
Matahari malu2 menyinari bumi pagi ini
Suara kesibukan di ruang dapur terdengar
Bunda mulai mengabsen penghuni rumah
Bibi yang membantu Bunda hanya bisa tersenyum
sepertinya Bunda lupa ada penghuni baru di rumah mereka
"Assalamualaikum bunda"
Bunda terkejut sesaat
"eh nak Radit sudah bangun ya?"
"aduh malu bunda teriak2."
"ga apa bund."
Bunda menyenggol lengan bibi
"ayo sarapan"
"ade pasti belum bangun ya?"
Radit belum sempat menjawab ketika Almira dengan kondisi acak2an keluar dari kamar Akmal
Bunda terkejut dan segera berlari ke arah Almira
serta menyeretnya ke kamar utama
Radit ingin menahan namun hanya pasrah melihat Almira berteriak kesakitan karena di jewer Bunda
Ayah keluar dari kamar dan menunduk canggung
"ayo nak Radit kita makan duluan"
Radit mengangguk
Sesaat kemudian Almira dan Bunda hadir bersama mereka untuk makan Pagi
Tampak Almira sudah selesai mandi.jilbab yang dipakai tampak tinggi karena menutupi handuk didalamnya,matamya sembab namun membuat pipi cubbynya memerah juga hidungnya.
"nak Radit makan yang banyak"Bunda memecah keheningan
__ADS_1
"hmm..makankan ade ya Nak Radit,dia masih harus banyak belajar."Bunda tulus berkata
Radit tersenyum
"tidak apa2 bunda,sebenarnya semalam saya yang salah ."
"semalam setelah acara selesai saya lupa mengunci pintu kamar sehingga dokter Almira tidak bisa masuk."jelas Radit menyakinkan
Ayah dan Bunda saling berpandangan dan menatap Almira yang masih sesekali menarik cairan di hidungnya
Saat sudah dikamar Radit segera mendekati
"duduklah,apa ada yang sakit?"
Almira menatap Radit
"kenapa kau berbohong,aku ga takut menerima konsekuensi meninggalkanmu semalam."
Radit duduk disamping Almira
memberikan kompres dingin
"kompres telingamu,jeweran Bunda seperti ya keras."
Almira menepis tangan Radit
Radit tetap menaruh kompres dingin di tangan Almira sesaat Radit menemukan tangan Almira bergetar dan sangat dingin
"sejak awal perjanjian kita,aku selalu bilang akan menjalani dengan serius,aku akan menganggapmu istri sesungguhnya,dan aku akan melaksanakan tugas suami sebaik2nya."Radit menekankan suaranya
"karena pernikahan bukan hal yang pantas jadi permainan"
Almira akan protes namun ketukan di pintu menghentikan
"maaf den Radit ,non Al ada surat"
Radit bergegas membuka pintu
"terima kasih ya bi"
wanita paruh baya tersebut mengangguk sekilas dilihatnya Almira masih dengan wajah yang kesal
"Nda, kenapa menyiksa Al terlalu seperti itu?"
"ayah,aku malu lihat Radit begitu baik dan sopan namun putri kita malah kurang ajar."
__ADS_1
"tapi kau membuat Al terluka."
Bunda tetap bersikeras
Radit memberikan surat pada Almira
mereka membuka dan membaca bersama2
"apa isi suratmu?"Radit bertanya sambil melipat kertas yang selesai dibacanya
"2 hari lagi harus sudah berangkat."
"hmm..aku juga diberi waktu 5 hari harus sudah di kedutaan"
"kita berangkat bersama 2 hari lagi"
"tak perlu diprotes,kau butuh aku untuk registrasi bukan?"Radit menjawab saat Almira bersiap berdebat kembali
Radit dan Almira turun dari kamar
"bunda,Ayah kami izin mau mengurus beberapa hal karena lusa kami akan berangkat"
"wah cepat sekali,baik silahkan nak Radit"
"semoga diberi kelancaran."Ayah menjawab mereka
Dikedutaan
"semua berkas sudah lengkap Letnan"
"silahkan tanda tangan"Seorang petugas memberikan form pada Radit.Almira duduk menunggu di lobby tampak beberapa wanita dengan rok pendek berbincang dibeberapa sudut
Almira menarik sebuah majalah dan gambar wanita sexy bertebaran
"aku sudah selesai,"Radit menghampiri
"enak ya letnan banyak wanita sexy berseliweran"
Radit berkerut
"dimana?"
Almira memberi kode ke arah wanita2 itu
"aku ga perhatikan,habis dimataku cuma ada kamu."Radit berkata datar sambil berlalu
__ADS_1
meninggalkan Almira yang terkejut