
Kehidupan Radit dan Almira berjalan dengan cepat,sudah memasuki bulan ke 3.
Setelah Radit terakahir menemui Almira di Rumah sakit,dia berpamitan akan menjalankan tugas rahasia mendadak.
Almira hanya bisa mengiyakan,tanpa banyak tanya.Kegiatan Residensipun berjalan dengan jadwal yang padat.Almira benar benar berjibaku dengan pasien dan lapora kehidupannya pun hanya sekitar Rumah sakit,kampus dan apartement.
Raditpun tek pernah sekalipun menghubungi Almira,sempat beberapa kali Almira merasa sangat lelah dan rindu pada lelaki "aneh" itu dan tak segan memeluk sebuah kemeja milik Radit hingga dia tertidur.
Esme sangat bisa diandalkan ketika Almira tidak pulang ke apartem dia menghubungi Radit.Esme memang diberikan akses nomer pejer Radit untuk keperluan mendadak dan melarang memberitahukan pada Almira jika dia tak memintanya.
Instruksi Radit lun selalu di turuti Esme,Radit mengirimkan jadwal dinas Almira pada Esme dan meminta Esme mengirimkan makanan serta baju ganti untuk nyonya mudanya.
Almira sangat terkejut saat Esme datang mengantarkan sarapan,bermacam snack dan makan malam.Sempat bertanya Esme hanya menjawab menduga jadwal Almira saja.
Waktu terus berlalu Almira benar benar terbenam dengan kesibukannya,Bunda sering sekali menelpon namun jarang terangkat oleh Almira
Pagi itu suasana hampir mencapai minus 2 derajat,suhu yang sangat extrem membuat Almira harus mebungkus dirinya dengan coat tebal.
Almira keluar dari kamar jaga,sejak 3 hari lalu dia mendapatkan hadiah kamar jaga karena menjadi residen paling Aktif.
Almira dengan leluasa bisa menunaikan Ibadah dan beristirahat dengan nyaman.
Terdengar suara peringatan Code blue..code blue
Almira terkaget dan ikut berlari ke arah beberapa petugas temannya bergerak
Sesampainya di Triase IGD
Almira di seret Sarah teman dekatnya,gadis berambut merah dengan banyak bintik coklat di pipi nya yang putih pucat.Tiga bulan ini hanya Sarah satu2nya teman yang memperlakukannya layaknya manusia tanpa diskriminasi.
"Kau di cari Prof Deren,cepat sana"Dorong Sarah
__ADS_1
Almira menarik nafas dalam mempersiaplan diri bertemu Profesor Daren,satu2nya Ptofesor yang sangat menganggap dia "manusia" namun selalu disiksa dan dipanggil bodoh.
Seorang Pria muda tinggi kurus dengan warna rambut hitam legam tampak membaca status pasien dengan seksama
"Pagi Prof"suara Almira bergetar padahal dia hanya mengucapkan bukan hanya berbisik tepatnya menyapa Profesor terkejam di Rumah Sakit
buk..
setumpuk berkas ditaruh di meja
"bodoh atasi bed 2,3 dan 5"
"hei red bull!"Sarah terlonjak saat panggilan kesayangan dari sang profesor terdengar
"atasi bed 1"
"kau black hole"Cole satu2nya pria hitam di kelompok mereka mengangguk
"atasi nomer 4"teriaknya
Suara Prof Daren terdengar lebih menakutkan
"rahasiakan apapun yang kalian temui"
"semua hasil pemeriksaan laporkan hanya padaku"
"mereka pasien istimewa kedubes"
"paham"
"siap Prof"jawab ke tiga Residen bersamaan
__ADS_1
"maaf prof"Almira bertanya takut2
"kenapa pasien ku lebih banyak dari yang lain?"
Prof Daren menoleh tak senang
"Dimana Angel dan David?"
Semua menunduk
"jadwal dinas sore Angel aku yang handle Prof"Almira menerangkan
"dan jadwal David Pagi ini aku juga yang Handle"
Daren menatap tajam pada gadis manis hijab hitam didepannya
"jika ingin menjadi pahlawan jangan mengeluh"
"bekerja di IGD bisa terjadi KLB kapanpun"
"ada pertanyaan bodoh lagi?"
Almira menunduk pasrah
Mereka bertiga menuju ruang Triase
Sarah mengenggam tangan Almira
"strong girl"katanya menguatkan.Almira tersenyum pelan.Mereka menuju Nurse station
"pasien dari kedubes dimana?"Cole bertanya
__ADS_1
"baru saja dipindahkan ke departement trauma dokter"seorang perawat menjelaskan
"ayo "cole menginstruksikan agar Sarah dan Almira mengikutinya