Ordinary Man

Ordinary Man
First Kiss


__ADS_3

Almira terdiam merasakan kecupan mendadak yang diberikan Radit.Almira hanya mampu menunduk menahan pipinya yang menghangat.


Radit terkejut dan seperti tersadar


"maaf dokter,aku khilaf"bisiknya panik


Almira mendengar suara Radit yang merendah memberanikan diri menengadahkan wajahnya dan memberikan senyum termanis untuk Radit


Almira mendaratkan kecupan pula ke pipi Radit dengan keberanian


"buat suamiku apa yang ga aku kasih"tawanya


berusaha mencairkan suasana.Almira hendak berdiri saat Radit menahan tangannya dan menarik tubuhnya ke sofa


"kau yang memulai dulu"bisik Radit dengan suara serak


Menangkup pipi Almira dan menempelkan bibirnya dengan pelan pada bibir Almira.Almira sesaat terkejut namun refleks menutup mata serta mengikuti gerak bibir Radit dengan membuka sedikit mulutnya.Radit seperti memahami sinyal dari Almira dan berani menyesap bibir Almira.


tangan Almira mencengkram ujung kerah baju Radit merasakan sensasi ciuman pertama Almira.Mereka makin memperdalam ciumannya entah bagaimana Almira pasrah mengikuti hasrat Radit.


Radit tampak tak puas menuntut dan menuntut hingga dia mulai memegang tengkuk Almira.Namun tangan Almira menahan di dada Radit.


Nafas mereka tersengal,wajah Almira tampak bersemu merah walau dalam remang pencahayaan ruang tamu.Radit menatap penuh cinta.Almira menunduk memegang kedua pipinya.Radit menatap bibir yang tampak bengkak di hadapannya


"apa sakit"katanya bersalah sambil mengelus bibir Almira yang menjadi merah


Almira menggeleng dan beranjak segera


"aku istirahat duluan"


Radit hanya mampu menatap pintu kamar yang tertutup.


Keesokan pagi

__ADS_1


Radit bergegas keluar kamar menuju ruang makan dimana tercium wangi teh rosemary yang memenuhi ruangan


Radit menatap punggung wanita yang sedang memegang teko.


"Esme,nona dimana?"


"Loha tuan,nona baru saja berangkat terburu buru sepertinya"


"ku siapkan sarapan tuan"


Radit mengangguk dan duduk menikmati segelas teh dengan wangi yang menenangkan


"wah ,nona melupakan teh dan pad nya"Esme berkata sambil mengangkat sebuah tumbler dan sebuah kantong plastik bergambar lucu.


"itu apa?"


"untuk nona,dia sedang datang bulan"


Radit segera mengambilnya


"thank u Esme"


Esme tersenyum penuh hormat


Radit segera mengendarai mobil dengan cepat.Mengirimkan pesan pada operator bahwa dia akan telat datang ke pertemuan


Sementara di ruangan besar berwarna putih Almira gelisah perutnya terasa sangat tidak nyaman dengan posisi berdiri sudah 2 jam membuat kakinya mati rasa.


"hei,are you ok?"seorang gadis berambut blonde menyapanya ramah


"fine"jawab Almira sekenanya


"sarah"gadis itu mengulurkan tangan

__ADS_1


"Almira"


"ternyata kita satu kelompok"terangnya lagi


Almira mengangguk seraya melirik ke arah pintu dia benar benar harus ke toilet


"maaf sarah,aku izin dulu ke toilet"Almira segera berlalu menuju toilet


Almira benar benar panik dia merasa sangat tak nyaman dan saat ditoilet dia benar benar kebingungan,dan kemudian memaksakan keluar toilet.Memeriksa agar tak terlihat peserta lain


Tiba tiba seseorang melingkarkan sebuah jaket dipinggang Almira dari belakang.Almira menoleh kaget


"Letnan"


"ini"Radit memberikan barang Almira yang tertinggal


Almira menerima dengan mata berkaca


Sesaat kemudian Almira keluar


mendekati Radit


"terima kasih Letnan"


Radit mengangguk


"aku pergi dulu,semangat ya"Radit melangkah namun tiba tiba Almira memeluknya dari belakang


"terima kasih Letnan,terima kasih"


Radit terdiam


"ternyata benar kata Kapten Dewa,wanita sangat mudah tersentuh"

__ADS_1


__ADS_2