat Dewa mengeryit tampak teringat sesuatu


"Kapten Akmal."teriaknya sambil melambaikan tangan


pria tampan didepan Almira berhenti sejenak dan menoleh lalu menghampiri


"Kapten Dewa tak disangka kita bertemu di sini."


Dewa memeluk Kapten yang tampak masih sangat muda itu


Almira yang sedari tadi menunduk mengekori sang kakak terkejut melihat Dewa menyapa kakaknya


"kenalkan,sahabat2ku."Dewa mengarahkan tatapannya kepada sahabatnya


"Akmal."


"Hadi"


"Rio"


Dewa menatap Radit tajam


"kau tidak punya nama ?"


"Radit"


mata Radit terus melirik pada Almira yang gelisah di belakang Akmal


"wah ada dokter Almira juga?"Dewa berdehem


"halo kapten?"


"Al kamu kenal Kapten Dewa?"


"dia suami kak Keira"


"apa !"


Kapten Akmal langsung menjitak kepala Almira


"aduuh"


"sakit mas."


Ketiga pria yang menyaksikan melonggo dan menahan senyum dokter judes yang mereka kenal bisa di tindas.Hanya satu orang yang menatap tak senang melihat kejadian itu

__ADS_1


__ADS_2