Ordinary Man

Ordinary Man
Kedatangan Prof Daren


__ADS_3

Radit segera mengambil ponsel Almira ,menghubungi sesorang dan segera menutup sambungan telpon


"Kapten ,bisakah kau membantuku?"


"apa yang kau butuhkan?"


"bantu aku menganti baju Almira dengan piyama lengan pendek dan memakaikan jilbab padanya"


Akmal mengangguk pelan


Mereka berdua bekerjasama merapihkan Almira.


Radit benar benar bertahan menatap tubuh kekasihnya tak berdaya,Menahan betapa sangat ingin dia memeluk Almira


Akmal menepuk punggung Radit


"jangan bilang kau belum pernah melihat tampang adikku tanpa jilbab"ledeknya


"siap ,memang belum pernah Kapten"


"maafkan aku,aku berdosa,lancang melihatnya"


Radit bergumam pelan namun cukup didengar oleh Akmal


Akmal melongo dan mengelengkan kepala heran


"aku harus melapor pada Bang dewa ,kenapa adikku di jodohkan dengan tentara bodoh "batinnya


Sesaat kemudian terdengar ketukan di pintu


"biar ku buka"Akmal melesat keluar kamar


Sementara Almira tampak bergerak pelan


"dokter"


"apa yang dirasa"


Radit bertanya dengan rasa khawatir dan sedih


"tanganku nyeri "Almira memejamkan mata


Radit mengenggam tangan Almira pelan


pintu kamar terbuka


Prof Daren memasuki kamar dengan canggung,tapi wajah khawatirnya tak bisa di sembunyikan


"apa yang terjadi?"


Daren menarik kerah baju Radit


"kau...kau trouble maker"teriaknya

__ADS_1


Tinju Daren hampir menyentuh wajah Radit yang pasrah menghadapi kemarahan Daren


Akmal menahan tangan Daren


"tahan emosi anda tuan"


"pria di depanmu adalah ipar ku"Cengkraman Akmal membuat Daren terdiam


"tolong obati adikku"


"tolong,itu yang penting sekarang"


"please"suara Akmal memohon


Daren menepis tangan Akmal,mendekati Almira


menarik nafas sejenak


"bantu aku menelungkupkan tubuhnya"


Akmal menarik Radit


mereka berdua menelungkupkan tubuh Almira


Akmal menahan kesedihan saat memegang bahu sang adik ,baru tersadar adiknya lebih kurus dari terakhir mereka bertemu


Radit menahan kepala Almira


Tangan Almira melingkar lemah pada pingang Radit.


"luruskan tanganmu"Daren menarik pelan tangan kanan Almira.


Daren menaruh seperangkat alat untuk tindakan jahit di nakas sebelah tempat tidur


"apa memang perlu dijahit Prof?"suara Almira terdengar pelan


"hanya 3 jahitan,bukan perkara besar"ucap Daren bergetar


Melihat lukanya cukup dalam pasti ini disebabkan benda logam sangat tajam,pikiran Daren benar benar kacau


Daren bersiap menjahit luka di lengan bagian dalam Almira


"tahan aku akan memberi suntikan anastesi"Daren menusukkan perlahan ke kulit Almira


Almira bergerak dan tangan kiri yang melingkar pada pinggang Radit mencengkram sebentar


Daren menyelesaikan dengan mudah dan cepat


"selesai"


Almira dibaringkan dengan nyaman


Daren menarik peralatannya dalam sebuah baskom

__ADS_1


"Isme tolong bant nona ya"Radit memberi instruksi pada Isme yg menunggu di pintu kamar


"baik tuan"


Isme mendekati Almira,namun Almira menarik ujung kemeja Radit


"aku takut,jangan pergi Letnan"


Radit terenyuh


"aku disini bersama Isme"


Isme segera merapihkan selimut dan membantu Radit membuat Almira nyaman.


"Isme tolong obatnya"Radit menunjuk pada nakas


Isme memberikan beberapa butir obat pada Radit


"Tuan,saya akan bawa pakaian kotor keluar "


Radit mengangguk


Saat Almira berhasil meminum obat ditangan Radit wajahnya mengeryit


"kenapa?"


"pahitkah?"Radit menahan senyum melihat wajah yang akan selalu dia rindukan


Almira mengangguk namun tetap memejamkan matany


Radit benar benar tak tahan


Mendekati wajah Almira dan mengecup dalam bibir pucat itu


Almira terkejut membuka mata ,mata mereka saling bertatapan dalam


Saat Radit melepas bibirnya Almira dengan lembut memajukan wajahnya.Dan entah dari mana ide itu Radit otomatis memanggut lagi bibir gadis didepannya


Wajah Almira benar benar terasa panas,bibir Radit hanya menempel dan menekan keras diatas bibir Almira


Mata Almira tertutup sepenuhnya


Sementara


Akmal dan Daren terdengar berbincang diruang tamu,dan nampaknya obrolan mereka menjadi lebih seru


Radit menjauhkan dari wajah Almira yang segera tertunduk dalam dekapan Radit.


Radit memeluk erat Almira


mencurahkan rasa sayang dan khawatirnya


"Radit segera kemari"teriak Akmal gusar terdengar dari luar kamar

__ADS_1


__ADS_2