Ordinary Man

Ordinary Man
Kemarahan Daren


__ADS_3

Radit mengecup pelan pucuk kepala Almira setelah memberikan posisi nyaman untuknya.


"tidurlah" bisik Radit


Saat sedang menutup pintu


Daren menarik kerah kemeja Radit


"kau...apa yang kau perbuat?"


Radit terdiam


"kau tau Gadis itu sangat berbakat untuk menjadi dokter bedah"


"kau bahkan tak bisa mensuport apapun"


"kau malah mencelakainya"


"sejak usb sialan yang aku keluarkan dari perutmu,aku tau ada yang tak beres"Daren benar benar meluapkan kegusarannya


Akmal mendekat


"kita duduk dan bahas ini dengan tenang"


Akmal menarik Daren dan Radit untuk duduk


Isme yang terkejut menatap takut dari arah dapur


Radit menyadari itu dan menepis tangan Daren


"Isme silahkan ,kau bisa pulang sekarang"


"maaf membuat mu mesti datang malam malam"


Isme menunduk


"baik tuan"


"apa nyonya benar benar aman?"


Radit tersenyum mengangguk


"hati hati dijalan Isme"


Radit membukakan pintu untuk Isme


"kau,terlibat masalah besar bung!"Daren berkata penuh kemarahan


Radit mendekat duduk dan diam


"kau membahayakan wanitaku!"Teriak Daren

__ADS_1


Akmal terbatuk


"maaf,apa yang anda katakan Prof?"nada gusar terdengar


Daren terlihat serba salah


"maksudku itu akan membahayakan keselamatan mahasiswaku"


"aku tidak ingin berpikir macam2,ku jelas jelas adikku sudah menikah dengan pria di depanmu"


Akmal menekankan suaranya lagi


Daren terlihat serba salah


"cepat kalian ceritakan yang kalian ketahui"


Daren melempar sebuah USB


"ini aku temukan di dalam tubuhnya"tunjuk Daren pada Radit


"setauku pria itu menghilang selama 6 bulan tanpa kabar dan kembali dengan kondisi kritis"


"setelah dirawat lukanya tetap basah dan sekali lagi kondisinya kritis,saat dokter Al membawa ke RS aku berhasil mengambil benda sialan ini dari lukanya"


Akmal mengambil USB sangat kecil itu


"kau tau apa yang ku temukan,kode2 berbahaya untuk mengancam sebuah negara!"


"Prof"suara Akmal terdengar penuh penekanan peringatan


"jaga suara anda,adikku perlu beristirahat!"


Daren terdiam


"Sebaiknya anda pulang dulu,Biar saya bicara dengan adik ipar saya" pinta Kapten Akmal


Daren mengangguk setuju


"biar aku periksa ulang dr.Al sebelum pulang"Daren beranjak


Radit hendak mengikuti namun ditahan Akmal


"kau duduk jangan kemana mana!"


Akmal mengikuti Daren yang memasuki kamar Almira, dilihatnya dokter bule itu memeriksa adiknya dengan teliti dan diakhiri mengenggam tangan sang adik


"ehem" Suara dehem Akmal mengandung peringatan


Daren tergagap segera melepas tangannya dan meninggalkan kamar Almira


"sampai ketemu lagi Prof"Akmal menjabat tangan Daren

__ADS_1


"kabari aku segera bila Almira mengeluh sesuatu"


"apapun" tegasnya


Akmal menganguk


Akmal melirik Radit


"aku akan mempelajari USB ini,bisakah kau jaga adikku?"


"tentu Kapten" Radit bergegas berdiri menuju kamarnya


Akmal memeriksa benda kecil itu menggunakan Laptopnya dan menggunakan jaringan yang tersendiri


Radit mendekati tempat tidur Almira


Mengulurkan tangannya mengelus pipi sang istri yang tampak tirus


Melepaskan jilbab Almira dengan perlahan


Menyeka peluh yang membasahi keningnya


"Dokter minum dulu"Radit sigap mendekatkan gelas ke mulut Almira


Almira membuka matanya pelan


"hmmm"


"pelan-pelan"Radit mengingatkan


Almira meneguk pelan


Radit menaruh gelas di nakas samping tempat tidur


"kau butuh apa"


"bajuku basah terasa lengket dan dinging"bisik Almira


Radit mengangguk


"mau ganti baju?"ragu Radit bertanya


Almira mengangguk


Radit menuju lemari dan ragu menarik sebuah piyama


"tutup pintunya "suara Akmal terdengar dari luar


"Siap Kapten"


Sigap Radit menutup pintu kamar

__ADS_1


__ADS_2