Ordinary Man

Ordinary Man
shopping


__ADS_3

Almira tampak masih cemberut


Kapten Akmal duduk menemani Radit di ruang tamu.


Bunda sudah datang 15 menit lalu menertawakan kue gosong buatan Almira


"wah maaf ya nak Radit kue nya gosong."senyum bunda


Radit tersenyum


"yang gosong lebih terasa bund."jawab Radit


Akmal tertawa lebar


"jangan malu untuk menertawakan Almira Letnan."


Almira makin cemberut di ujung meja


"hari ini kita akan belanja untuk seserahan."


"nak Radit tidak keberatan kan?"


"tidak bund insyaAlloh bisa."


"baik makan dulu bubur sumsum ini dan kue gosongnya jika berkenan."


"siap bund."


"nda pamit ya."Akmal meraih tangan bunda dan memeluk erat tubuh wanita berkerudung coklat itu Radit memandang pemandangan itu dengan rasa yang tak bisa dimengerti membuat hatinya terasa hangat.


Kapten Akmal memeluk erat Bunda,menyusupkan wajahnya di jilbab lebar wanita itu.


"jangan lupa telpon nda ya."suara Bunda mulai serak


"jaga kesehatan."


"siap ibu negara." Akmal menjawab dan memeluk erat kembali kepala sang Bunda yang tingginya hanya se dada Kapten Akmal


"aku titip adikku ya."


"maaf sepertinya aku tak bisa melihat kalian menikah,jadwalku di majukan."Kapten Akmal memeluk Radit


"apapun niat awal kalian,doaku semoga kalian berjodoh dan samawa."Radit tertegun dengan bisikan Kapten Akmal


"insyaAlloh niatku serius dan melengkapi setengah dienku Kapten."


"aku percaya itu,berusahalah luluhkan hati adikku."

__ADS_1


Kapten Akmal berjalan menuju pintu


"masss."


Almira memeluk sang kakak


"hei baik2 ,nurut sama suamimu ya "


Akmal memeluk Almira erat bagaimanapun dia sangat menyayangi adik satu2nya itu


Deru mobil meninggalkan rumah asri itu.Membawa Kapten Akmal yang diantar sang ayah


"ayo kita berangkat."Bunda mengingatkan


Sesampai di sebuah Mall Bunda mengeluarkan list cacatan.


"ayo cari sepatu dulu"


mereka cukup butuh waktu 45 menit dan mendapatkan sepatu yg sesuai


"nak Radit ukuran berapa?"


"41 Bund"


"Ade carikan sana."


"carikan sekarang"Bunda memaksa


Almira bergerak sambil mengajak Radit mengikutinya


Setelah 2 jam berlalu


"nda sudah semua kan?"


"belum,ini yang penting"Bunda menyeret Almira diikuti Radit dengan tangan penuh membawa goodie bag


"underwear?"Almira memekik pelan


"iya,kamu tuh udah jadi dokter masa malu."


"sana pilih yang bisa memanjakan mata suamimu."Bunda mendorongnya


buk...


suara beberapa goodie bag terjatuh Radit tampak kikuk


"bunda,saya beli sendiri saja."Radit panik

__ADS_1


"sekalian nak Radit."


"sana ke ade pilih mana yang kau ingin istrimu pakai."Bunda mendorong Radit dan memungut goodie bag yang terjatuh


Radit menjauh dan berusaha mendekati Almira


"dokter ayo,aku ga nyaman ada di toko ini."


Almira menoleh


"bunda akan menunggu kita sampai selesai."


"cepat pilih saja keperluanmu."bisik Almira


Radit tetap bergeming


"sudah ketemu yang disuka?"suara bunda mengagetkan mereka berdua


"bentar lagi nda."Almira menarik Radit menjauh


"cepat pilih ini underwear cowo."Almira mendorong Radit


Radit bingung didepannya terdapat bermacam jenis underwear.


"aku bingung"


"pakai size brp?"Almira sibuk melihat kiri kanan


"hmm M"


"ini"Almira menaruh 4 stel underwear di keranjang."Radit melotot dan merasa sedikit malu segera akan berlalu namun Bunda sudah berdiri di depannya


"kita lihat pilihan Ade yuuk."Radit tak kuasa menolak


mereka berdua menunggu Almira membawa pilihannya


"lihat dong de,tanya nak Radit suka ga?"


"ih nda...malu dong,kejutan."tolak Almira


"satu aza,bunda pengen tau selera kamu "Bunda menarik selembar pakaian "dinas" pasutri


terlihat warna khaki dengan belahan berenda dan padanan celana hot pants.


Radit terkejut begitu juga Almira


"ndaaa...."teriaknya sambil menarik pakaian yang ada ditangan Bunda diiringi tawa sang Bunda.

__ADS_1


__ADS_2