Ordinary Man

Ordinary Man
Datang


__ADS_3

Seorang pria menarik koper kecilnya dengan tergesa gesa.


Memeriksa jam tangannya dan meninggalkan bandara dengan segera.


Pria itu memanggil taxi menuju arah yang dia lihat di map ponselnya.


Dia coba menghubungi seseorang namun nampaknya tak tersambung.Pria itu tampak tak tenang menatap lurus ke keluar .


Sebuah pesan masuk


"kabari jika sudah sampai"


Dia membaca sekilas dan menutup layar ponselnya.Getaran ponselnya terasa makin keras


"ya Nda"


"aku baik baik saja"


"ok nanti mas kabarin"


Kapten Akmal benar benar pusing menghadapi 2 wanita kesayangannya bunda dan sang adik.


Taxi berhenti didepan sebuah rumah sakit yang cukup besar.


"thank you"ujar Akmal setelah memberi uang pada supir taxi


Akmal menuju lobby dan bertanya tentang Radit pada staff yang ada.


Setelah memperoleh keterangan Akmal segera munuju lantai yang dimaksud.


Dikejauhan tampak seorang dokter yang sangat mudah dikenali karena dia memakai hijab dan menjadi satu satunya wanita yang berbeda.Terlihat sangat serius menuliskan sesuatu di notebooknya .


Akmal menuju nurse station dan menanyakan kamar Radit sang adik ipar,setelah mendapatkan informasi dia segera menuju kesana


Tok


Tok..tok


"Assalamualaikum"


Terdengar jawaban salam dari dalam


Akmal memasuki ruangan yang langsung tercium aroma khas perawatan luka


Radit tertegun menetap kakak iparnya dan berusaha memberi hormat


"simpan tenagamu"

__ADS_1


"aku saat ini berperan sebagai kakak istrimu"


Radit mengangguk


"maaf aku baru selesai sarapan"


"perlu aku pesankan sarapan Kapten"


Akmal menggeleng kikuk


"aku tak lapar"


"oh baik"Radit pun tak kalah canggung


"aku akan to the point"Akmal memilih duduk di sofa penunggu pasien


"Al memintaku datang,tapi tak menjelaskan detail"


"dan dia menangis panik"


"aku baru bisa mendapat izin 2 hari kemarin well aku langsung ke sini"


Radit terdiam mendengarkan seksama,mengetahui sang istri sampai menangis dan memanggil kakaknya membuat Dia makin merasa bersalah


"jadi ceritakan dengan detail padaku"Akmal menekankan suaranya


Radit menelan ludah berusaha merangkai kalimat yang mampu menjelaskan dengan baik


"luka ini kudapat setelah aku mengikuti tugas khusus bersama 2 rekan pilihan lain"


Radit menatap Akmal di sebrang sana dan tampak ragu melanjutkan


Akmal menatap dengan sabar


"nanti akan aku ceritakan lebih detai"


"sekarang dokter Almira akan mengganti perbanku"


Tak berapa lama terdengar ketukan


"Letnan,apa kau tidur?"


"tidak dokter,masuk lah"Radit menjawab sembari merapihakan selimut yang dia pakai


Akmal menggelengkan kepala mendengar percakapan pasutri ini.


Almira mendorong sebuah troley tindakan,

__ADS_1


"bisa kau angkat piyamamu Letnan?"


Radit menurut


Almira duduk disamping tempat tidur ,segera mengganti perban di luka Radit,segera setelah selesai Almira mencuci tangan dan terkejut melihat Akmal berdiri tak jauh dari washtofel


"mas?"


"kapan datang?"


"cuci tanganmu cepat"Akmal menyilangkan tangannya dengan tatapan kesal


Almira menurut,mencuci tangannya dan segera menjauhkan troley tindakan yang telah dipakainya


"apa kau sudah hamil?"Akmal bertanya dengan sangat tenang


"uhuk...uhuk"Almira terbatuk sementara Radit tampak membeku di tempat tidurnya


"hei..aku baru bertanya hal sederhana"


"6 bulan kalian menikah ,masa belum berhasil?"


Almira menunduk gelisah


Akmal melirik Radit,dia yakin laki laki didepannya tak sekeren track record karir prajurit yang di torehnya ketika berhadapan dengan adik nya yang super judes


"ehem..izin jawab Kapten"Radit bersuara setelah mampu mengendalikan keterkejutannya


Akmal menatap menunggu jawaban


"setelah sampai kami benar benar sibuk terutama dokter Almira"


"dan surat tugasku segera datang"suara Radit terdengar meyakinkan tampaknya Radit sudah mulai menguasai keadaan dan merangkai cerita


"untuk momongan kami tidak buru buru"


"mengingat dokter Almira sangat sibuk"


"dan aku baru pulang 2 minggu lalu"


"terima kasih anda sudah care pada kami"Radit mengucapkan dengan tulus


Akmal berdiri


"saat ini aku percaya penjelasan kalian"


"ayo biar aku yang mengantar pulang suamimu"

__ADS_1


"eh iya,makasih mas"Almira tersadar kembali


"aku urus administrasinya"Dia segera melesat keluar sambil mendorong troley tindakan


__ADS_2