
Radit mengecup pelan pucuk kepala Almira setelah memberikan posisi nyaman untuknya.
"tidurlah" bisik Radit
Saat sedang menutup pintu
Daren menarik kerah kemeja Radit
"kau...apa yang kau perbuat?"
Radit terdiam
"kau tau Gadis itu sangat berbakat untuk menjadi dokter bedah"
"kau bahkan tak bisa mensuport apapun"
"kau malah mencelakainya"
"sejak usb sialan yang aku keluarkan dari perutmu,aku tau ada yang tak beres"Daren benar benar meluapkan kegusarannya
Akmal mendekat
"kita duduk dan bahas ini dengan tenang"
Akmal menarik Daren dan Radit untuk duduk
Isme yang terkejut menatap takut dari arah dapur
Radit menyadari itu dan menepis tangan Daren
"Isme silahkan ,kau bisa pulang sekarang"
"maaf membuat mu mesti datang malam malam"
Isme menunduk
"baik tuan"
"apa nyonya benar benar aman?"
Radit tersenyum mengangguk
"hati hati dijalan Isme"
Radit membukakan pintu untuk Isme
"kau,terlibat masalah besar bung!"Daren berkata penuh kemarahan
Radit mendekat duduk dan diam
"kau membahayakan wanitaku!"Teriak Daren
__ADS_1
Akmal terbatuk
"maaf,apa yang anda katakan Prof?"nada gusar terdengar
Daren terlihat serba salah
"maksudku itu akan membahayakan keselamatan mahasiswaku"
"aku tidak ingin berpikir macam2,ku jelas jelas adikku sudah menikah dengan pria di depanmu"
Akmal menekankan suaranya lagi
Daren terlihat serba salah
"cepat kalian ceritakan yang kalian ketahui"
Daren melempar sebuah USB
"ini aku temukan di dalam tubuhnya"tunjuk Daren pada Radit
"setauku pria itu menghilang selama 6 bulan tanpa kabar dan kembali dengan kondisi kritis"
"setelah dirawat lukanya tetap basah dan sekali lagi kondisinya kritis,saat dokter Al membawa ke RS aku berhasil mengambil benda sialan ini dari lukanya"
Akmal mengambil USB sangat kecil itu
"kau tau apa yang ku temukan,kode2 berbahaya untuk mengancam sebuah negara!"
"Prof"suara Akmal terdengar penuh penekanan peringatan
"jaga suara anda,adikku perlu beristirahat!"
Daren terdiam
"Sebaiknya anda pulang dulu,Biar saya bicara dengan adik ipar saya" pinta Kapten Akmal
Daren mengangguk setuju
"biar aku periksa ulang dr.Al sebelum pulang"Daren beranjak
Radit hendak mengikuti namun ditahan Akmal
"kau duduk jangan kemana mana!"
Akmal mengikuti Daren yang memasuki kamar Almira, dilihatnya dokter bule itu memeriksa adiknya dengan teliti dan diakhiri mengenggam tangan sang adik
"ehem" Suara dehem Akmal mengandung peringatan
Daren tergagap segera melepas tangannya dan meninggalkan kamar Almira
"sampai ketemu lagi Prof"Akmal menjabat tangan Daren
__ADS_1
"kabari aku segera bila Almira mengeluh sesuatu"
"apapun" tegasnya
Akmal menganguk
Akmal melirik Radit
"aku akan mempelajari USB ini,bisakah kau jaga adikku?"
"tentu Kapten" Radit bergegas berdiri menuju kamarnya
Akmal memeriksa benda kecil itu menggunakan Laptopnya dan menggunakan jaringan yang tersendiri
Radit mendekati tempat tidur Almira
Mengulurkan tangannya mengelus pipi sang istri yang tampak tirus
Melepaskan jilbab Almira dengan perlahan
Menyeka peluh yang membasahi keningnya
"Dokter minum dulu"Radit sigap mendekatkan gelas ke mulut Almira
Almira membuka matanya pelan
"hmmm"
"pelan-pelan"Radit mengingatkan
Almira meneguk pelan
Radit menaruh gelas di nakas samping tempat tidur
"kau butuh apa"
"bajuku basah terasa lengket dan dinging"bisik Almira
Radit mengangguk
"mau ganti baju?"ragu Radit bertanya
Almira mengangguk
Radit menuju lemari dan ragu menarik sebuah piyama
"tutup pintunya "suara Akmal terdengar dari luar
"Siap Kapten"
Sigap Radit menutup pintu kamar
__ADS_1