Ordinary Man

Ordinary Man
#42


__ADS_3

Sinar matahari menembus kaca kamar tidur ,Suasana menjadi hangat sangat jarang cahaya matahari mampu masuk dalam kamar tidur mereka


Radit menoleh pelan ke arah tempat tidur,Tampak Almira masih tertidur pulas.Radit melipat sajadah tempatnya berdzikir setelah sholat subuh tadi.


Mendekati Tempat tidur dan memberanikan diri merebahkan kepalanya di samping Almira.


Sejurus tangannya tergerak mengelus rambut panjang hitam Almira menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya.


Ingin sekali membangunkan wajah yang selalu membuat hatinya seperti sedang naik pesawat tempur.


"Dokter, bangun sebentar ya anda belum sholat"Radit mengguncang tubuh Almira pelan


Almira menggeliat pelan


"hmmm" terdengar suara pelan dari Almira


"aku sedang dispensasi sholat"gumam Almira


Radit mengeryit disusul respon


"ooh baiklah"


Tiba tiba Almira menyusupkan wajahnya ke lengan Radit.


Radit yang menghadapi gerakan manja sang Istri hanya diam dan menikmati tak berani membalas walau naluri laki lakinya ingin sekali memeluk erat tubuh Almira


"dingin Letnan" rintih Almira dan menggeser tubuhnya mendekat dengan Radit.


Radit mengulurkan lengannya dan memeluk Almira.Radit mengeratkan pelukan saat tubuh Almira terasa sedikit mengigil


Terdengar suara Kapten Akmal diluar seperti sedang berbicara di telpon


Radit begeming berdekatan dan memeluk erat Almira seperti ini tak akan dia lupa


"tok..tok"


"Radit kau sudah bangun?"terdengar Akmal memanggil


"Siap Kapten sudah"


Radit bergegas melepas pelukannya melepaskan diri dari himpitan tubuh Almira perlahan lahan


Saat membuka pintu Akmal langsung menyergapnya menekannya di dinding


"Kapten,ada apa"Radit tak berniat melawan pasrah menerima perlakuan kakak iparnya


"katakan padaku,apa kau membelot dari negara kita?"


Radit melotot mendengar tudingan itu


"katakan!"

__ADS_1


"aku tidak berniat sedikitpun Kapten"


"percayalah"


Tekanan lengan Akmal mengendur dan menjauh


"USB itu berisi dokumen rahasia negara eropa"


"bagaimana mungkin kau memilikinya?"


Radit menggelengkan kepala


"aku benar benar tidak tau Kapten"suaranya penuh penyesalan


"aku akan menyelidiki sendiri,kau jaga adikku disini"


Radit mengangguk


"pastikan keselamatan adikku!"


"siap Kapten"


"Tenang saja,dokter Almira juga istriku"


"Tentu akan ku jaga"


Akmal bergegas memakai tas nya dan keluar apartemen dengan berhati hati


Radit mulai merapihkan seisi apartemen.Membuang sampah mencuci dan menjemur pakaian juga membuat sup jagung manis untuk Almira


Saat kembali ke kamar Almira sudah dalam posisi duduk


Radit sigap menghampiri


"ada yang kau rasa dokter?"


Almira menggelengkan kepala


"bagaimana lenganmu?"


"masih terasa nyeri sedikit"


"makan dulu ya"


Almira mengangguk


Radit sigap mengambil semangkuk sup dan 2 lembar roti gandum


"aku suapi ya?"


Almira mengangguk

__ADS_1


memakan perlahan sup buatan Radit


"makan yang banyak"


Radit menyuapi sepenuh hati sesekali memberikan minum


"udah ah"elaknya


"kenapa?"


"ga enak ya mulutnya ,paksa ya"Radit membujuk


Almira mengeleng sambil menyodorkan sendok berisi sup jagung ke arah Radit


"aku membuat sepenuh hati lho"


"di asrama semua suka masakanku"Radit dengan percaya diri menjelaskan


Almira mendorong sendok menyentuh bibir Radit


"Hap"Radit memasukan sesendok full sup


Lalu mengeryit menahan sesuatu


Almira tertawa dan reflek memegang wajah Radit dengan kedua tangannya memposisikan sangat dekat dengan wajahnya


Glek...Radit menelan sup jagung di mulutnya rasa asin sudah tak dia rasakan


Almira makin tersenyum


"kau telat Letnan"


"ha.ha"


Radit reflek mengecup bibir Almira


Dan seketika tawanya berhenti


"maaf dokter"Radit panik dan tersadar


Almira terdiam sesaat


dan menahan tangan Radit


"apa masih asin?"


Radit mengulum bibirnya dan menggeleng


"agak manis"


Almira mendekat dan mengecup bibir Radit dan dibalas ciuman dalam dari sang suami

__ADS_1


__ADS_2