Ordinary Man

Ordinary Man
Dokter korban bully


__ADS_3

"hei..hei.jangan seperti itu pada wanita."Dewa berusaha menegur Akmal dan meredakan amarah Radit di ujung meja sana.


"wanita?"


"dia mana ada sisi wanitanya."Akmal menjawab kesal di tatapnya sang adik yang meringis tapi tetap memegang ujung jas nya.


Dewa mendekat dan menarik Akmal duduk


"ayo aku traktir."


"terima kasih Kapten ,kami sudah makan dan aku harus prepare untuk berangkat ke Rusia."


"pasti beasiswa lagikan?"


Akmal tersenyum "kapan ya jalan2nya "


Dewa benar2 salut pada pria didepannya menyandang pangkat Kapten di usia muda,menjadi penerbang terbaik dan atlet Taekwondo andalan negara


"Kau tau Kapten bocah ini bilang kalau suami Kak Kei ..."


Akmal agak terdiam


Dewa menunggu kelanjutan ceritanya


"apa?"


"Lelaki bar bar dan Kaku"Akmal menjawab pelan


"mas...idih kenapa mengadu."Almira panik


Dewa terkejut tak disangka dokter berkerudung biru di depannya ini sering menjelek2kannya


"Tenang Kapten ,aku serahkan Adikku ini untuk menerima hukumanmu"Akmal berdiri


"tunggu,dokter Almira adikmu."Dewa mencekal lengan Akmal


Akmal mengangguk bingung


"bukankah adikmu bernama cinta?"


Akmal tertawa

__ADS_1


"itu panggilan sayang keluargaku,dan dia suka dipanggil itu."


Dewa mengangguk diiringi tatapan tanya dari kawan2nya


"Baiklah cinta Al,hadapi hukuman Kapten Dewa."


Almira mengeleng kesal


"aku pamit dulu permisi."Akmal meninggalkan Dewa dan teman2nya setelah menarik paksa jasnya hingga pegangan Almira terlepas


"jangan lupa telpon aku apa rencanamu,aku tak akan membantumu kali ini."Akmal berkata tegas pada adiknya


Almira terduduk lemas


Rio mendekat dia sudah mulai menguasai keadaan dan menerima jika dokter judes dan sedikit manis yang tampak kuyu itu adalah korban bullying kakaknya yang seorang abdi negara pastas judenya level sadis


"dokter Al sudah lupakan masalahmu sejenak"


"ayo bakar dagingnya luapkan kekesalanmu pada daging2 di meja ini"


Almira menatap Rio dan tersenyum mengiyakan ajakan Kapten Bengal itu.


Radit kembali ke kursinya dan hanya mampu memperhatikan wanita pujaannya di ujung meja


Rio tertawa


"Hei dokter Al,siapa yang bar2 sekarang."


Almira menegangadah dan tersenyum kecut


"wanita jika sedang kesal hormon nya bekerja keras jika lapar wajar."jawabnya penuh nada diplomatis


Hadi dan Rio terbahak2


"kapten Dewa terimalah panggangan terbaikku untuk menebus kesalahanku."Almira menyodorkan semangkuk daging dengan wajah memelas


Dewa menatap Almira dan tiba2 tersenyum penuh arti


"dokter ,aku sepertinya tau masalah yang kau hadapi."


"aku bisa mencarikan solusi dan itu pasti berhasil."Dewa menatap serius pada Almira

__ADS_1


semua mata memandang Dewa


Almira tertawa


"kapten,anda tidak faham masalah yang ku hadapi jadi jangan sok tau."Almira tersenyum sinis dan menaruh piring berisi daging di hadapan Dewa.


"sebentar lagi kau akan tau solusinya,jadi jangan beranjak dari kursimu."Dewa menjawab kalem


Almira hanya memandang penuh tanya


"hai Ayo,umumkan maksud acara ini"Rio menarik Radit


Radit tergagap


"baiklah saya mengundang yang hadir saat ini untuk mengabarkan kabar baik."


"insyaAlloh saya akan melanjutkan study peradilan hukum militer di Rusia"Radit menjelaskan sesekali matanya melirik Almira yang terdiam seperti mencerna perkataannya


"woooo...."


Hadi dan Rio bertepuk tangan


"gokil encer juga otakmu."Rio memukul bahu Radit


Hadi mengacungkan jempol


"selamat ya Letnan Radit,sukses selalu."Almira mengangkat botol mineral dengan gaya bersulang


"tapi ilmu peradilan militer dunia masih di pegamg USA,apa kau tak berminat kesana?"Dewa bertanya


Radit terdiam sesaat


"tidak Kapten sepertinya aku menyerah untuk tes bahasanya."


"dokter Almira akan memberikan private ,betulkan dokter?


Almira terbatuk


"maksud Kapten apa?"


"besok sore,kau dan Almira kutunggu di kantorku jam 12.30."

__ADS_1


Almira menggeleng


"datang on time bila masalahmu mau beres."Dewa mengancam


__ADS_2