PELABUHAN CINTA VIVIAN

PELABUHAN CINTA VIVIAN
Jatuh cinta lagi


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian itu, antara Vivi & Yuna tidak pernah bertegur sapa. Mungkin karena ego masing-masing, bahkan teman-teman seangkatan mereka tahu hubungan mereka, membuat heboh sekolah. Karena mereka tahu Vivi dan Yuna berteman dekat, bahkan bisa di bilang sahabat.


Setelah lama tidak datang ke rumah neneknya Vivi pamit ke ibunya, sabtu itu Vivi mau mengunjungi neneknya. Dia ingin mencari hiburan untuk hatinya, ga mungkin juga curhat dengan keluarganya karena selama ini Vivi menjalani hubungan backstreet. Sepulang sekolah Vivi langsung naik bus menuju ke kota. Sesampainya di sana neneknya menyuruhnya makan, dan seperti biasa setelah basa basi sebentar, Vivi keluar dan bertemu Vero.


"Kapan dateng, Vi?" tanya Vero yang tiak melihat saat Vivi masuk rumah neneknya.


"Sejam yang lalu, Eh.... mbak, ada kabar Hari ga?" tanya Vivi penasaran.


Vero menggeleng, Vivi tertunduk lesu. Mungkin saat ini dia harus menyerah, walaupun kenyataannya beberapa kali dia mencoba dekat dengan pria, bahkan beberapa juga ada yang nembak dia, tak satupun yang bisa menggantikan posisi Hari di hatinya. Di tengah obrolan mereka, tiba-tiba ada motor mendekat, menepi ke arah mereka berdua.


"Mbak, Sapta ada?" tanya seseorang yang tidak asing di mata Vivi, dia manis dan tampak lebih dewasa dari dulu saat mereka sering bertemu. Sosok yang tidak pernah di temuinya beberapa tahun belakangan.


"Ga ada, Yo, lagi pergi sama temennya sepulang sekolah tadi. Tio menatap ke arah Vivi, dan pandangan merekanya bertemu.


Deg! Ada perasaan yang tidak biasa di hati Vivi, jantungnya berdegup lebih kencang, Vivi tersenyum ke arah Tio menghilangkan gugupnya, tapi tiba-tiba berubah cemberut mengengar kata-kata Tio.


"Eh.... anak desa ke kota, disana ga ada hiburan ya?!" Tio tertawa lepas, tapi di matanya ada yang berbeda saat memandang Vivi.

__ADS_1


"Nyebelin" sahut Vivi sewot.


"Hahaha..... apa kabar Vi?" tanyanya kepada Vivi.


"Ga baik sejak ketemu kamu!" ucap Vivi lagi sedikit meradang.


"Wooooyyy.... di tanya baik-baik kok malah sewot, ntar cantiknya ilang lho.... hahaha" kata Tio mekin senang menggoda Vivi.


"Biarin!" sahut Vivi lagi, yang membuat Vero geleng-geleng kepala melihat kembali perang dingin antara mereka.


"Ya udah mbak ntar bilangin Sapta malem aku kesini..... Daaah mungil" kata Tio melirik ke arah Vivi, sambil berlalu.


"Sudah.. sudah... jangan benci nanti cinta lho" kata Vero meredam kemarahan Vivi. Vivi memutar bola matanya ke arah atas.


*********


Malamnya seperti biasa Sapta dan teman-temannya berkumpul, sudah banyak yang ga Vivi kenal, tapi Vivi ikut gabung karena dia cepat akrab dengan siapapun. Tidak lama Tio datang, dia ngobrol sama Sapta, entah apa yang mereka bicarakan. Tiba-tiba ada salah satu teman yang nyeletuk

__ADS_1


"Kayanya makan gorengan enak niih" di sambut yang lain mengiyakan.


"Ya udah aku beliin, tadi siang abis menang balapan lagi" kata Tio bangga.


"Weeeiiiss.... makan-makan" kata salah satu dari mereka lagi.


"Ya udah makan gorengan, hahaha" kata Tio lagi sambil menstarter motornya.


"Ayo naik, Vi" kata Tio menatap Vivi.


"Kamu aja sendiri" ucap Vivi kaget.


"Kalo kamu ga ikut ga jadi beli niiih" Tio mematikan motornya kembali.


"Ayolah Vi.... daripada ga jadi" kata salah satu teman lagi memohon.


"Maksa" Vivi cemberut sambil naik ke motor Tio.

__ADS_1


"Hahaha...." Tio tampak senang walau dengan sedikit memaksa.


__ADS_2