Ordinary Man

Ordinary Man
Akan Rindu


__ADS_3

Hujan turun disertai angin kencang sejak selepas shubuh Radit menatik kopernya.Menatap keluar mess membuka jendela kamarnya berusaha merangkum sejak 5 tahun dia datang ke mess ini.


Awal yang sangat sulit karena Radit terlalu menarik diri dari pergaulan sejak itulah Dewa mendekatinya dan komunikasi mereka sangat cocok.Bagi Radit, Dewa benar2 bukan sekedar atasan namun seperti saudaranya.


Dilihatnya hadiah dari Dewa sebuah setelan Jas berwarna Biru dongker dengan tampilan sederhana namun siapapun dapat melihat kemewahan bahan stelan itu.


Di atas meja ada 3 hadiah yang diserahkan oleh sahabatnya yang lain Kapten Rio,Kapten Hadi dan Letnan Putri.,Radit masih enggan membukanya terlebih lagi ada pesan khusus dari Kapten Rio agar membuka bersama istrinya nanti.


tok..tok


"hey,caten koq begong bikin suasana makin horor saja."Kapten Rio tiba2 berada di pintu kamarnya


Radit segera berdiri memberikan hormat.


Rio duduk di ranjang dengan santainya.


"gimana persiapanmu?"


"sudah selesai"Radit menjawab sambil menumpuk beberapa buku


"besok biar aku yang jadi drivermu gimana?


"terima kasih kapten,apakah tak merepotkan?"


"hey kau akan pergi 3 tahun,tentu sebagai Kapten yang baik aku harus beri service yang terbaik"tawa Rio


"baiklah,mohon setelah shubuh kita berangkat."


"siap."


"hujannya awet,aku istirahat disini ya,jangan bilang Dewa."


Radit mengangguk meninggalkan Kapten Rio


Radit memasukkan koper dan buku2nya ke dalam mobil saat ponselnya berbunyi.Radit mengernyitkan dahi siapa yang melakukan VC ,nomernya tidak di kenal


Beberapa saat tak diangkat sebuah pesan masuk

__ADS_1


"ini bunda ,tolong angkat ya nak Radit.


Radit sempat terkejut dan langsung menelpon kembali


"hallo bund,maaf tadi tak terangkat"


"ga papa nah,tadi mau lihatin video Ade lagi perawatan lho barangkali kamu kangen ade."jawab Bunda menggoda


"eh...ga usah bund,saya takut Almira ga nyaman"Radit gugup menjawab


"iya ya..dia langsung lari tadi jadi kepleset deh."


"udah dulu ya nak Radit ."Bunda memutus sambungan telpon.


Radit memasuki aula kantin.


Acara ramah tamahpun diadakan,Radit mengikuti setengah hati dirinya merasa berdebar2 entah apa penyebabnya.


Para bawahan serta teman2 lettingnya memberikan selamat.Tampak Rio menggoda selalu di timpali Putri , Radit hanya bisa mengikuti mau teman2 nya.


"selamat om Radit,bahagia selalu."


Radit memberi hormat dan menerima Kayla putri sang Kapten


"om Radit akan kangen sama Kay deh."Radit memeluk gadis berusia 6 bulan itu


Hadi dan istrinya tersenyum melihat kedekatan putri mereka.


Sementara itu di kediaman Almira baru saja dilangsungkan acara pengajian ibu2 kompleks.Almira merebahkan tubuhnya di sofa.


tiba2 telpon berbunyi terbaca nama Batosai dilayar


"nda,ade kekamar ya."


Almira berlari ke kamarnya


"hallo."

__ADS_1


"Assalamualaiku."kata Radit di sebrang telpon


"waalaikumussalam"


"ada apa?Almira bertanya malas


"hmm...kata bunda dokter kepleset tadi siang?"


"terus knp,mau ngeledek?"


Radit terbatuk di sebrang telpon


"ya ga dong,mau tanya kamu ga pa2kan?"


"baik, keplesen begitubaza mah ga ada apa2nya."


"udah ya mau tidur aku."


"baik,selamat istirahat dokter."


Sebelum mengucap salam sambubgan telpon sudah diputus Almira


Keesokan paginya


Jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari


Rio tiba2 memasuki kamar Radit dan mengguncang bahunya


"hey bangun,kita harus ke rumah Kapten Akmal sekarang.!"


Radit segera terbangun karena sebenarnya doa tak bisa tidur


"ada apa Kapten?"


"Kapten Akmal akna berangkat jam 7.30 makan Akadmu di majukan."


"baiklah...apa!??"Radit melonggo masih tak percaya

__ADS_1


__ADS_2