Ordinary Man

Ordinary Man
Deal


__ADS_3

Radit tetap bergeming


Almira menyerah memalingkan wajahnya ke arah jendela besar


"dengan 1 syarat."Radit lirih berkata


Almira menoleh dan memandang serius


"sebutkan harganya."


Radit menatap ragu


"apa aku benar2 boleh mengajukan 1 syarat?"


"tentu"


"silahkan"


Radit menelan ludahnya


"aku akan mengangap ini pernikahan sungguhan."


"agar aku tenang karena tak sanggup aku mempermainkan ikatan suci."


Almira tertegun mencerna kata2 Radit karena bukan uang yang dia minta


Sejurus Kemudian dia tersenyum


"Deal"


Radit menatap tak percaya


"aku tau kau tak biasa berpura2 jadi biar lebih menghayati silahkan lakukan sesuka mu."Almira menjelaskan


Dewa bertepuk tangan


"ok semua sudah sepakat."


"Radit besok kau lapor ke Dan Pri untuk mengubah tujuan studymu."


"kenapa aku yang harus merubah ,dokter Al saja yang merubah tujuannya."Radit panik dan protes


Dewa melotot


"dan kau dokter Almira kau bertugas membimbing Radit lulus TOEFL dan IELTS untuk ke USA!"perintah Dewa


Almira sudah akan protes


"itu syaratnya "Potong Dewa


Radit menunduk

__ADS_1


"bagaimana Deal?"


akhirnya mereka berdua mengangguk


"besok kau alan bertemu orang tuaku juga kakakku."


Radit mengangguk


"aku akan menemuimu setelah menghadap Dan Pri."


"lusa ajukan pernikahan kantor,dan minta segera di proses karena kalian harus segera berangkat."Dewa berkomentar lagi


Almira dan Radit mengangguk


Almira berpamitan sesaat tiba2 hujan di luar turun dengan lebatnya.


Almira tampak gelisah


Dewa melempar kunci mobil dinas pada Radit


dan memberi kode untuk mengantar Almira.Radit beranjak menganggukan kepala pada Dewa


"dokter ,ayo aku antar"


Almira ragu


"pergi sana."


"lakukan pendekaran yang baik."Dewa memberi saran


"rencana awal berjalan mulus."


"besok kau tekan kan lagi pada Radit."


"ok terima kasih."


Didalam mobil Almira sedikit canggung


Hujan makin lebat membuat pengelihatan Radit kesulitan


"boleh aku menepi dulu?"


Almira dengan berat mengangguk


sesaat mereka menepi,tiba2


kruk..krukk


Almira refleks memegang perutnya


Radit tersenyum

__ADS_1


"makan bakso yuk."ajaknya


Almira mengangguk


Mereka melaju perlahan dan berhenti di deoan sebuah warung bakso


Radit mematikan mesin dan berlari ke arah Almira


Mereka memesan 2 mangkuk bakso dan 2 teh manis hangat


sambil menunggu Almira mencoba membuka percakapan


"Letnan kapan kau mulai mau belajar mempersiapkan ujian bahasa?"


Radit terpekur


"aku sulit memahami bahasa inggris,namun bahas a selain Inggris aku bersemangat untuk belajar."akunya


"kau akan kesulitan mengajariku."


Almira mengangkat bahunya


"liat saja nanti."


Saat bakso dihidangkan mata Almira begitu berbinar


"harus dinikmati sebelum kita akan sulit menemukan bakso."


Radit tersenyum,menyadari dia amat suka melihat binar dimata Almira


"dokter Al,kau akan menghadapi pemeriksaan pra nikah dari kantorku,bisakah kau bersabar menjalaninya?"


"tenang Letnan,kak Keira sudah pernah menceritakan padaku."Jawab Almira Jumawa


Radit mengangguk pelan


"lusa kemungkinan proses kantor aku ajukan."


"besok aku harus bagaimana untuk bertemu keluargamu?"


"biasa aza ,pakai baju yang nyaman untukmu."


"ingat ceritakan sesuai kenyataan agar kita kompak."Almira menjelaskan sambil mengunyah bakso dengan cepat


"auuh...hah..hah."


"he.he panas"wajah nya terlihat lucu dimata Radit


"gemesnya"Batin Radit


"pelan2 ga akan ada yang minta."Radit menarik selembar tissu dan memberikan kearah Almira

__ADS_1


Almira malah mendekatkan wajahnya ke arah Radit.Radit tertegun menatap wajah Almira yang tampak jelas


"letnan maaf tolong elapin dong"Sambil mengangkat ke dua tangan nya yang sedang memegang tulang sum2 sapi


__ADS_2