Ordinary Man

Ordinary Man
gosong


__ADS_3

Radit melirik Almira di sampingnya memperhatikan raut wajah keluarga yang hadir


"ehem"Suara pria yang dipanggil Ayah terdengar


"ayah makan dulu ya,Letnan Radit belum makan siang lho."Almira memutus


Bunda tersenyum melirik sang putri yang dia yakin pasti gelisah menyampaikan maksudnya.


Makan siang berlalu dengan sangat lambat Radit benar2 tak bisa menelan makanan yang ada di hadapannya.


Bunda berdiri dan memberi kode pada Almira untuk bersama merapihkan meja makan


"bisa kita mulai?"Ayah membuka suara


"silahkan perkenalkan diri anda."sang Ayah menatap Radit


"Bismillah perkenalkan saya Radit,tujuan saya datang kesini ingin melamar putri bapak."


Almira mendengar kata2 Radit menjadi terharu,dan berusaha membuang fikiran jika Radit bersungguh2.


"berapa lama kenal Almira?"


"ayah,nanyanya biasa aza dong."Almira merangkul leher sang ayah dari belakang


"ade duduk."Bunda memperingati


Almira duduk disamping sang Ayah namun mata sang Kakak memberi kode agar dia duduk disebelah Radit.Almira segera berpindah tempat kesebelah Radit.


"kenal dimana kalian?"


"rumah sakit"Radit menjawab


"rumah kak Keira."Jawab Almira


Ayah menatap heran dengan perbedaan jawaban mereka


"Bund bawa ade dan introgasi dikamar!"perintah Ayah kesal


Bunda segera membawa Almira ke kamar dengan tatapan memelas Almira meninggalkan Radit


Setelah hampir 1 jam mereka dikumpulkan lagi tampak Almira segera mendekati Radit.


"mas tanya mereka."Ayah memberi instruksi lagi


"baik ayah."Kapten Akmal membuka note catatan


"berapa lama kalian kenal?"

__ADS_1


"1 tahun."Almira menjawab


"kurang lebih 1 tahun Kapten."Radit pun menjawab


"siapa yg menyukai lebih dulu."


"tentu saja dia."Almira dengan cepat merespon


"saya Kapten."Radit menjawab malu


"hormati calon suamimu ade."suara Ayah terdengar tak suka


"sudah2,aku sudah banyak bertanya,kalian harus menikah minggu depan."


"ga bisa dong Ayah,kami masih harus fokus,Letnan Radit belum lulus uji bahasanya."


"kalian fokus saja,pernikahan kami yang siapkan."Ayah menyesap kopi didepannya dengan santai


"saya tidak enak Pak."Radit menjawab ragu


""ini perintah tak perlu sungkan."Ayah berdiri meninggalkan meja makan"


Akmal mengikuti dari belakang


Bunda mendekat


Radit memgangguk


Keesokan harinya Almira bangun dengan lesu semalam dia harus merelakan tidur malam saat hari liburnya membahas persiapan pernikahan


"ade ayo bangun."


"ya nda udah bangun."


Almira turun ke arah ruang makan


dilihatnya Ayah sedang menikmati secangkir kopi


"pagi ayah."Ayah hanya membalas dengan anggukan


"masak apa nda,ade ngantuk."


"nasgor dan telur keju kesukaan kamu."


"hari ini libur kan,kita belanja."


"bund,hari ini libur kedua setelah dines malam tali ade mau istirahat."

__ADS_1


"ga bisa."


"jangan lupa minta Libur extra 3 hari atau suruh teman2 seniormu untuk bayar hutang dinas"bunda berkata tegas


"yah...ga bisa dadakan dong"


"harus bisa,atqu Nda yang telpon dokter Deli untuk minta izin."


Almira mengangkat kedua tangan dan menjauh membawa Ponselnya


"telpon Radit,kita belanja bareng."


"ngapain ajak dia."


"telpon"bunda terdengar kesal sambil menjawil pipi cubby sang putri


Sejam kemudian Radit tiba di kediaman Almira


"masuk aza Letnan,ga di kunci."Almira berteriak dari atas balkon


Radit tersenyum,dan mengucap salam sebelum masuk kedalam rumah.


Rumah sangat sepi,Radit dapat mencium aroma gosong kue yang dipanggang.


Almira berlari turun menuju tangga


"ya ampun gosong."


Radit mengikuti arah Almira berlari


"tunggu biar aku yg angkat."Radit sigap mengambil alih saat Almira denga ceroboh belum mematikan microwave yang mengeluarkan bau gosong


Radit mendorong tubuh Almira ke samping ,mematikan tombol off dan mencabut kontak listrik.Memakai pengalas tangan dan mebuka tutup microwave asap menyembur keluar.Almira refleks bersembunyi di punggung Radit


Radit menarik kue dan menaruh di meja saat menyadari Almira menempelkan wajahnya di punggungnya dan melingkarkan tangannya pada pinggang Radit


Radit terdiam


tiba2 pintu terbuka


"heh anak kecil kalian tuh belum halal maen rangkul2 aza."Kapten Akmal menarik Almira cepat


Almira menatap sang kakak


"microwave nya mau meledak,aku bersembunyi bukan merangkul,dasar otak mesum."Almira berlari meninggalkan dapur


sementara Radit kikuk menatap Kapten Akmal

__ADS_1


__ADS_2