
Sinar matahari menembus kaca kamar tidur ,Suasana menjadi hangat sangat jarang cahaya matahari mampu masuk dalam kamar tidur mereka
Radit menoleh pelan ke arah tempat tidur,Tampak Almira masih tertidur pulas.Radit melipat sajadah tempatnya berdzikir setelah sholat subuh tadi.
Mendekati Tempat tidur dan memberanikan diri merebahkan kepalanya di samping Almira.
Sejurus tangannya tergerak mengelus rambut panjang hitam Almira menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya.
Ingin sekali membangunkan wajah yang selalu membuat hatinya seperti sedang naik pesawat tempur.
"Dokter, bangun sebentar ya anda belum sholat"Radit mengguncang tubuh Almira pelan
Almira menggeliat pelan
"hmmm" terdengar suara pelan dari Almira
"aku sedang dispensasi sholat"gumam Almira
Radit mengeryit disusul respon
"ooh baiklah"
Tiba tiba Almira menyusupkan wajahnya ke lengan Radit.
Radit yang menghadapi gerakan manja sang Istri hanya diam dan menikmati tak berani membalas walau naluri laki lakinya ingin sekali memeluk erat tubuh Almira
"dingin Letnan" rintih Almira dan menggeser tubuhnya mendekat dengan Radit.
Radit mengulurkan lengannya dan memeluk Almira.Radit mengeratkan pelukan saat tubuh Almira terasa sedikit mengigil
Terdengar suara Kapten Akmal diluar seperti sedang berbicara di telpon
Radit begeming berdekatan dan memeluk erat Almira seperti ini tak akan dia lupa
"tok..tok"
"Radit kau sudah bangun?"terdengar Akmal memanggil
"Siap Kapten sudah"
Radit bergegas melepas pelukannya melepaskan diri dari himpitan tubuh Almira perlahan lahan
Saat membuka pintu Akmal langsung menyergapnya menekannya di dinding
"Kapten,ada apa"Radit tak berniat melawan pasrah menerima perlakuan kakak iparnya
"katakan padaku,apa kau membelot dari negara kita?"
Radit melotot mendengar tudingan itu
"katakan!"
__ADS_1
"aku tidak berniat sedikitpun Kapten"
"percayalah"
Tekanan lengan Akmal mengendur dan menjauh
"USB itu berisi dokumen rahasia negara eropa"
"bagaimana mungkin kau memilikinya?"
Radit menggelengkan kepala
"aku benar benar tidak tau Kapten"suaranya penuh penyesalan
"aku akan menyelidiki sendiri,kau jaga adikku disini"
Radit mengangguk
"pastikan keselamatan adikku!"
"siap Kapten"
"Tenang saja,dokter Almira juga istriku"
"Tentu akan ku jaga"
Akmal bergegas memakai tas nya dan keluar apartemen dengan berhati hati
Radit mulai merapihkan seisi apartemen.Membuang sampah mencuci dan menjemur pakaian juga membuat sup jagung manis untuk Almira
Saat kembali ke kamar Almira sudah dalam posisi duduk
Radit sigap menghampiri
"ada yang kau rasa dokter?"
Almira menggelengkan kepala
"bagaimana lenganmu?"
"masih terasa nyeri sedikit"
"makan dulu ya"
Almira mengangguk
Radit sigap mengambil semangkuk sup dan 2 lembar roti gandum
"aku suapi ya?"
Almira mengangguk
__ADS_1
memakan perlahan sup buatan Radit
"makan yang banyak"
Radit menyuapi sepenuh hati sesekali memberikan minum
"udah ah"elaknya
"kenapa?"
"ga enak ya mulutnya ,paksa ya"Radit membujuk
Almira mengeleng sambil menyodorkan sendok berisi sup jagung ke arah Radit
"aku membuat sepenuh hati lho"
"di asrama semua suka masakanku"Radit dengan percaya diri menjelaskan
Almira mendorong sendok menyentuh bibir Radit
"Hap"Radit memasukan sesendok full sup
Lalu mengeryit menahan sesuatu
Almira tertawa dan reflek memegang wajah Radit dengan kedua tangannya memposisikan sangat dekat dengan wajahnya
Glek...Radit menelan sup jagung di mulutnya rasa asin sudah tak dia rasakan
Almira makin tersenyum
"kau telat Letnan"
"ha.ha"
Radit reflek mengecup bibir Almira
Dan seketika tawanya berhenti
"maaf dokter"Radit panik dan tersadar
Almira terdiam sesaat
dan menahan tangan Radit
"apa masih asin?"
Radit mengulum bibirnya dan menggeleng
"agak manis"
Almira mendekat dan mengecup bibir Radit dan dibalas ciuman dalam dari sang suami
__ADS_1