Ordinary Man

Ordinary Man
Nikah Kantor


__ADS_3

Radit mendekati Almira


"semua berkas sudah diserahkan,kurang foto kita."


"koq pakai acara foto,kak kei ga cerita"


"dokter Keira semua sudah di siapkan Kapten Dewa."


"aku juga sudah usaha dapat skck kamu,surat asal usul kamu dan tanda tangan ortu dokter Almira lho"


Almira tersenyum


"letnan kamu hebat."


"ayo"


memasuki sebuah ruang foto kedinasan Almira berganti pakaiannya dengan seragam dinas istri seorang TNI.Sesaat Radit ragu mengangdeng tangan Almira


"letnan ayolah ,kalian hanya perlu 3 pose bergandengan,sendiri2 dan pasangan setengah badan"ujar juru foto yang sudah bersiap


Radit mengangguk,mendengar itu Almira segera mengalungkan tangannya melingkari tangan Radit.Radit semula tegang menjadi lebih santai


Setelah sesi foto mereka menuju Ruang atasan Radit.


"lapor Letnan Radit izin menghadap"


"masuk letnan."Letkol Firman dan istrinya menyambut Radit


"siap"


"ayo duduk jangan sungkan"


istri Letkol Firman tampak ayu khas suku jawa,tubuhnya ramping menggunakan seragam ikatan istri TNI


Radit membawa Almira duduk didepan pasangan Firman.


"santai saja ya,ini hanya ngobrol santai"Letkol Firman menjelaskan saat di lihatnya Almira sangat tegang.

__ADS_1


Radit mengangguk dan sekilas mengenggam gangan munglil Almira yang berkeringat


"bagaimana persiapanmu?"


"siap sudah 70 % komandan"


"kau banyak2lah belajar menjadi suami yang baik ya."


"siap"Radit mengangguk mantap


"ini dokter Almira pendiam ya?"suara bu Dewi istri sang Letkol menyapa


"ga juga bu,saya hanya bingung mau bicara apa."Almira berdalih setelah Radit menyenggol tangannya


"gimana sudah siap kan jadi istri tentara?"


"harus melayani membersamai dan tidak cemburu pada istri pertamanya."bu Dewi tersenyum ramah


Almira tampak bingung


"jadi saya istri ke dua?


"tentu dokter,apa Letnan Radit ga cerita apa2"Bu Dewi terus melancarkan gurauannya


Almira menggeleng keras


"Letnan ,aku jamin istri pertama ga sebanding jika dibanding aku"


Radit hanya mampu menantap


"dan Tuan Letkol Serta ibu,alangkah baiknya Calon suami saya ini diberikan punishmen karena sudah mempermainkan pernikahan."Almira berkata keras bercampur kesal


"kau....aku benar2 tak menyangka."Almira menahan air mata yang hampir jatuh


"duh..duh..,ampun mohon maaf bu dokter"Bu Dewi menengahi


"istri pertama TNI ya negaranya."

__ADS_1


Almira terdiam memejamkan mata menahan malu


"maaf ya cuma bercanda."Dewi berdiri dan memeluk Almira dia tampak bersalah


"tuh kan mama bikin dokter Al sedih saja."Letkol Firman menyalahkan


Radit segera menepuk punggung tangan Almira


"maaf ya bu,saya yang terlalu banyak fikiran"Almira menjelaskan


Dewi kembali ketempat duduknya


"dokter Al ini sensi ya,maafkan ibu ya"


Almira mengangguk


"saya berharap dokter dapat menemani Letnan Radit selamanya ."doa bu Dewi tulus


"aamiin insyaAlloh bu."


"wawancaranya cukup sekian,laki2 disampingmu sudah sangat berusaha membereskan kelengkapan administrasi kantor ini,tolong hargai dan berbanggalah."


"kami mendoakan kebahagiaan kalian berdua"Letkol firman dan bu Dewi mendoakan dengan tulus


Sesaat di dalam mobil Almira duduk menatap Radit yang sedang membawa goodie bag berisi seragam dan berkas2.


Almira melihat wajah Radit tampak lelah dan tampak keringat membasahi dahinya


"mau makan?"


"kau pasti lapar dan lelah,maaf ya"Radit menyalakan mesin mobil


Saat menoleh Almira tampak siam menumpahkan air matanya


"kenapa?"


"masih kesal dengan candaan Bu Dewi?"

__ADS_1


hua....hua... tangis Almira pecah Radit hanya bisa menatap gadis pujaannya yang selalu membuat dirinya harus menebak apa yang di rasakan olehnya


__ADS_2