
Dewa menarik selembar kertas yang ada di atas mejanya.
memeriksa dengan teliti gambar bendera negara adidaya tercetak jelas disitu
Membaca tulisan yang tertuang diatas kertas dan tersenyum senang mendapati nama sahabatnya ada di situ
"Kapten permisi."Seorang letnan dua masuk memberi hormat
"ya masuk"
"izin letnan Dua Bagas melapor."
"Bagas bisa saya minta tolong?"
"siap."
"berikan surat ini pada komandan regumu."
"tapi jangan bilang aku yang memberikan." Dewa menyerahkan surat yang sudah terbungkus amplop rapih
"siap Kapten."
Dewa mengambil ponselnya dan tampak serius berbicara dengan seseorang
Di sebuah Hanggar
"lapor Letnan ada surat."
seorang perwira mendekati Radit yang sedang mengutak atik sebuah paramodeling
"baik terima kasih."
Sang perwira muda mengangguk dan pergi
Radit tidak pernah berkata apapun ketika mendapatkan surat Dan itu sudah diketahui hampir seluruh anggota kesatuan
Radit tampak serius membaca
Dan melipat dengan tenang menatap pesawat kesukaanya paramodeling
"bismiilah semoga semua dilancarkan." perlahan Radit berbisik
Tiba2 bunyi ponsel bernada terompet kesatuan yang membuat telinga sakit terdengar
"siap Kapten."
Radit tampak serius menerima telpon
"Baik 3 jam lagi kita bertemu di Restoran ."Radit menutup telponnya
__ADS_1
melirik pada dompetnya yang jarang sekali dibuka untuk keperluan pribadi
Disebuah Restoran
"kali ini Radit yang bayar karena sedang mendapat kabar gembira."Kapten Rio membuka pertemuan meriah mereka
"wah kesempatan langka ini."Hadi menjawab sambil meregangkan tubuh bersiap seakan mau perang
Dewa tersenyum melihat tingkah sahabat2nya
Radit tampak tersenyum kecut
"pokoknya kau akan membuat ATM mu kosong."Rio mulai mengancam
Radit hanya bisa menjawab pasrah
"siap Kapten."
"itu menunya ayo "Hadi ikut rusuh
"kapten Hadi biasanya anda berwibawa?"
"aku tetap berwibawa Dit,tapi mengingat istriku sudah tak punya waktu untuk menyiapkan makanan kesukaanku kesempatan ini tak boleh dilewatkan."Hadi tertawa licik
Dewa menggeleng Hadi sejak menjadi ayah dari seorang bayi perempuan berusia 1 th menjadi sangat berubah,sepertinya sang istri hanya fokus pada putri mereka
"aku pilih paket 1 saja."
"tabunganku cukup untuk mentraktir semua keinginan anda kapten" Radit menjelaskan
Dewa mengangguk tersenyum
"aku tau tapi kau lebih butuh disana."
Dewa menyelipkan kartu debitnya di tangan Radit
"gunakan ini,this order."
Radit hanya menatap kagum pada sang Kapten karena Dewa bukan type leader yang menindas
Sesaat mereka bercengkrama saat Rio berbisik agak kencang
"wow...dokter judes lewat."
Seketika semua melihat ke arah Rio menatap tampak Almira sedang berjalan menunduk di depannya tampak pria tampan memakai stelan hitam berjalan tak perduli
"panggil dia."Hadi menyenggol Radit
Radit menggeleng perlahan
__ADS_1
"siapa pria keren didepannya,gila dia sangat bucin sampai2 menurut menempel pada pria itu."Rio memanasi
Dewa menggeleng melihat kelakuan sahabatnya menggoda Radit.
sesaat Dewa mengeryit tampak teringat sesuatu
"Kapten Akmal."teriaknya sambil melambaikan tangan
pria tampan didepan Almira berhenti sejenak dan menoleh lalu menghampiri
"Kapten Dewa tak disangka kita bertemu di sini."
Dewa memeluk Kapten yang tampak masih sangat muda itu
Almira yang sedari tadi menunduk mengekori sang kakak terkejut melihat Dewa menyapa kakaknya
"kenalkan,sahabat2ku."Dewa mengarahkan tatapannya kepada sahabatnya
"Akmal."
"Hadi"
"Rio"
Dewa menatap Radit tajam
"kau tidak punya nama ?"
"Radit"
mata Radit terus melirik pada Almira yang gelisah di belakang Akmal
"wah ada dokter Almira juga?"Dewa berdehem
"halo kapten?"
"Al kamu kenal Kapten Dewa?"
"dia suami kak Keira"
"apa !"
Kapten Akmal langsung menjitak kepala Almira
"aduuh"
"sakit mas."
Ketiga pria yang menyaksikan melonggo dan menahan senyum dokter judes yang mereka kenal bisa di tindas.Hanya satu orang yang menatap tak senang melihat kejadian itu
__ADS_1