
Prof Daren mendorong Almira dengan tubuhnya mengambil alih operator operasi
"kau benar2 bodoh"desis Prof
"apa alasanmu tak bisa melakukan operasi mudah seperti ini?"
isak tangis Almira terdengar
"karena dia suamiku"Almira berkata lirih
Daren terdiam menatap pria dihadapannya sesaat lalu melanjutkan operasi.
1 jam kemudian Radit sudah dikembalikan ke ruang perawatan.
Almira hendak menuju kamar Radit sesaat di lihatnya Daren menunggu di ujung koridor.
Almira mendekat
"prof terima kasih sudah menyelamatkan suamiku"
"kau pikir itu gratis?"
"kau membuat waktu istirahatku terbuang"
Almira menelan ludahnya
berharap sang profesor tak mengeluarkan kekejamannya
Buk
Sebuah berkas status di taruh di atas tangannya
"terjemahkan,jam 10 aku akan presentasi"
Daren meninggalkan dengan acuh
Almira menatap berkas berwarna pink pucat itu.
Mile menepuk bahu Almira dari belakang
__ADS_1
"dokter,sadarlah kembali ke kenyataan ya."
Almira terkekeh
"ini aku bawakan laptopmu yang tertinggal di IGD"
"terima kasih"Almira sangat bersyukur Mile membantunya.
Almira menuju kamar Radit,duduk di samping tempat tidur sambil menyelesaikan tugasnya.Entah sudah berapa lama Almira berkutat dengan tugasnya kepalanya terasa berat dan memejamkan matanya sesaat.
Seperti di buai Bunda,Almira merasakan kepalanya dielus pelan.Dia benar benar merasa nyaman
"bunda,bund "suara Almira lirih
Radit menarik tangannya perlahan membetulkan letak laptop yang hampir jatuh
Pintu di buka tampak seorang perawat pria menghampiri
"kau butuh sesuatu?"
Radit menggeleng
"tuan mile,bisakah saya minta tolong"Radit bertanya sambil melirik name tag Mile
"pinjamkan selimut untuk istriku"
Mile mengangguk dan berjalan keluar kamar
Suasana terasa dingin menusuk
Almira bergerak menggigil merapatkan selimut Radit yang terduduk menarik ujung selimut.Tangannya sempat memyetuh bahu Almira yang bergetar Radit memberanikan diri melingkarkan tangannya pada bahu sang istri,merasa nyaman Almira merapatkan tubuhnya dengan tangan Radit yang di tarik dan dipeluk erat
Radit menahan nafas tangannya benar benar berada di area yang mampu membuat keringat nya mengucur walau suasana dingin sekali
Mile memasuki ruangan
"lukamu cukup baik,perdarahan pun hanya sedikit"
Radit mengangguk
__ADS_1
"apa perlu aku singkirkan lebah penganggu ini"Mile menunjuk Almira
Radit menggeleng sambil tersenyum
"benar kalian suami istri?"
Radit mengangkat tangan kirinya menunjukkan cincinnya
Mile berlalu sambil mecibir Radit
Radit benar benar menikmati kedekatan dengan Almira.
Alarm sholat shubuh terdengar dari ponsel Radit.
Almira terbangun mencoba bangun namun kesulitan dilihatnya tangan Radit memeluk punggungnya.
Almira memejamkan mata merasakan kehangatan tangan suaminya itu
"ehem.."Almira berdehem pelan
Radit terbangun
"maaf tanganku membuat punggungmu sakit ya?"
Almira menggeleng
"posisinya tak nyaman "Radit melirik lengan kanannya masih berada di pelukan Almira.
Almira menyadari dan segera berdiri
"maaf,aku. "
Radit menariknya memeluk Almira
"tak perlu minta maaf"
Radit mengeratkan pelukannya .Almira membalas pelukannya dengan erat
Radit menatap wajah cantik didepannya
__ADS_1
memajukan wajahnya memberanikan diri mengecup bibir gadis itu.Almira hanya diam namun tiba tiba menekan tubuh Radit dengan cepat dan mencium dengan dalam pria didepannya.Nalurinya benar benar merajai membuat Radit terkejut sebentar namun segera mengambil dominasi dalam ciuman panas mereka.Radit benar benar merasakan setiap inci bibir bahkan mulut gadis itu.
Sementara mereka bertukar kerinduan sepasang mata menatap iri di pintu kamar pasien.Daren memalingkan wajah tak sanggup melihat gadis yang selalu membuat hari harinya penuh cerita selama 3 bulan ini