
Pagi menjelang,sejak sebelum shubuh seorang pria termenung di depan kamar mess nya
Azan terdengar memanggil untuk menunaikan sholat yang disaksikan malaikat langit.
"Pagi letnan."
"pagi"Radit agak terkejut pada sapaan seorang tamtama.
"mari sholat berjamaah"
"mari"Radit mengikuti ajakan bawahannya itu
Setelah Sholat berjamaah pun Wajah Radit masih terlihat gundah.
"ada apa ini,Komandan Regu terkeren di kesatuan tampak gundah gulana.?"Bahri adik letting yang lebih tua 2 tahun menegur
Radit hanya memberikan senyumnya,Bahri memiliki latar belakang yang mirip sama2 menjadi yatim piatu bedanya Bahri di adopsi pengusahan minyak di Medan
"aku baik2 saja "Radit melambai meninggalkan Bahri
Jam menunjukkan pukul 08.00 apel pagi sudah selesai dilaksanakan
Hadi melambaikan tangan ke arah Radit
"cepat Letkol Tulus sudah ada di ruangannya."teriaknya
Radit dengan gugup berlari bergegas
Didepan Kantor Dan Pri dimana Radit harus berjuang memindahkan tujuan tempat studynya
tok..tok
"masuk."
Radit masuk dan langsung memberi hormat
"lapor letnan dua Radit izin menghadap."Radit memberi hormat pada atasannya
Kolonel Tulus membalas hormat Radit
"silahkan letnan."
"duduk"
__ADS_1
"siap."Radit duduk berhadapan dengan Kolonel Tulus
"saya sudah baca surat rekomendasi dari Kapten Dewa,saya hanya ingin tau pilihanmu."
"siap"
"bismillah saya ingin memilih USA sebagai tempat Study"
Kolonel Tulus tersenyum
"kau yakin anan berjuang?"
"siap"
"apa alasan mendasarnya."
"menemani istri study di sana juga Kolonel"Radit menjawab ragu
"ok..ACC"
"sukses selalu ya Letnan,buat kami semua bangga."Kolonel tulus menjabat tangan Radit
Wajah Radit tampak senang
semudah itu mendapatkan ACC,dia melirik jam tangannya pukul 11.30
Sementara di Lobby Rumah Sakit tampak Almira menunggu cemas.Pesan singkat dari sang kakak makin membuat hatinya khawatir apakah sandiwara ini akan berjalan lancar
Radit berjalan ke arah gadis berkerudung pink dengan motif bunga kecil2 yang tampak sering menengokkan kepalanya mencari seseorang
"ehem"
Almira menoleh
"ya ampun kenapa lama sekali sih."Almira memasang tampang kesal sambil menarik tangan Radit keluar Rumah Sakit
"mana mobilmu?"
Radit menunjuk ke arah mobil tua miliknya dan menurut saat Almira menarik tangannya meminta segera berangkat
Didalam mobil Radit hanya bisa menarik nafas panjang mendengar Almira melist apa yang harus di lakukan olehnya nanti.Radit melirik kearah kaca spion melihat wajah gadis disampingnya bersemangat mengingatkan skenario mereka,wajah Almira terlihat berkeringat dan makin membuat Radit merasakan hatinya menghangat
"kau ingatkan Letnan.?"
__ADS_1
"oh..eh..iya ingat."
Almira menepuk bahunya pelan
"semangat"katanya sambil tersenyum
Radit mengangsurkan tissue disambut senang oleh Almira
Sesampainya didepan sebuah rumah yang cukup asri mereka bersiap masuk
"tunggu."
Almira sigap merapihkan kerah Baju Radit dan mengelap keringat di dahinya
"itu tissu bekas?"Radit bertanya
"ga papa bekas aku mah,aku sehat koq."Almira menjawab cuex
Radit hanya menggelengkan kepala
dan tiba2 Radit berhenti mendadang saat tangan Almira melingkar di lengannya
"ayo masuk."Almira berjalan disamping Radit
Saat sudah masuk suasana nyaman terasa oleh Radit,melihat beberapa foto yang terpampang di ruang keluarga membuat Radit yakin Almira dibesarkan penuh cinta.Tampak foto besar Almira dan Kapten Akmal menggunakan dobok pakaian khas taekwondo.
"silahkan duduk."Almira menunjuk sebuah sofa berwarna marun.Radit duduk menenangkan hatinya
seorang wanita dengan gamis warna abu2 turun dari lantai atas
"ade koq ga kedengeran salamnya?"
Almira menuju wanita itu dan memeluknya
"udah salam lho nda,tapi dalam hati."tawanya
Radit tersenyum adegan di hadapannya adalah adegan yang sangat diimpikannya.
Wanita yang di panggil Bunda menatap nya
"ini siapa?"
Radit berdiri
__ADS_1
"Radit tante."Radit mengulurkan tangannya
"panggil nda saja mas Radit,bunda akan nitip putri bunda mohon dijaga ya."Wanita penuh kehangatan itu maju dan menepuk punggung tangan Radit