
Radit benar2 membawa mobil tuanya secepat kilat.Sesampai di sebuah Universitas kedokteran Almira segera turun dan berlari ke lobby.
Radit hanya bisa menggelengkan kepala melihat gadisnya yang begitu lincah langsung melesat keluar.
Radit tersenyum mengingat Almira sangat gelisah didalam mobil sepanjang perjalanan ,mungkinkah istri tomboynya cemburu.
Almira membeku saat dosodorkan form oleh bagian administrasi
"dokter,jurnal sudah dikirim dan adi accept tinggal mengisi form walimu dan foto kalian berdua karena dituliskan statusmu menikah."
Almira hanya mengangguk
dan dengan berat hati menghubungi Radit
Setelah semua berkas dan dokumen selesai.Almira bergegas berjalan keluar gedung
tiba-tiba
"haii Al,wah lama ga kelihatan makin cantik."Seorang pria dengan rambut gondrong di kucir tengah mengenakan jas Lab menyapa Almira
"eh kak Ben ,apa kabar?"
Almira gugup,Radit dari jauh mengawasi
"kapan berangkat?"
"lusa"
"kabarku tentu tidak baik setelah tau kau akan pergi ke luar negri selama 4 tahun"
"3 tahun kau jangan mendoakan jelek ya."
"usiamu nanti 27 tahun pas untuk menjadi ibu dari anak2ku Al."Ben tanpa ragu melontarkan kata2 rayuan
Almira tertawa
"mimpinya jangan kelamaan Bos,sorry aku udah laku."
Almira menarik Radit yang berdiri dibelakangnya
"kenalkan suamiku"
Ben menatap sinis
"ayolah jangan bercanda"
__ADS_1
Ben mengulurkan tangan hendak menarik Almira
"jaga sikap anda"tangan Radit menahan tangan Ben
"kenalkan saya Radit suami dokter Almira"
Ben menatap tak suka sementara Almira tanpa sadar bersembunyi dibalik punggung Radit
"baiklah,sampai ketemu lagi Al."Ben meninggalkan mereka.
"mantan pacar?"
"mantan keberapa?"
"sepertinya dia belum bisa move on?"
Almira menatap Radit dalam
"entahlah aku lupa,terlalu banyak mantanku"
Radit menatap Almira kecewa
"turunkan aku di lampu merah"
"aku ada perlu,apa ada kewajiban lapor?"Almira menjawab ketus
Radit diam dan menepikan mobilnya
Memacu kembali mobil tuanya menuju sebuah Mall.
Senja hari di kediaman Almira
Radit melipat sajadahnya,melihat jam dinding menunjukkan pukul 18.45 .Almira belum pulang juga.Dua Koper sudah siap di pojok ruangan.
Radit keluar kamar dan menemui bibi
"bi..maaf ayah bunda kemana ya?"
"sedang keluar den,sepertinya membeli makanan untuk bekal den Radit dan non Almira."
Radit mengangguk
Radit kembali ke kamar memandang sekeliling kamar melihat sebuah foto diamana Kapten Akmal memegang sebuah medali emas sednag Almira berdiri di sampingnya dengan medali emas juga.Tampak di bawahnya sebuah foto dimana Almira menggunakan seragam dokternya berfoto bersama dokter Keira dan seorang bayi bermata biru.
Radit merebahkan tubuhnya memendam rasa aneh mengingat laki2 yang menyapa Almira siang tadi.
__ADS_1
Dia sekilas memeriksa GPS yang ada di gantungan kunci milik Almira.
Posisi Almira belum bergerak sama sekali dari Rumah Sakit
Jam menunjukkan pukul 21.00
Almira perlahan2 memasuki rumah
"dari man ade?"Ayah ternyata menunggu dj ruang tamu
"perpisahan sama anak2 RS yah."
"suamimu tau?"
Almira menelan ludah cepat
"tau yah,kan tadi siang sudah izin"
"besok ade berangkat jam 09.00 kan,cepat istirahat"
Almira mengangguk tapi berbalik lagi
"ayah boleh ga ade tidur sama nda,kan besok sudah berangkat?"
"ga bisa de,kamu tuh sudah jadi istri"
Akhirnya Almira naik ke atas,perlahan dia membuka pintu kamar,Dilihatnya Radit sudah tertidur pulas.Almira membuka lemari mengambil pakian ganti dan menuju kamar mandi.Saat pintu kamar mandi tertutup Radit membuka mata.
Sebenarnya dia sudah terjaga saat Almira membuka pintu kamar.
Saat Almira keluar kamar mandi,aroma segar sabun yang dipakai tercium jelas.Almira membuka handuk yang menutupi rambut panjangnya.Menyisir perlahan dan segera mendekati tempat tidur
Almira ragu untuk naik,ini bukan kali pertama mereka satu kamar saat melakukan missi dulu mereka pun sekamar dan Radit adalah satu2nya pria yang melihat rambut Almira.
Almira merebahkan tubuhnya dan kembali memakai jilbabnya,dia ragu saat ini posisi mereka sudah suami istri sangat canggung bila bersikap biasa.Almira berusaha memejamkan mata namun sulit .
Tiba2
tangan Radit menutup mata Almira
"sttt...diam,kau membuat aku terbangun karena bergerak kesana kemari"suara serak Radit terdengar
Almira menahan nafas,Radit tak membalikkan punggungnya hanya tangannya yang menutup mata Almira.
Entah seperti dibius Almira sangat mengantuk rasa nyaman merajai tubuhnya dan segera terdengar suara nafas halus dan teratur dari hidungya
__ADS_1