
Waktu terasa sangat Cepat berjalan dirasakan oleh Radit tak terasa Ia sudah berada di kementrian luar negri untuk melaksanakan uiian bahasa sebagai syarat pendidikan yang akan dia tempuh
Tampak 3 orang dengan pakaian hitam putih duduk dengan tegang
"silahkan masuk semua peserta ujian"seorang wanita dengan blezer hitam dan sanggul khas Indonesia memanggil mereka berempat untuk memasuki ruangan
"waktu kalian hanya 30 menit untuk mengerjakan soal"
"dan 20 menit kemudian hasil akan keluar,jika nilai cukup akan melanjutkan ke tes berikutnya."
"bisa dipahami"
Semua peserta mengangguk
Radit melirik jam di dinding nampaknya ujian kali ini dimajukan lebih awal 1 jam.
Waktu berjalan Radit tampak mengisi dengan yakin.Radit benar2 sangat terbantu dengan metode pembelajaran private dari Almira.Betapa dia berada di bawah pressure yang sangat ketat.Setiap pagi Almira akan menelpon mengetes atau sekedar memberikan instruksi,belum lagi setiap 2 jam Almira akan memberikan soal2 yang harus di jawabnya segera.Almira pun membuatkan notes warna warni bergambar lucu dari kertas dengan aroma bunga yang membuat dirinya ditertawakan teman2 sekompinya ketika catatan itu tertinggal di meja kantin.
Waktu 30 menit pertama selesai ,nilai yang didapat Radit pun melewati batas lulus.Persiapan tahap kedua
Radit memejamkan matanya tahap ke dua adalah listening dan itu sulit menurut Radit,Almira sampai memasangkan rangkaian cerita yang wajib di dengarnya setelah sholat shubuh.
Radit menatap 2 orang didepannya yang tak kalah tegang
Sekarang tinggal mereka bertiga yang masuk ke tahap 2
Headset sudah terpasang Berulang kali Radit merapal doa agar dimudahkan.
__ADS_1
Sementara itu di sebuah ruang Operasi,Almira tampak gelisah.Hari ini dia bertindak sebagai penguji para dokter Residen bedah tersisa 2 orang lagi.
"kalau kau tidak segera menyelesaikan operasi Haemoroid ini dengan segera ,jangan harap stase ini kau lewati"Suara Almira berdesis di telinga Residen yang bertindak sebagai dokter utama.
Keringat dingin membajiti wajah residen itu.Dibelakang tampak Keira tersenyum melihat tingkah sahabatnya.Keira tau semua detai cerita suasana yang dialami sahabatnya dari sang Suami Kapten Dewa.
"sudah sana,biar aku yang selesaikan"
Almira menggeleng
"sudah pergi sana"Keira memaksa
"tapi kak,tanggung tinggal 2 lagi."
"kasian mereka tertekan dibawah kedzolimanmu"
Almira hanya cengar cengir meninggalkan ruangan itu.
Almira tersenyum yakin dia akan sampai ke kedubes tepat waktu malah mungkin Radit belum menyelesaikan ujiannya.Dia sangat penasaran apakah Letnan Radit bisa menyelesaikan dengan baik.Almira benar2 dibuat stress 1 minggu kemarin betapa tidak Letnan yang sering membuatnya kagum itu tiba2 menjadi super lemot untuk masalah bahasa internasional ini.
Almira duduk di lobby utama memperhatikan 2 orang berpakaian jas dengan lebel biru di saku kiri mereka berbicara serius dan memasukkan sesuatu ke dalam sebuah komputer besar di pojok lobby.
Beberapa orang berkerumun membaca tulisan berjalan pada layar.Almira tertarik mendekat namun lengannya di tahan seseorang.
"Letnan"
Radit memeluknya tiba2.Almira terdiam
__ADS_1
dia baru kali ini melihat kekecewaan pada laki2 dihadapannya
Almira menepuk punggung lebar lelaki didepannya
Radit hanya bisa memeluk erat,membagi beban di hatinya seharian berjibaku dengan ujian yang sulit menguras tenaganya.
"kita bisa ikut remedial,jangan khawatir"
"atau aku akan bilang pada mas Akmal agar kau dapat surat sakti."bisik Almira
Radit hanya mengangguk
"ayo tegarlah,malu dilihat orang2"Almira mendorong pelan tubuh jangkung Radit
Radit melepas pelukannya
"maaf ya dokter."Wajah Radit terasa hangat saat dilihatnya pipi Almira bersemu merah
"ayo kita ajukan remedial"Almira bersemangat
"untuk apa?"Radit bertanya heran
"supaya kau bisa ada kesempatan lulus"
Radit tersenyum dan mendorong Almira mendekati monitor yang mengeluarkan tulisan berjalan dan ada nama Radit di sana tujuan beasiswa USA.
Almira melonjak gembira dan memeluk erat Radit
__ADS_1