Ordinary Man

Ordinary Man
Ancaman


__ADS_3

Sepasang mata mengamati pergerakan Radit dan keluarganya.Memotret beberapa kali dan mengamati dengan hati hati.


Akmal membantu Radit untuk duduk,sementara Almira memasukkan sebuah koper milik Radit


"aku tidak bisa ikut, jam jaga ku belum berakhir"


"titip suamiku ya mas"Almira berkata manja


Akmal hanya berdehem menyelidik menatap dari kaca pengemudi.


Almira yang sadar ditatap sang Kakak segera mengambil tangan Radit dan menciumnya


"selamat sampai tujuan ya mas"Senyum manis disuguhkannya


Radit terkejut namun segera tersadar saat Almira mengedipkan matanya seperti memberi kode


Akmal menjalankan mobil dengan segera


Radit menatap Akmal canggung


"maaf Kapten,jadi nyupirin saya"


"posisimu adik iparlu saat ini,jangan sungkan"


Akmal sekilas melihat sesekali ke arah spion


"mobil SUV hitam dibelakang mengikuti kita sejak keluar Rumah Sakit"


Radit mengikuti arah mata Akmal


"sepertinya iya Kapten"


"baik berpeganganlah"


Akmal menambah kecepatan mencoba melaju lebih cepat ,namum SUV hitam tak menyerah terus menempel dan mengikuti.


Radit terkesiap karena sekilas terlihat jelas bentuk aneh pada bagian depan SUV itu,


Akmal terus memacu mobil yang dikendarainya


"Kapten,belok kekiri sekarang"Radit berteriak


Akmal membanting stirnya ke kiri dan memasuki area perkiran sebuah mall.Bergabung dengan begitu banyak mobil disana.


Tampak SUV yang mengikuti terkejut hingga hampir tertabrak saat mencoba ikut berbelok ke kiri.


Radit dan Akmal menatap memperhatikan beberapa kali mobil SUV tersebut berkeliling mencari mereka di kejauhan


Selama 30 menit SUV itu berkeliling dan akhirnya meninggalkan area parkir


"kau berhutang ceritq padaku Letnan!"Akmal menatap tajam sambil menyalakan mobil kembali

__ADS_1


Radit hanya mengangguk


Sementara pria dengan jaket hitam lusuh dalam SUV hitam memaki maki tak jelas


Menatap kesal pada area jalanan,Dia tak menyangka buruannya semudah itu bisa menghindar


DiApartement


Radit dipapah Akmal memasuki ruangan.Isme datang membantu


"tuan silahkan ,aku sudah membuat beberapa lauk untuk dimakan"


"terima kasih Isme,kenalkan ini kakak iparku"


"salam tuan" Isme memberi hormat


"sangat mirip dengan Nyonya muda"bisiknya pada Radit


Radit mengangguk tanda setuju


"istirahatlah"


"nanti malam kita bicara"Akmal memberi instruksi


Radit mengangguk


Jam menunjukkan pukul 18.00


Memandang area kantin yang sepi dan redup


hanya sebuah ruangan kecil disamping kantin yang dia gunakan untuk sholat saat bekerja.


Almira memeriksa ponselnya


terdapat sebuah pesan


"kabari jika jam dinasmu selsai,tunggu akan ku jemput!"


Almira hanya mampu mebalas Iya pada pengirim pesannya yang tak lain adalah Akmal sang Kakak


Almira menuruni tangga dengan segera,jam pergantian sift segera datang


Seorang wanita dengan snelli yang ditambahkan asesoris bling bling pada area kerah nampak menghampiri


"kau pasti orang aneh dari Asia?"


"mencari muka pada Prof?"


"jangan harap kau bisa mendapatkannya"


Wanita dengan lipstik merah menyala itu mencengkram kerah baju Almira

__ADS_1


Almira hanya mengangguk pelan


"saya tidak tau maksud anda nona"


Almira menatap tajam ke arah wanita itu


"lepaskan tangan anda,saya harus kembali ke bangsal"Almira menepis tangan wanita itu dan berlalu pergi


Terdengar wanita itu melempar sesuatu di belakang Almira.


Almira bergegas berjalan terus namun tangannya tampak gemetar.


Sementara Akmal sedang menatap foto di ruang tamu apartement sang adik.Tampak Almira begitu manis dalam foto itu.Radit menghampiri


"mau kopi Kapten?"


Akmal menoleh


"tak perlu repot aku sudah membuatnya"


"duduklah"


"sebelum kau ceritakan,izinkan aku bertanya"Akmal menyeruput kopi didepannya


"apa kau sudah melakukan kewajiban suami pada adikku?"


"jangan coba coba berbohong!"


Radit terdiam memutar otak menjawab pertanyaan itu


"hmm..itu"Radit penuh keraguan


"belum Kapten"


"karena saya langsung melakukan dinas luar Kapten"Radit buru buru menjelaskan


Akmal menggeleng cepat


"kau tak pandai berdusta Letnan"


Radit menunduk


"Kapten,kau tau betul pernikahan kami ini"Radit terbata


"tau,dan aku pun tau kau begitu menyukai adikku bukan?"


Radit mengangguk


"kau itu TNI,tapi kau tidak bisa meluluhkan adikku"


"apakah ini tidak memalukan?"

__ADS_1


__ADS_2