
Almira ingin memukul Radit sebelum Mile membawanya ke ruang rongsen
"suamimu mungkin tidak tidur 1 minggu ini"
"atau mungkin dia keturunan beruang kutub"Mile terkekeh sambil melirik pria yang di rawatnya itu.Mile tak menyangkal wajah Asia Radit sangat unik,tampan namun dingin juga penuh rahasia.Bulu bulu halus dan kasar tumbuh berantakan di rahangnya kulitnya yang exotic malah membuat charmingnya tak terelakkan
Mile mendorong Radit kembali ke ruang obervasi di sana Almira sudah menunggu dengan arm sling dan perlengkapan membalut.
Radit benar benar tertidur pulas
Mile dan Almira tak menemui kesulitan berarti saat memasang bidai,atm sling dan elastis perban.Saat Almira menggosok luka lecet yang ada Radit pun tak bergeming
"suamimu sudah tampan dokter."
"aku mengecek pasien lain ya"Mile beranjak
"thank u Mile."Almira berkata tulus
Almira sekali lagi mencoba membangunkan Radit namun Radit tetap tak bergeming.
Almira meninggalkan suaminya
Beberapa jam kemudian
Radit tersadar,membuka mata perlahan mengamati sekitarnya
Klek
Suara pintu terbuka,Radit segera menutup mata kembali sambil menahan rasa nyeri di kepalanya.
Wajah Almira tampak ,sambil membawakan nampan berisi makanan.
Almira duduk di samping tempat tidur
"letnan"
__ADS_1
"bangun"
"kau sudah tidur 8 jam,sudah sesuai jam kesehatan"Almira berkata kesal
"kau bisa bisanya membuat aku khawatir"
"3 bulan tanpa kabar...bukan...3 bulan 12 hari"ralat Almira yang mulai terisak sambil mengguncang lengan Radit.
Radit membuka matanya
"dokter"Radit tak sanggup melanjutkan karena Almira langsung menghambur memeluk Radit dengan erat
"dokter"Radit mencoba meregangkan pelukan sang istri
Suara isak Almira tak berhenti
Radit memaksa tangannya memeluk Gadis itu
"aku rindu kamu"bisik Radit membenamkan wajahnya kebahu Almira
"baru 6 bulan di negri orang,sudah masuk Rumah sakit,bagaimanan 3 tahun lagi"
"sttt...doanya yang baik baik dong"Radit menyela
"aku tidak apa apa,tidak ada yang serius kan?"
Almira melap cairan yang keluar dari hidungnya
"kau pikir itu lucu?"
"kau pikir rasa khawatirku hanya mainan yang bisa ditertawakan?"
"kau datang tanpa bergerak,dipanggil di cubit tetap tanpa respon"Almira bicara penuh emosi
"bagaimana bisa kau tak memikirkan aku,bagaimana nasib ku jika kau kenapa napa"
__ADS_1
Belum selesai Almira berkata ,Radit sudah membungkam mulutnya dengan bibirnya.Radit benar benar merindukan rasa manis bibir sang istri.
Almira diam Radit memperdalam ciumannya menumpahkan semua rasa rindunya.Dia benar benarbtak menyangka Almira sangat mengkhawatirkannya.Almira menyambut rasa rindu suaminya menikmati ciuman suaminya memajukan tubuhnya memeluk pinggang Radit dan menuntut lebih dalam ciuman mereka.
"aaah"Radit bersuara menahan sakit
"kenapa?"Almira panik dan memeriksa daerah pinggang Radit.tampak darah merah gelap keluar setelah baju di buka terlihat luka tusuk yang dalam.
"ya Alloh bisa bisanya aku melewatkan luka ini"
Radit diam menikmati kepanikan wanita nya itu Almira berlari memanggil Mile
"Mile ayo panggil dokter bedahbyang on call,sepertinya ada luka tusuk"
"semua full sedang bekerja dokter"
"lalu bagaimana,dia perdarahan lantas dia mengantuk"Almira panik
"ada apa ini?"Prof Daren membentak mereka berdua
"pasien ke dutaan ada yang mengalami luka tusuk ruang operasi semua terpakai"Mile menjelaskan
"dorong ke ruang tindakan darurat"
Mile dan Almira berlari membawa Radit ke ruang tindakan
"bodoh"
"kerjakan"
saat semua sudah siap dan Radit sudah tertidur dalam pengaruh obat bius
Almira gemetaran memegang pisau ditangannya
Menatap sebuah besi tersembul dari pinggang Radit
__ADS_1