
Radit tetap bergeming
Almira menyerah memalingkan wajahnya ke arah jendela besar
"dengan 1 syarat."Radit lirih berkata
Almira menoleh dan memandang serius
"sebutkan harganya."
Radit menatap ragu
"apa aku benar2 boleh mengajukan 1 syarat?"
"tentu"
"silahkan"
Radit menelan ludahnya
"aku akan mengangap ini pernikahan sungguhan."
"agar aku tenang karena tak sanggup aku mempermainkan ikatan suci."
Almira tertegun mencerna kata2 Radit karena bukan uang yang dia minta
Sejurus Kemudian dia tersenyum
"Deal"
Radit menatap tak percaya
"aku tau kau tak biasa berpura2 jadi biar lebih menghayati silahkan lakukan sesuka mu."Almira menjelaskan
Dewa bertepuk tangan
"ok semua sudah sepakat."
"Radit besok kau lapor ke Dan Pri untuk mengubah tujuan studymu."
"kenapa aku yang harus merubah ,dokter Al saja yang merubah tujuannya."Radit panik dan protes
Dewa melotot
"dan kau dokter Almira kau bertugas membimbing Radit lulus TOEFL dan IELTS untuk ke USA!"perintah Dewa
Almira sudah akan protes
"itu syaratnya "Potong Dewa
Radit menunduk
__ADS_1
"bagaimana Deal?"
akhirnya mereka berdua mengangguk
"besok kau alan bertemu orang tuaku juga kakakku."
Radit mengangguk
"aku akan menemuimu setelah menghadap Dan Pri."
"lusa ajukan pernikahan kantor,dan minta segera di proses karena kalian harus segera berangkat."Dewa berkomentar lagi
Almira dan Radit mengangguk
Almira berpamitan sesaat tiba2 hujan di luar turun dengan lebatnya.
Almira tampak gelisah
Dewa melempar kunci mobil dinas pada Radit
dan memberi kode untuk mengantar Almira.Radit beranjak menganggukan kepala pada Dewa
"dokter ,ayo aku antar"
Almira ragu
"pergi sana."
"lakukan pendekaran yang baik."Dewa memberi saran
"rencana awal berjalan mulus."
"besok kau tekan kan lagi pada Radit."
"ok terima kasih."
Didalam mobil Almira sedikit canggung
Hujan makin lebat membuat pengelihatan Radit kesulitan
"boleh aku menepi dulu?"
Almira dengan berat mengangguk
sesaat mereka menepi,tiba2
kruk..krukk
Almira refleks memegang perutnya
Radit tersenyum
__ADS_1
"makan bakso yuk."ajaknya
Almira mengangguk
Mereka melaju perlahan dan berhenti di deoan sebuah warung bakso
Radit mematikan mesin dan berlari ke arah Almira
Mereka memesan 2 mangkuk bakso dan 2 teh manis hangat
sambil menunggu Almira mencoba membuka percakapan
"Letnan kapan kau mulai mau belajar mempersiapkan ujian bahasa?"
Radit terpekur
"aku sulit memahami bahasa inggris,namun bahas a selain Inggris aku bersemangat untuk belajar."akunya
"kau akan kesulitan mengajariku."
Almira mengangkat bahunya
"liat saja nanti."
Saat bakso dihidangkan mata Almira begitu berbinar
"harus dinikmati sebelum kita akan sulit menemukan bakso."
Radit tersenyum,menyadari dia amat suka melihat binar dimata Almira
"dokter Al,kau akan menghadapi pemeriksaan pra nikah dari kantorku,bisakah kau bersabar menjalaninya?"
"tenang Letnan,kak Keira sudah pernah menceritakan padaku."Jawab Almira Jumawa
Radit mengangguk pelan
"lusa kemungkinan proses kantor aku ajukan."
"besok aku harus bagaimana untuk bertemu keluargamu?"
"biasa aza ,pakai baju yang nyaman untukmu."
"ingat ceritakan sesuai kenyataan agar kita kompak."Almira menjelaskan sambil mengunyah bakso dengan cepat
"auuh...hah..hah."
"he.he panas"wajah nya terlihat lucu dimata Radit
"gemesnya"Batin Radit
"pelan2 ga akan ada yang minta."Radit menarik selembar tissu dan memberikan kearah Almira
__ADS_1
Almira malah mendekatkan wajahnya ke arah Radit.Radit tertegun menatap wajah Almira yang tampak jelas
"letnan maaf tolong elapin dong"Sambil mengangkat ke dua tangan nya yang sedang memegang tulang sum2 sapi